Gedung Kesehatan di Desa Mabar Bukan Pustu, tapi Poskesdes, Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan
Gedung Kesehatan di Desa Mabar Bukan Pustu, tapi Poskesdes,Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan
kota
MEDAN | SUMUT24 Perhimpunan Wargo Jowo (Pendowo) Sumatera Utara, menggelar Gebyar Suroan Pendowo 2016 untuk mengenalkan budaya Jawa di masyarakat Sumatera Utara, khususnya Medan.
Baca Juga:
Stasiun Radio Republik Indonesia (RRI) akan mendukung penuh acara tersebut khususnya dalam hal mediasi.
Hal ini terungkap dalam acara On Air di room Pro 4 RRI, Jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (26/10).
Seperti biasa, acara yang dipandu oleh Mas Blangkon dan Mbak Susi kali ini menghadirkan tokoh Suku Jawa Rianto Ahgly SH. Pria yang akrab disapa Anto Genk ini juga merupakan Ketua Majelis Pertimbangan DPD Pendowo Sumut.
Dalam acara live radio itu, mereka berbincang dengan menggunakan bahasa Jawa halus. Tentu hal ini banyak menarik simpatik para pendengarnya. Terbukti banyak para pendengar saling berinteraktif tanya jawab lewat telpon terkait rangkaian acara Gebyar Suroan Pendowo 2016 nanti.
Rianto Ahgly mengatakan, acara ini bertujuan untuk membangun kecintaan masyarakat Jawa terhadap seni budaya dan membentuk jati diri serta potensi masyarakat Jawa khususnya yang ada di Kota Medan.
Dalam acara yang digelar semalam suntuk ini nantinya, Pendowo menghadirkan Dua Dalang Kembar yang berasal dari Solo.
“Acara digelar Sabtu 29 Oktober 2016 di Lapangan Merdeka Medan akan diisi dengan berbagai kegiatan dalam 3 session,” katanya.
Pada acara yang akan dimulai pukul 14.00 WIB ini, di session pertama akan diiisi dengan bazar, lomba mewarnai anak, lucky draw/games, dan juga lomba fashion show pakaian Jawa tingkat SMU.
Selanjutnya, session ke dua yang akan dimulai pada pukul 19.30 WIB, pagelaran wayang orang dengan fraghmen Gatot Kaca Ngeraman. Dan pemberian tanda kehormatan warga Jawa kepada tokoh masyarakat Sumut.
Rianto Ahgly menjelaskan, pada session ketiga yang dimulai pada pukul 22.00 Wib, digelar wayang kulit semalam suntuk oleh Dalang Kembar dari Solo, yakni Ki Jarot Suwarno SPd, dan Ki Jarot Sutoto.
“Acara ini, adalah bagian dari upaya melestarikan budaya dan etnik yang ada di Medan dan Sumatera Utara, dimana salah satu etnik yang ada didalamnya adalah suku Jawa. Gawean ini, tidak lain adalah untuk menunjukan etnik budaya di tengah-tengah masyarakat,” ujar Rianto Ahgly tokoh Suku Jawa yang juga Ketua Dewan Kesenian Medan (DKM).
Rianto Ahgly berharap para pejabat yang ada di Pemko Medan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara hadir dalam acara ini yang didukung oleh Dinas Pariwisata Pemko Medan dan juga Pemprovsu tersebut. (W07/Editor : Nisa Lubis)
Gedung Kesehatan di Desa Mabar Bukan Pustu, tapi Poskesdes,Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan
kota
Pemkab Deli Serdang Pastikan Kerukunan Umat Beragama, Suku & Golongan Tetap Terjaga
kota
Polresta Deli Serdang Gagalkan Pengiriman 21 Kg Sabu ke JakartaDibawa dari Aceh
kota
Sindikat Narkoba Jaringan Internasional Ditangkap di Tanjung BalaiAsahan 80 kg Sabu & 50.000 Butir Ekstasi di Sita Polrestabes Medan.
kota
Pertunjukan DaruratOleh Dahlan Iskan Minggu 22022026 (Presiden Donald Trump saat konferensi pers di Gedung Putih, Jumat, 20 Februari wakt
News
PC IKA PMII Kota Medan Tegaskan Fathan Subchi Ketua Umum Sah PB IKA PMII
kota
Saat Pembekalan Tim Safari Ramadhan,Wali Kota Solok Ramadhani umumkan PDAM Gratis Masjid, Prioritas BPJS dan infrastruktur.
kota
SATU TAHUN KEPEMIMPINAN WALI KOTA SOLOK RAMADHANI KIRANA PUTRA DAN WAKIL WALI KOTA SURYADI NURDAL
kota
Kecelakaan Tragis! Bocah 5 Tahun Meninggal Saat Menyeberang Jalan di Dolok, Polres Tapsel Lakukan Olah TKP
kota
Polresta Deli Serdang Gagalkan Peredaran 21 Kilogram Sabu, dua Kurir Diamankan
kota