Korwilcam Jenda Bangun : “Sebutir Beras Bisa Mencukupi Makan Penduduk Etiopia Kelaparan”

143

 

BERINGIN I Sumut24.co
Worldometers mencatat jumlah penduduk dunia pada 2019 mencapai 7,7 miliar jiwa. Angka tersebut tumbuh 1,08% dari 2018 yang sebesar 7,6 miliar jiwa. Artinya dengan jumlah 7,7 milyar manusia bila tiap mahkluk manusia di bumi ini menyumbang sebutir beras Per Jiwa , dampaknya akan bisa memberi makan penduduk lain di belahan Dunia Afrika yang kelaparan.

Hal tersebut di ungkapkan kordinator wilayah kecamatan (Korwilcam) Dinas pendidikan Jenda Bangun S.sos di kantornya Jl. Dusun Mawar, Karang Anyar, Kec. Beringin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara saat akan launching Bersedekah sejak dini untuk siswa-siswi sekolah dasar (SD) Jum’at (14/2/2020).

Advertisement

“Dengan jumlah siswa-siswi SDN kecamatan beringin mencapai 5000 orang, bila tiap siswa kita latih bersedekah Rp 1000,- / orang/ Minggu setiap hari Kamis aja akan menghasilkan Rp 5 juta setiap minggunya” belum lagi termasuk para guru kepala sekolah dan pegawai dinas korwilcam terang Jenda.

Dijelaskan Korwilcam ini lagi, kegiatan dengan sandi ” Jum’at Barokah” akan kami mulai di bulan Maret 2020. Bekerja sama dengan pihak Kecamatan Beringin untuk melihat data warga yang tak mampu, maupun orang tua dari siswa-siswi kami yang masih di bawah garis kemiskinan. disamping kegiatan berinfak, kami juga ingin melatih anak didik agar tau berbagi sejak dini kepada kaum duafa dan fakir miskin, katanya.

Adapun pola pemberian infak Jum’at barokah nantinya menurut Jenda, dimulai pemberian makan gratis tiap- tiap hari Jum’at sebayak 200 nasi bungkus selebihnya pemberian sembako kepada fakir miskin semua agama di lingkungan Kecamatan Beringin.

Berkaitan dengan hal tersebut, salah seorang tokoh masyarakat dan juga tokoh pendidikan ketika di minta tanggapannya Jum’at (14/2) mengatakan, sangat setuju dan positif ujar Basri merespon. Bahkan tambah Basri lagi, saya akan menambah Rp 2000,- lagi untuk jajan anak anak yang tadinya saya beri Rp 5000,- / hari menjadi Rp 7000,- ditiap hari Kamis aja demi untuk berinfak, itupun misalnya anak anak tak mau diganggu uang jajannya yang 5000.

Alasan Basri yang tinggal di dusun lll Desa Pasar 6 Kualanamu Kecamatan Beringin ini, melatih anak sejak dini untuk mau berbagi terhadap kaum duafa, hal itu bisa menumbuh kembangkan watak anak menjadi tau berbagi dan peduli terhadap sesama dilingkungannya, plus sifat sosial dan tau bersyukur mulai terpatri pada diri anak apalagi dengan dilibatkan langsung oleh gurunya saat menyerahkan bantuan.

Istri Basri yang bernama Aswida, ketika disinggung kegiatan yang akan dilakukan Korwilcam Dinas pendidikan Beringin menyarankan anak siswa siswi malakukan pengutipan apakah tidak menyalahi Perpres nomor 87 tahun 2016,tentang sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli), justru istri Basri menentang Perpres tersebut.

Aswida mengatakan, dari 58 item di poin nomor 13 disitu tertera berinfak termasuk pungli, inikan aneh katanya. Pemerintah tidak sadar tandasnya, akibat Perpres tersebut para guru ketakutan dan anak didik tak tau berbagi untuk menumbuh kembangkan jiwa sosial di masyarakat sejak dini, oleh karenanya maju terus para guru untuk berbuat kebaikan apalagi bersifat positif bila perlu sama- sama kita menantang Perpres nomor 87 tahun 2016 yang aneh itu tutupnya. (Hari’S).

Loading...