Koramil 15 / PS 0203 LKT Laksanakan Komsos Bersama Masyarakat

LANGKAT | SUMUT24
Mewaspadai pergerakan Partai Komunis Indonesia( PKI) gaya baru dan proxy war ( perang modern), Koramil 15/ PS melaksanakan komunikasi sosial ( Komsos) kepada segenap elemen masyarakat Pangkalansusu di aula Kantor Koramil 15/ PS, kemarin.

Acara yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta segenap OKP / Ormas se Kecamatan Pangkalan susu tersebut bertajuk” Melalui kegiatan penyelenggaraan komsos dengan komponen masyarakat kita tingkatkan wawasan kebangsaan guna mewujudkan persatuan dan kesatuan”.

Danramil 15/ PS 0203 Lkt Kapten Arm, Jauhari dalam pertemuan mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya warga Pangkalansusu agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan PKI gaya baru yang saat ini mulai beredar di tengah tengah masyarakat.

Menurut Jauhari, ada kelompok yang menginginkan Partai Komunis Indonesia ( PKI) bangkit kembali di Negara Kesatuan Republik Indonesia( NKRI) , bahkan mereka mendesak agar tap MPRS No XXV / 1966 dihapuskan dan berteriak kepada Presiden RI Joko Widodo untuk meminta maaf kepada PKI.

Masih kata Jauhari, PKI berupaya memecah belah kesatuan dan persatuan dengan cara mengadu domba segala lapisan, bagi mereka tidak ada lawan dan kawan yang abadi. Tujuan utama adalah bagaimana upaya yang dilakukan agar ideologi PKI hidup kembali di NKRI, jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, selain mewaspadai pergerakan PKI gaya baru, Danramil juga menghimbau kepada segenap elemen yang hadir agar tidak terpengaruh dengan proxy war ( perang modern).

Dijelaskan Jauhari, seiring dengan perkembangan tekhnologi, sifat dan karateristik perang telah bergeser. Proxy war tidak dengan kekuatan militer tetapi melalui berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara, baik melalui politik, ekonomi, sosial dan budaya.

“Dalam proxy war tidak bisa terlihat siapa kawan dan siapa lawan, sebab dilakukan non state actor. Kita harus bijak dan bersatu karena ancaman kedepan semakin kompleks dan nyata, kita harus antisipasi sejak dini,” tegasnya.

Untuk itu mari kita tingkatkan keimanan sesuai dengan kepercayaan dan agama masing masing. Karena dengan iman kita dapat lebih waspada dalam menyikapi segala hal, terutama bagi para generasi muda yang belum mengetahui bagaimana kejinya PKI saat melakukan pembunuhan kepada para jenderal yang dikenal dengan peristiwa lubang buaya. Sebab PKI gaya baru berupaya membalikkan fakta sejarah dengan mengatakan PKI adalah korban kekerasan Pemerintahan di masa orde baru.

” Tingkatkan wawasan kebangsaan demi terwujudnya kesatuan dan persatuan antar sesama tanpa membedakan etnis dan agama di masing masing lingkungan, sehingga warga dapat hidup dengan rukun dan damai didalam suasana yang kondusif,” imbaunya sembari berpesan kepada warga jika melihat kelompok PKI dengan simbol palu dan arit segera melaporkan ke Markas Komando.

Camat Pangkalansusu T.Fahrizal Azmi S Sos diwakili Kasi Pemerintahan Zulkarnaen SE dalam sambutannya menekankan betapa pentingnya kesatuan dan persatuan antar sesama warga tanpa membedakan suku dan agama demi tercipta suasana kondusifidural.

Dia juga menjelaskan, sesuai rencana pada tahun 2017 yang akan datang, Kecamatan Pangkalan susu akan menjadi kota industri dan kota pelabuhan. Untuk itu mari kita ciptakan suasana kondusif agar para investoral bersedia menanamkan modalnya di Kecamatan Pangkalansusu.

Usai acara Danramil 15/ PS didampingi Bati Tuud Serma Hery serta Babinsa masing masing desa / kelurahan memberikan cendera mata kepada para undangan berhadir. (tra)