Khas India Mewarnai Wisuda 1.124 Lulusan UNPAB

 

MEDAN | SUMUT24
Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) Dr H Muhammad Isa Indrawan SE MM berpenampilan khas India saat mewisuda 1.124 lulusan meliputi program Pascasarjana, Sarjana dan Diploma periode ke-68 di Gedung Selecta Jalan Listrik Medan, Kamis (28/7).
Wisuda hari pertama kali ini cukup menarik, karena bukan hanya Rektor UNPAB Dr H Muhammad Isa Indrawan, bahkan civitas akademika juga memakai pakaian khas India. Hiburan yang mengisi acara wisuda berupa tari-tarian dan lagu, juga serba India.
“Mahasiswa perlu mengetahui budaya mancanegara sebagai inspirasi, India negara yang maju dengan teknologi dan Agustus ini merupakan hari kemerdekaan India. Harapan kita akan terjadi hubungan baik antara Sumut yakni UNPAB dengan India, dan bisa tukar menukar mahasiswa dan join program yang lebih mendunia,” ujar Dr Isa Indrawan.
Rektor mengajak para lulusan yang diwisuda mampu berperan sebagai Change Agent (agen perubahan).
Rektor menyebutkan, ada lima karakteristik pemimpin yang baik yang harus ada dalam diri seorang Change Agent.
Yang pertama, visi yang jernih, yaitu sebagai pemimpin, seseorang
harus memiliki target yang jelas sehingga program kerja dapat disusun
dengan baik dan dengan tahapan yang berkesinambungan karena arah yang dituju jelas. “Pemimpin yang baik harus bisa menjelaskan ide dan konsep yang ada dalam pemikirannya secara jernih kepada orang lain dan terutama kepada anggota tim kerjanya,” kata rektor.
Yang ke dua, memiliki kegigihan untuk mencapai target. Ke tiga, bersikap kritis dan
analitis. Dengan kata lain, pemimpin yang baik harus selalu bernalar dan
menggunakan akal sehatnya. Tidak ada hal yang ditelan bulat-bulat tanpa mengerti substansinya.
Selanjutnya ke empat, sarat akan pengetahuan dan memimpin dengan memberikan contoh, bukan hanya dengan instruksi dan ke lima membangun hubungan yang kuat dengan orang-orang sekitarnya dengan membangun kepercayaan.
“Dengan kata lain, pemimpin yang baik harus memiliki integritas agar dapat dipercaya,” kata rektor.
Selain itu, lanjutnya, salah satu konsep internasionalisasi yang sudah mulai
merambah di dunia Perguruan Tinggi adalah sistem pendidikan di Indonesia beberapa sudah mengikuti sistem pendidikan di negara maju lainnya.
“Tujuannya hanya satu, memajukan bidang pendidikan yang sering disebut dengan tongkat estafet bagi Negara,” kata dia.
Di era digital ini, sebut rektor, perguruan tinggi di dunia sudah mulai bertambah
dengan sangat pesat. Tercatat, di Indonesia berdasarkan data di Kemenristekdikti di tahun 2022 menunjukkan jumlah 3.115 perguruan tinggi dengan 25.548 Program
Studi.
“Perkembangan teknologi Informasi yang cepat seiring dengan perkembangan zaman, membawa perubahan tatanan kehidupan baik secara sosial, budaya, terutama dunia kerja. UNPAB sebagai penghasil
SDM berkualitas dituntut untuk menyiapkan kompetensi mahasiswa yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan zaman,” tutur Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut ini.
Dikatakan, konsep Link and Match dengan dunia industri dan dunia kerja menjadi kata kunci dalam
merancang dan melaksanakan proses pembelajaran.
Demikian juga dengan Kampus Merdeka
– Merdeka Belajar bertujuan mendorong mahasiswa untuk disiapkan
menjadi pembelajar sejati yang terampil, lentur dan ulet (agile learner), menguasai berbagai keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja.
Kampus Merdeka yang sedang dibangun UNPAB, tambah rektor, diharapkan
terwujudnya lingkungan kampus yang sehat, aman dan sinergi dengan para pemangku kepentingan.
Pada kesempatan itu, Rektor Dr Isa Indrawan mengapresiasi 9 wisudawan dan wisudawati dengan IPK terbaik, yakni Devi Aulia Putri (Ilmu Hukum) dengan IPK 3.87, Desi Kamalia (Akuntansi), IPK 3.87, Fauziah Nur
Sitepu dan Nurul Syahfia (Ekonomi
Pembangunan) IPK 3.83, Intan Maya Sari (PendidikanAgama Islam) IPK 3.86, M. Imam Santoso (Sistem Komputer) IPK 3.85 dan Nurhazizah Harahap (Sistem Komputer) IPK 3.85. ( C04)