Kejatisu Terbitkan Surat DPO kepada 3 Tersangka Korupsi PT Bank Sumut

439

MEDAN | SUMUT24
Kejatisu menerbitkan surat daftar pendaftaran orang (DPO) terhadap ketiga tersangka korupsi pengadaan sewa mobil dinas dan operasional PT Bank Sumut yang merugikan negara Rp 10,8 Milyar, pada tahun 2013.

Sebab, ketiganya sudah lima kali mangkir dari panggilan penyidik Pidsus Kejatisu. Dua kali mangkir dari panggilan sebagai saksi dan tiga kali panggilan sebagai tersangka.

Setelah dilakukan pengecekan baik di rumah maupun di kantor Bank Sumut serta kantor rekanan sudah lama tidak berada lagi di lokasi tersebut.

Kepada wartawan, Selasa (27/09), Kasi Penkum Kejatisu Bobbi Sandri didampingi Kasubsi Penkum Kejatisu, Yosgernold Tarigan, membenarkan bahwa pihak penyidik Kejatisu telah menerbitkan DPO yang ditandatangani oleh Kajatisu DR Bambang Sugeng Rukmono.

Adapun para tersangka yang dikeluarkan surat DPO oleh Kejatisu, diantaranya R-972/N.2/Fd.1/09/2016 atas nama Pls PPK Bank Sumut, Zulkarnain, R-973/N.2/Fd.1/09/2016 atas nama Direktur CV Surya Pratama, Haltatif selaku rekanan, R-974/N.2/Fd.1/09/2016 atas nama Irwan Pulungan selaku Pemimpin Divisi Umum PT bank Sumut.

Disebutkan Kasi Penkum Kejatisu, Bobbi Sandri, kasus ini bermula pada proses pelaksanaan dalam pengadaan 294 kenderaan dinas dan operasional pada PT Bank Sumut akan tetapi dalam pelaksanaannya itu tidak sesuai spek.

Setelah ditelusuri lanjut Bobbi, tim penyidik menemukan potensi penyimpangan dalam proses pelelangan dan pembuatan SPK yang tidak berdasarkan kontrak, sehingga berdampak pada kerugian negara.

Berdasarkan hasil auditor akuntan publik ditemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp 10,8 Milyar dari total anggaran Rp 18 milyar pada tahun 2013.(R04)

Loading...