Kejari Sergai diminta Tangkap Pelaku Utama Dugaan Mark’up Bimtek PKK dan BPD ke Bandung

Serdang Bedagai-Sumut24

Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sergai untuk menangkap pelaku utama dalam dugaan Mark’up Bimbingan Tekhnis (Bimtek) para ibu PKK Desa dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Sergai ke Bandung beberapa waktu lalu.

Pasalnya, pelaksanaan Bimtek Ketua PKK Desa (istri Kepala Desa-red) dan Ketua BPD selama 5 hari ke Bandung dengan menggunakan dana ADD sebesar Rp 10 juta perorang tersebut diprakrsai oleh Assosiasi BPD dan BPMPD Sergai bekerjasama dengan LPPM Universitas Jendral Ahmad Yani (UNJANI) Bandung.

“Kejari Sergai harus segera memanggil dan memeriksa Ketua Assosiasi BPD dan Kepala BPMPD Sergai, sebab yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan Bimtek tersebut adalah Asosiasi BPD dan BPMPD Sergai”ungkap Ketua GAMKI Sergai Wanretno Simanullang kepada wartawan di Sei Rampah, minggu (7/8).

Menurut Wanretno, keberangkatan Bimtek Ketua PKK Desa maupun Ketua BPD dalam hal ini hanya menjalankan perintah saja dari pihak BPMPD untuk berangkat mengikuti Bimtek ke Bandung. Apalagi, seluruh laporan SPJ yang membuat juga pihak BPMPD Sergai.

“Dari sinikan sudah jelas bahwa semua yang mengatur itu pihak BPMPD Sergai, sedangkan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) hanya menjalankan saja”ucap Wanretno.

Untuk itu, Ketua GAMKI Sergai Wanretno Simanullang berharap kepada pihak Kejari Sergai untuk segera melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Ketua Assosiasi BPD dan Kepala BPMD Sergai, bukan kepada Ketua PKK Desa maupun Ketua BPD lagi, karena jika dilakukan pemanggilan lagi terhadap ketua PKK maupun Ketua BPD dikhawatirkan akan berdampak pada kelanjutan pembangunan Desa kedepan.

Sementara itu, terkait hal ini Ketua Assosiasi BPD Sarjono dan Kepala BPMPD Sergai Karno Siregar saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu saling lempar bola dan tidak ada yang mau bertanggung jawab.

Sebelumnya, pihak Kejari Sergai sudah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap ketua PKK Desa dan Ketua BPD secara bergiliran terkait dugaan Mark’up pelatihan Bimtek ke Bandung tersebut. Pemanggilan tersebut dimulai dari Kecamatan Pantai Cermin, berlanjut ke Kecamatan Sei Rampah, Tanjung Beringin dan Teluk Mengkudu. Rencananya pihak Kejari Sergai akan memanggil seluruh ketua BPD dan PKK Desa yang ada di 17 Kecamatan yang ada secara bergantian.

Namun sayangnya, pihak dari Kejari Sergai sendiri hingga saat ini belum bisa memberikan keterangannya terkait pemeriksaan tersebut.(Bdi)