Kaburkan Identitas Areal, Manajemen KHTPD Diduga Sembunyikan Areal Bermasalah

ASAHAN I SUMUT24

Manajemen PTPN III Kebun Huta Padang (KHTPD) diduga dengan sengaja menyembunyikan ancak bermasalah dengan berlindung dari patok Kaveld tanpa identitas seperti yang terlihat oleh awak Media saat berkunjung di areal Perkebunan milik PTPN III Kebun Huta Padang, pada hari Kamis (08/09/2022).

Sebelumnya awak Media telah menemukan kejanggalan pada areal Perkebunan Kelapa Sawit di areal Afdeling 1 KHTPD, diantaranya tunasan yang tidak tepat rotasi, Dongkel Anak Kayu (DAK) yang terlambat, dan banyaknya tumbuhan gulma (efifit) yang tumbuh subur di batang kelapa sawit.

Mengingat kejanggalan-kejanggalan yang telah diketemukan pada areal TM 2005 Block IA afdeling 1 KHTPD, maka awak Media berusaha mencari tahu alamat Kaveld untuk menyatakan keabsahan keterangan yang akan disajikan Kepada Manajemen KHTPD. namun sangat disayangkan, ternyata Manajemen PTPN III KHTPD hanya memasang patok Kaveld tanpa di isi dengan semestinya alias kosong.

Menyikapi temuannya awak Media mencoba meminta tanggapan T. Simanjuntak selaku pengamat tanaman Perkebunan dan mengatakan, “patok Kaveld berfungsi untuk mengetahui Tahun Tanam, lokasi dan Jenis tanaman kelapa sawit yang ditanam di daerah sekitar patok Kaveld, sehingga harus di isi dengan jelas dan benar, dan aturan itu bukan hanya untuk tanaman PTPN saja lho, semua Perkebunan memang harus mengisi patok Kaveld dengan benar,” ucapnya.

“Kenapa tumbuhan gulma diharamkan tumbuh di batang kelapa sawit, karena benar-benar menggangu proses pembentukan bunga menjadi buah, karena sari makanan yang dihantarkan dari akar sampai ke batang sangkut terserap oleh tumbuhan benalu, dan semakin besar tumbuhan benalu maka semakin sulit perkembangan buahnya, dan yang bahayanya lagi tumbuhan benalu sangat mengganggu Pemanen untuk memetik buahnya,” ucap T Simanjuntak lebih lanjut.

Menutup keterangnya T Simanjuntak menjelaskan, “Dongkel Anak Kayu (DAK) dan Tunasan Pelepah juga harus benar-benar dikerjakan sesuai rotasinya, mengingat pentingnya pemeliharaan TM Kelapa Sawit sehingga perusahaan menganggarkan biaya untuk 2 job pekerjaan itu setiap bulannya, dan jika ditemukan areal seperti yang awak Media sampaikan, maka perusahaan tersebut patut diduga telah menggelapkan anggaran biaya perawatannya, dan hal biaya yang telah digelapkan pihak Perusahaan harus benar-benar dikejar untuk mempertanggungjawabkan,” pungkasnya. (tec).