Jembret Siang Bolong, Indikasi Polisi di Medan Timur Lengah

0
94

MEDAN I Sumut24.co
Ina Nasution, Humas Ikatan Perempuan Nasution (Ipernas) dijambret di Jalan Bilal Pulu Brayan Darat Medan Timur, Minggu (22/5/2022) sekira pukul 14.00 WIB.

Ina yang juga istri wartawan sumut.poskota.co.id ini, kini luka-luka seperti bibir pecah, lecet di tangan dan kaki, pelipis serta terkilir di beberapa bagian tubuh yakni bahu sebelah kiri sehingga sakit jika digerakkan.

Menurut sumber di tempat kejadian, Ina yang sudah terkapar pingsan, dikira warga merupakan korban tabrak lari. Sebab warga tak melihat peristiwa penjambretan yang dilakukan dua lelaki dengan speda motor.

“Kata warga yang duduk di warung dekat situ, korban terkapar dan disangka merupakan korban tabrak lari, ” ujar Dewi salah seorang warga.

Kronologis menurut Ina Nasution yang bermukim di Bandar Selamat, Dusun 6 Percut Sei Tuan Deli Serdang ini, setelah bisa ditanyai, dirinya bermaksud menghadiri acara halal bil halal di rumah salah seorang anggota Ikatan Keluarga Besar SMP 16 Medan di Jalan Karya Medan.

Naas, sesampainya di Jalan Bilal depan Gang Surya, Tiba-tiba dari belakang dua penjambret yang memakai topi, menyentak tas sandang yang dipakainya.

“Tiba-tiba ada yang menarik tali tas sandang. Rupanya tas masih nyangkut di ketiakku. Terus saja mereka tarik. Jadi pas kreta jatuh, badanku terseret mereka yang memegang tali tas. Adalah dua meter terseret, lalu dilepas dan mereka kabur, ” cerita Ina.

Kemudian karena benturan ke aspal membuat Ina tak mampu berteriak apalagi bibirnya pecah dan giginya goyang.

“Sakit, shock, terkejut membuat aku tak bisa berteriak. Trus mungkin aku pingsan. Sadar-sadar sudah rame. Ada yang nyuruh telepon keluarga. Trus aku bilang aku adiknya Kak Iyot. Barulah dipanggil orang Dewi, ” kata Ina.

“Untung juga kejadiannya di sini (Bilal, red) dekat rumah kakak ipar ku, Kak Iyot, ” tambahnya.

Rawan

Sementara itu penjambretan di Jalan Bilal Medan Timur, menurut Bambang dan Pipit bukan sekali ini saja terjadi. Meski terbilang tidak sepi, namun jambret di Jalal Bilal terbilang nekat.

“Memang kalau di Bilal ini jangan nampak mereka pakai tas sandang, pasti disikat. Mau siang bolong pun mereka tak perduli, ” ujar Pipit warga di situ.

Menurut mereka, jambret sendiri bukan orang Bilal. “Pelaku diperkirakan orang Perwira, Meteorologi dan Bayangkara. Kalau orang sini gak mau main gitu. Lagian sedang pada sekolah (penjara, red), ” kata Bambang.

Pengamat kebudayaan, Ketua LKKI Sumut, Ayub meminta agar polisi memberikan keamanan kepada masyarakat.

“Peristiwa istri saya ini terindikasi Polisi Medan Timur lengah. Jambret di siang bolong itu benar-benar mencoreng wibawa polisi Medan Timur, ” ujarnya.r3d