Bersama Mendagri dan Menteri PKP, Wagub Sumut Tinjau Huntap Tapsel
Bersama Mendagri dan Menteri PKP, Wagub Sumut Tinjau Huntap Tapsel
kota
MEDAN I SUMUT24.CO Penyempurnaan berbagai program menjadi fokus pembahasan dalam rapat koordinasi (Rakornas) Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) yang digelar di Safari Lagoi, Bintan, 29 Oktober sampai dengan 2 November 2019.
Baca Juga:
Kegiatan itu sendiri diikuti sedikitnya 50 lembaga konservasi satwa baik pengelola kebun binatang dan safari se-Indonesia dengan jumlah peserta sekitar 120 orang.
Ketua Umum PKBSI, DR H Rahmat Shah mengatakan, Rakornas ini menjadi ajang silaturahmi, berbagi pengalaman yang baik sehingga kedepannya terjaga kelestarian satwa, kebun binatang dan safari menjadi konservasi benteng terakhir satwa endemik Indonesia.
PKBSI juga menggelar pelatihan “bird husbandry in captivity†kepada anggotanya dengan menghadirkan instruktur ahli bertaraf international. Diikuti study banding ke Singapore Zoo sebagai lembaga konservasi terbaik di Asia Tenggara.
Rahmat Shah turut mengapresiasi pelaksanaan rakornas di Safari Lagoi tersebut. Para peserta dapat melihat binatang yang terbilang lengkap dan baru di kawasan konservasi satwa satu-satunya di Provinsi Kepulauan Riau.
Rahmat Shah yang didampingi Sekjen PKBSI, Tony Sumampau menambahkan, dalam kesempatan ini PKBSI mendeklarasikan kesepakatan, dimana semua anggota diharapkan menyukseskan apa yang menjadi program Presiden Joko Widodo.
“Yang menegaskan harus memangkas birokrasi dalam pengurusan perizinan dan pengelolaan lembaga safari hingga pemindahan satwa atau tukar menukarsatwa diharapkan berjalan mulus,†katanya.
Janji itu disampaikan Presiden Jokowi saatmenerima jajaran Dewan Pengurus PKBSI, lima tahun lalu. kesempatan itu, para anggota PKBSI mengeluhkan proses perijinan masih menjadi kendala utama.
Tidak terdapat standar yang pasti. Baik menyangkut biaya dan tata waktu. Padahal, Lembaga Konservasi bersifat multi fungsi. Ada peran konservasi, edukasi, riset hingga rekreasi berbasis kehati.
PKBSI juga menyayangkan kinerja Lembaga Konservasi pelat merah alias milik pemerintah serta kian langkanya keberadaan burung kicau di habitat alaminya.
Respon Presiden pun di luar dugaan. Secara spontan dan eksplisit Presiden langsung menyampaikan komitmennya. Bahwa, setiap tahun akan membantu Lembaga Konservasi pelat merah untuk meningkatkan sarana prasarana serta mutu dan profesionalimenya pengelolaannya.
PKBSI diminta membantu meredesign Lembaga Konservsi pelat merah. Menindaklanjutinya, Rakornas tersebut menghasilkan nawabhakti sebagai bentuk pengabdian PKBSI dalam mewujudkan lembaga konservasi yang kuat dan mandiri untuk mendukung pemerintah Indonesia Visit 2045. (R03)
Bersama Mendagri dan Menteri PKP, Wagub Sumut Tinjau Huntap Tapsel
kota
Kapolda Sumut Tinjau langsung Operasi Ketupat Toba 2026 di Berastagi, Pastikan Pengamanan Arus Balik Maksimal
kota
Polsek Pantai Labu Amankan Pelaku Penganiayaan Menggunakan Senjata Tajam
kota
sumut24.co BALIGE, Kebakaran yang terjadi SMP Negeri 4 Balige, Kabupaten Toba hanguskan 3 unit ruangan kelas berikut kursi dan meja belajar
News
Penumpang AirAsia Terlantar Puluhan Jam di Bandara Penang, Jadwal Penerbangan Tak Jelas
kota
Rektor UNPAB Hadiri Syukuran 15 Tahun Monumen Nasional Keadilan
kota
Pemprov Sumut Tawarkan KEK Sei Mangkei dan BRT ke Investor Jepang
kota
Medan, SUMUT24.CO Rektor Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB), Dr. Mhd Isa Indrawan, menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Syukuran dala
News
Lebih dari 3 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H5 Idulfitri 1447H/2026
kota
Legitimasi Kuat! Perda Tanah Ulayat Angkola Dan Mandailing Tidak Bertentangan, Justru Memperkuat Asas Nasionalitas&rdquo
kota