Senin, 06 April 2026

Suami jadi Korban Pengancaman Sajam Ditahan Polisi, Istri Minta Penjelasan Kapolsek Percut

Administrator - Sabtu, 14 November 2020 22:10 WIB
Suami jadi Korban Pengancaman Sajam Ditahan Polisi, Istri Minta Penjelasan Kapolsek Percut

PERCUT SEI TUAN | SUMUT24.co

Baca Juga:

Siti Ngafiah ( 42) Warga Jalan Enggang V No 458, Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang istri dari Amir Siddiq Zanroto, mengaku sangat kecewa atas kinerja oknum Polsek Percut Sei Tuan Polrestabes Medan.

Pasalnya, sang suami, Amir Siddiq Zenroto yang terlebih dahulu melaporkan kasus pengancaman dengan senjata tajam (sajam) yang dilakukan oleh, Ono alias Pak Ke malah sebaliknya, Amir Siddiq Zenroto ditangkap dan ditahan masuk kedalam jeruji besi Polsek Percut Sei Tuan, Jumat (13/11/2020) sore kemarin.

“Kekecewaan saya ini adalah, melihat kinerja pihak Polsek Percut Sei Tuan. Suami saya yang diancam dengan kelewang dengan Ono alias Pak Ke , kenapa malah suami saya yang ditangkap. Sementara, suami saya terlebih dahulu melaporkan pengancaman itu,” tutur Siti Ngafiah kepada wartawan, Sabtu (14/11/2020) saat ditemui dirumahnya.

Masih diungkapkan Siti, suaminya, Amir Siddiq Zenroto telah melaporkan Ono alias Pak Ke ke Polsek Percut Sei Tuan sesuai No : STPLP / 2244 / X / 2020 / SPKT Percut Tanggal 26 Oktober 2020 ditangkap dan ditahan atas dasar laporan polisi No : LP / 2215 / X / 2020 / SPKT Percut Tanggal 22 Oktober 2020 an Budi Kardono (Ono alias Pak Ke-red).

“Anehnya, suami saya yang terlebih dahulu melaporkan ke Polisi berikut bukti video pengancaman menggunakan kelewang dilakukan si Ono alias Pak Ke dengan Kelewang ke Polisi, suami saya yang ditangkap sesuai Surat Perintah Penangkapan No : SP. kap / 602 / XI / Res. 1.6 / 2020 / Reskrim. Laporan suami saya terhadap Ono alias Pak Ke dikemanakan,” ujar Siti penuh rasa kecewa.

Masih dibeberkan Siti lagi kepada wartawan, suaminya ditangkap dan ditahan pada hari, Jumat (13/11/2020) setelah datang ke Polsek Percut Sei Tuan.

“Begitu suami saya datang ke Polsek Percut Sei Tuan atas panggilan pihak polisi, berdasarkan laporan si Ono (pelapor), suami saya diberikan surat penangkapan dan langsung ditahan,” katanya dengan penuh rasa heran.

Sementara, Aswat salah satu warga dan saksi yang membenarkan keterangan Siti Ngafiah kepada wartawan menuturkan bahwa suami Siti yang kala itu hendak mengantarkan lontong pesanan langganan di pasar lll Datuk Kabu ditengah perjalanan di cegat oleh, Ono alias Pak Ke (pelapor).

“Selain dicegat ditengah perjalanan, si Ono alias Pak Ke meminta uang dan juga mengancam suami Siti dengan senjata tajam yang sudah dibawanya untuk menghadang suami Siti,” kata Aswat.

Masih Aswat, karena merasa khawatir dan takut dihadang dan dikedekati si Ono, suami si Siti memilih kabur. Namun lanjut Aswat, si Ono mengejar sambil mengayunkan kelewangnya kerah suami Siti Ngafiah.

“Keluarga yang melihat suami Siti terancam karena dikejar si Ono dengan kelewang, oleh pihak keluarga suami Siti datang membantu dengan cara melempar Ono pakai batu,” ungkapnya di rumah Siti di Pasar lll Datuk Kabu, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu (14/11/2020) yang turut diamini Edo warga setempat.

Sumut 24 yang mencoba konfirmasi kepada Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Ricky Paripurna Atmaja terkait perselisihan warga di wilayah hukum nya melalui sambungan Whatsappnya, Sabtu (14/11/2020), Kapolsek mengatakan, “Siap kita cek ya Bang” tutupnya singkat.(Hari’S)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
KRI Bima Suci Tiba di Belawan, Rico Waas Siap Kenalkan Potensi Medan ke Mata Dunia
Aktivitas Gunung Sorikmarapi Meningkat, Ini Himbauan Bupati Madina Saipullah Nasution Saat Turun Langsung Pantau Pos Pengamatan
Menguatkan nilai kemanusiaan, Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Berikan Santunan kepada Anak Yatim Piatu
Ketua RANZ Medan Bantah Pemko Lamban Tangani Sampah, Ibrahim : Program PSEL Sudah Berjalan
Mallorca Paksa Real Madrid Menelan Kekalahan di Markas Sendiri
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Hadiri Halal bi Halal Keluarga Besar Yayasan Gerakan Sumatera Utara Bergiat dan IKA MSP FISIP USU
komentar
beritaTerbaru