Minggu, 05 April 2026

Seorang Guru Silat Cabuli Muridnya Dengan Modus Ada Aura Negatif

Administrator - Jumat, 31 Juli 2020 08:34 WIB
Seorang Guru Silat Cabuli Muridnya Dengan Modus Ada Aura Negatif

Seragen l Sumut24.co Teknik mengelabui dengan mengatakan ada aura Negatif di tubuh, agar bisa menyetubuhi muridnya, Seorang guru pada perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), melakukan tindak pencabulan terhadap juniornya yang masih di bawah umur.

Baca Juga:

Pelaku berinisial SU alias Tio warga Dukuh Banaran, RT 022, Desa Gebang Kecamatan Sukodono Kabupaten Sragen itu, sehari-hari bekerja sebagai satpam di sebuah SMA Negeri di Sragen. Sementara, korban berinisial FS yang juga warga Sukodono masih berusia 15 tahun.

Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasat Reskrim, AKP Harno mengatakan bahwa pihaknya telah kasus menangani tersebut. “Pada 12 Juni 2019 korban bersama kedua orangtua dan saksi sudah melaporkan kejadian tersebut kepada kami,” ujar Harno kemarin, Senin (24/6) dilansir dari Tribun.com.

Harno menyampaikan, pengakuan korban kepada tim penyidik Polres Sragen, pelaku sudah melakukan aksi bejadnya itu sebanyak dua kali. Korban FS sebelumnya merupakan warga perguruan silat yang akan naik tingkat menjadi guru. “Sebelum FS dapat mengajar, ia dipesani Tio memiliki aura negatif sehingga harus dibuang terlebih dahulu,” ujar Harno.

Dengan bujuk rayu tersebut, akhirnya sang korban menuruti perkataan Tio dan menyerahkan dirinya. “Awalnya korban diberi segelas air bening oleh tersangka, pengakuan sang korban setelah meminum air tersebut korban merasa lemas,” terang Harno.

Setelah mencabuli, Tio mengatakan jika aura negatif di tubuh korban belum sepenuhnya hilang. Perbuatan bejat Tio terulang kedua kalinya saat korban dan pelaku hendak pergi ke luar kota.

Kala itu, korban sebenarnya sudah berusaha mengantisipasi di mana ia mengajak serta sang adik. Namun, adik korban diminta menunggu di lapangan, sementara FS dan Tio pergi berdua. “Nah saat itu, untuk yang kedua kalinya FS dicabuli Tio,” ungkap Harno.

Harno mengatakan, untuk sementara, korban terindikasi ada dua, namun yang melaporkan satu. Sementara berdasarkan keterangan orangtua korban, lanjut Harno, pencabulan terungkap saat korban menolak ketika hendak disekolahkan di tempat pelaku bekerja.

Bahkan, FS sempat mengancam tidak mau melanjutkan pendidikan jika dipaksa sekolah di SMA tersebut.

Atas dasar itu, orangtua korban pun curiga. Terlebih, pelaku cukup dekat dengan ayah korban karena sama-sama perguruan silat itu. Setelah ditanya-tanya dengan sedikit desakan, korban akhirnya mengaku telah dicabuli Tio. Namun, pelaku yang tahu jika dirinya dilaporkan ke polisi melarikan diri. Hingga kini, Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. (Hari’S)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Ketua RANZ Medan Bantah Pemko Lamban Tangani Sampah, Ibrahim : Program PSEL Sudah Berjalan
Mallorca Paksa Real Madrid Menelan Kekalahan di Markas Sendiri
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Hadiri Halal bi Halal Keluarga Besar Yayasan Gerakan Sumatera Utara Bergiat dan IKA MSP FISIP USU
Peringatan Hari Ginjal Sedunia, Pemko Medan Perkuat Layanan dan Fasilitas RSUD Dr. Pirngadi
Gugur dalam Tugas Mulia, Tiga Prajurit TNI Jadi Korban Misi Perdamaian di Lebanon
Tragis! Becak Motor Tabrakan dengan Bus ALS di Padangsidimpuan, Satu Nyawa Melayang
komentar
beritaTerbaru