Rabu, 11 Februari 2026

Ujian Perdana AKBP Bagus Priandy sebagai Kapolres Madina, Polsek MBG Nyaris Dibakar Massa di Tengah Maraknya Narkoba dan PETI

Administrator - Sabtu, 20 Desember 2025 18:53 WIB
Ujian Perdana AKBP Bagus Priandy sebagai Kapolres Madina, Polsek MBG Nyaris Dibakar Massa di Tengah Maraknya Narkoba dan PETI
Madina |sumut24.co -

Baca Juga:

Ketegangan nyaris berubah menjadi amuk massa di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Polda Sumatera Utara (Sumut). Kantor Polsek Muara Batang Gadis (MBG) hampir dibakar warga pada Sabtu (20/12/2025), menyusul dugaan dilepaskannya seorang terduga pengedar narkoba yang sebelumnya diamankan masyarakat Desa Singkuang.

Peristiwa ini sekaligus menjadi ujian awal bagi Kapolres Mandailing Natal yang baru, AKBP Bagus Priandy, SIK, MSi. Dimana publik menanti langkah tegas, transparan, dan berani dalam membenahi kinerja jajarannya, terutama di wilayah yang selama ini dianggap "rawan tapi minim penindakan".

Tak hanya itu, Kapolsek Muara Batang Gadis, Iptu Akmaluddin, SH, MH, juga mendapat sorotan tajam. Masyarakat mempertanyakan keseriusan aparat di tingkat polsek dalam memberantas narkoba dan aktivitas PETI yang disebut-sebut telah berlangsung lama tanpa penanganan maksimal.

Insiden tersebut menjadi puncak kekecewaan warga terhadap kinerja aparat kepolisian di wilayah Bumi Gordang Sambilan, khususnya dalam penertiban peredaran narkoba dan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang selama ini dinilai kian merajalela.

Aksi protes warga berlangsung panas. Massa yang marah sempat menggulingkan mobil dinas Polsek MBG yang terparkir di halaman kantor. Tak hanya itu, akses jalan penghubung Singkuang–Natal turut diblokir sebagai bentuk protes terbuka terhadap aparat kepolisian.

Kemarahan warga dipicu oleh dugaan pelepasan terduga pengedar narkoba yang sebelumnya ditangkap langsung oleh warga, bahkan melibatkan para ibu rumah tangga (emak-emak).

"Kami sudah lama resah. Begitu ditangkap warga, kami berharap diproses hukum. Tapi justru dilepaskan. Ini bikin kami kecewa berat," ujar seorang warga Desa Singkuang yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga menilai, maraknya narkoba di wilayah Muara Batang Gadis tidak sebanding dengan tindakan tegas aparat. Dugaan pelepasan pelaku justru memperkuat persepsi negatif dan menurunkan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

"Kami tidak mau main hakim sendiri. Tapi kalau begini terus, kepercayaan masyarakat bisa benar-benar hilang," ungkap warga lainnya.

Situasi ini menjadi alarm serius bagi kepolisian, terlebih Muara Batang Gadis dikenal sebagai salah satu wilayah rawan narkoba dan PETI di Mandailing Natal.

Jika dibiarkan, bukan hanya hukum yang kehilangan wibawa, tetapi juga berpotensi memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Peringati Hari Pers Nasional, FJPI Sumut Gelar Talk Show Peran Jurnalis Perempuan di Era Digital
Kejuaraan Billiard 9 Ball Piala Kapolres Cup Asahan Resmi Dibuka AKBP Revi Nurvelani, SH, SIK, MH
Dipimpin AKP Irwan Batubara, Polres Padangsidimpuan Pastikan Jalan Sehat Kopi ABC Aman dan Kondusif
Polsek Tanjung Morawa Gelar Bakti Sosial Bantu Korban Kebakaran di Desa Penara Kebun
DPD AMPI Sumut Lantik Dodi Sayendra Pimpin DPD AMPI Asahan Masa Bakti 2026 - 2031
Gubsu Pimpin Rakor HLM TPID, Wabup Pakpak Bharat Turut Hadir
komentar
beritaTerbaru