Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
kota
Baca Juga:
Kasus ini melibatkan dua mahasiswa UMTS yang memalsukan transaksi pembayaran uang kuliah, yang mengakibatkan kerugian hingga mencapai Rp 1,2 miliar.
Kasus ini bermula pada tanggal 14 Februari 2025, saat pihak UMTS menerima sejumlah transaksi pembayaran yang tampaknya sah. Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, ditemukan adanya kejanggalan.
Total transaksi yang tercatat oleh sistem keuangan UMTS adalah 28 transaksi, sementara hanya 6 transaksi yang diterima secara sah di ruang administrasi. Pihak keuangan UMTS segera menghubungi pihak Bank Negara Indonesia (BNI) untuk memastikan keaslian slip penyetoran.
Setelah pihak bank melakukan pengecekan, terbukti bahwa slip penyetoran yang diberikan oleh mahasiswa berbeda dengan yang tercatat di bank. Kejanggalan ini memicu pihak UMTS untuk memanggil mahasiswa yang namanya tercantum dalam slip penyetoran tersebut. Saat dimintai klarifikasi, mahasiswa tersebut mengaku bahwa uang telah disetorkan kepada seorang pelaku yang berinisial MA.
Penyelidikan lebih lanjut dilakukan dengan melakukan audit terhadap transaksi keuangan UMTS dari Tahun Anggaran 2023 hingga 2024. Hasilnya mengejutkan.
Total kerugian yang dialami oleh UMTS mencapai Rp 1,2 miliar. Selain itu, ditemukan juga adanya selisih uang yang belum disetorkan sejumlah Rp 86.500.000 antara tahun 2024 hingga 2025.
UMTS merasa sangat dirugikan dengan kejadian ini, dan akhirnya melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Penyelidikan yang dilakukan oleh Tim Reskrim Polres Padangsidimpuan pun berhasil mengungkap dua pelaku yang terlibat, yaitu mahasiswa berinisial NL dan MA.
*Modus Operandi Pelaku: Penipuan Melalui Pembayaran Kuliah Tanpa Antrian*
Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa modus yang digunakan oleh kedua pelaku adalah dengan menawarkan pembayaran uang kuliah tanpa antrian kepada mahasiswa lainnya.
Pelaku NL mengaku kepada MA sebagai pegawai bank dan menawarkan jalur pembayaran alternatif untuk mahasiswa yang ingin menghindari antrian panjang di bank. Mahasiswa yang tertarik diminta untuk membayar langsung kepada NL dan MA, dengan janji pembayaran kuliah yang lebih cepat. Keuntungannya pun dibagi: 65% untuk NL dan 35% untuk MA.
Kapolres Padangsidimpuan Polda Sumatera Utara, AKBP Dr. Wira Prayatna, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan, "Setelah kami melakukan penyelidikan, kami menemukan bahwa kedua pelaku telah melakukan penipuan dengan memalsukan slip penyetoran yang hampir tidak dapat dibedakan dari slip yang asli."
Beliau menambahkan bahwa kejadian ini mengarah pada tindakan penggelapan yang merugikan pihak universitas dengan jumlah yang sangat besar.
Rektor Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Muhammad Darwis, M.Pd., juga memberikan klarifikasi mengenai kejadian ini. Menurutnya, kasus ini sempat terpantau namun tidak ada kecurigaan yang mendalam karena pelaku mengaku hanya ingin membantu mahasiswa lain dalam membayar uang kuliah.
"Kami tidak melihat adanya indikasi dari orang dalam yang terlibat dalam kasus ini. Namun, kami terkejut saat mengetahui bahwa slip yang dipalsukan sangat mirip dengan yang asli," ujar Muhammad Darwis.
Rektor juga menjelaskan bahwa bank yang digunakan dalam transaksi ini adalah bank pengumpul, bukan bank utama UMTS. Bank pengumpul tersebut masih menggunakan sistem transaksi offline, yang mempermudah pelaku untuk memalsukan slip pembayaran.
*Penyelidikan Lanjutan dan Tindak Lanjut Pihak Berwenang*
Polisi terus melakukan penyidikan lebih lanjut untuk memastikan apakah ada pihak lain yang terlibat dalam kejahatan ini. Selain itu, Kapolres AKBP Dr. Wira Prayatna memastikan bahwa kedua pelaku akan segera dihadapkan pada proses hukum yang berlaku.
"Kami berkomitmen untuk mengungkap seluruh rangkaian tindak pidana ini dan memastikan tidak ada pihak yang lepas dari tanggung jawab," tambahnya.
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh civitas akademika, baik di UMTS maupun di perguruan tinggi lainnya. Selain mengingatkan pentingnya sistem keamanan yang lebih baik dalam transaksi keuangan, juga menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan dalam memilih jalur pembayaran yang sah.zal.
Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
kota
sumut24.co MEDAN, Pemerintah Kabupaten Asahan secara resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 kepada
kota
sumut24.co ASAHAN, DPRD Kabupaten Asahan menggelar Rapat Paripurna dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) B
News
Sergai sumut24.co Camat Tanjung Beringin, Ahmadi Darma, mulai menerapkan kebiasaan bersepeda menuju kantor sebagai bagian dari dukungan te
News
Tokyo Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha In
News
Jakarta, Album &039ARIRANG dari BTS rilis hari Jumat, 20 Maret lalu dan ARMY menunjukkan dukungan penuhnya di Spotify terhadap comeback
Ekbis
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memaparkan capaian makro ekonomi daerah tahun 2025 saat menyampaikan
Politik
Medan SMAN 2 Medan menggelar acara pelepasan siswa kelas XII yang dihadiri oleh para orang tua, guru, dan alumni, di halaman sekolah pad
Kota
Gubernur Bobby Nasution Serahkan LKPD TA 2025 ke BPK Sumut
kota
Mantan Kepala BNI Aek Nabara Diamankan Polda Sumut Saat ini Masih Menjalani Pemeriksaan
kota