Tapsel |sumut24.co -
Baca Juga:
Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) mengadakan refleksi akhir tahun 2024 dengan tema menghadirkan polisi yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Acara ini berlangsung di Aula Polres Tapsel pada Senin, 30 Desember 2024, dan dipimpin langsung oleh Kapolres Tapanuli Selatan, AKBP Yasir Ahmadi.
Dalam refleksi tersebut, AKBP Yasir Ahmadi menyampaikan salah satu program besar yang berhasil diwujudkan sepanjang tahun 2024, yaitu pemindahan markas Polres Tapanuli Selatan.
"Pindahnya markas ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memperkuat koordinasi antar-satuan," ujarnya.
*Jihad Melawan Narkoba: Komitmen Tanpa Pandang Bulu*
Kapolres Tapsel juga menyoroti upaya masif pemberantasan narkotika melalui program Jihad Melawan Narkoba. Program ini melibatkan patroli hingga tingkat desa melalui kegiatan Jelajah Huta.
Hasilnya, sepanjang tahun 2024, sebanyak 163 tersangka dari berbagai profesi berhasil diamankan.
"Dari 163 tersangka tersebut, 159 di antaranya adalah laki-laki dan 4 perempuan. Barang bukti yang kami sita meliputi 1.63,15 gram sabu, 41.197,43 gram ganja, dan 2 butir ekstasi," jelas AKBP Yasir Ahmadi saat memaparkan capaian tersebut.
Ia menegaskan bahwa Polres Tapsel tidak akan pandang bulu dalam menindak pelaku, baik itu masyarakat umum maupun personel internal kepolisian. "Buktinya, sepanjang 2024, satu anggota kami diberhentikan dengan tidak hormat karena terbukti terlibat dalam peredaran narkoba," tambahnya.
Dalam pemaparannya, Kapolres Yasir mengungkapkan bahwa banyaknya pelaku kejahatan yang ditangkap bukanlah kebanggaan, melainkan sebuah refleksi penting.
"Kalau keinginan saya, sel tahanan itu kosong. Itu tanda wilayah hukum kami aman dan damai. Namun, realitanya, tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan tetap harus dilakukan," tegasnya.
Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dalam perang melawan narkoba demi menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas dan bebas dari pengaruh buruk narkotika.
Ia juga berpesan kepada para tahanan agar bertaubat dan tidak mengulangi perbuatannya setelah mendapatkan kebebasan.
"Kita harus berjihad melawan narkoba demi masa depan anak-anak kita. Ini bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab bersama sebagai masyarakat yang peduli akan nasib generasi berikutnya," tutupnya.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News