Layanan Kesehatan Masyarakat Nias Utara Semakin Baik, Pemprov Sumut Terus Dorong Optimalisasi Sejak 2019
Layanan Kesehatan Masyarakat Nias Utara Semakin Baik,Pemprov Sumut Terus Dorong Optimalisasi Sejak 2019
kota
Baca Juga:
- Bupati Asahan Hadiri Momen Haru Penyambutan Kepulangan Satgas Pamtas Yonif 126/KC Usai Tuntaskan Tugas Negara
- Wakil Bupati Asahan Resmi Buka Gala Siswa Indonesia 2026, Wadah Lahirkan Bibit Pesepak Bola Berkarakter dan Berprestasi
- Berkunjung ke Kecamatan Hatonduhan, Bupati Simalungun Siapkan Program Prioritas
Kedatangan massa meminta Pj Bupati Asahan untuk segera mencopot Kadis Kesehatan Asahan , dr. Hari Sapna dari jabatannya.
Pasalnya, Kadis Kesehatan diduga melakukan korupsi Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan anggaran COVID-19 tahun 2021.
Massa yang datang mengendarai sepedamotor,mobil pickup dan soudsistem, uga membawa spanduk dan poster dikawal oleh kepolisian Polres Asahan.
"Kami minta Pj Bupati Asahan segera mencopot Kadis Kesehatan dr Hari Sapna dan mantan Kabid P2P Dinkes Asahan, Syafrin Hutahaen dari jabatannya. Karena mereka berdua merupakan aktor pelaku korupsi yang ada di Dinas Kesehatan Asahan, " ujar Adha Khairuddin.
Selain itu, kata Kordinator Aksi Adha Khairuddin,Hari Sapna diduga melakukan pemotongan sebanyak 20 persen dana BOK Dinas Kesehatan tahun 2020 hingga tahun 2024 sebesar Rp18 Milyard.
"Ada indikasi SPJ Fiktif dalam laporan anggaran pengeluaran Puskesmas. Adanya indikasi korupsi Belanja Tidak Terduga (BTT) Dinas kesehatan sebanyak Rp. 1,7 Miliyard. Itu semua diduga dikorupsi oleh Hari Sapna, " teriak Adha lagi.
Setelah beberapa jam mereka melakukan orasi secara bergantian, namun tidak ada yang menerima perwakilan dari kantor Bupati Asahan. Massa akhirnya melanjutkan aksinya ke Kantor Dinas Kesehatan Jalan Tusam Kisaran.
Lagi lagi, sampai di Kantor Kesehatan Asahan, mereka tidak ada Kadis Kesehatan yang menerima mereka. Selanjutnya, Massa bergerak ke Kantor Kejaksaan Kisaran Jalan W.R Supratman Kisaran.
"Kami minta Kejaksaan Asahan untuk segera memanggil dan memeriksa Kadis Kesehatan dr. Hari Sapna dan mantan Kabid P2P, Syafrin Hutahaen.. Mereka diduga kuat melakukan korupsi dana COVID-19 tahun 2021 sebesar Rp. 43,3 Miliyard, " ujar Adha Khairuddin.
"Selain itu, kami juga meminta kepada Kejaksaan untuk mengusut dugaan korupsi mantan Kepala Puskesmas Sei Dadap,yang terindikasi tidak memberikan uang honor covid19 kepada beberapa orang Nakes yang hingga kini tidak diberikan oleh Dinas Kesehatan, "kata Adha.
" Kami harap, pihak Kejaksaan untuk segera mengusut dugaan korupsi mantan Kabid P2P Survailans Dinkes Asahan tahun 2021,Syafrin Hutahaen. Dimana Syafrin diduga tidak memberikan honor pada Nakes covid19. Bahkan, Syafrin diduga melakukan Mark up dalam pembelian Alat Pelindung Diri (APD) Dinkes tahun 2021,"pungkas Adha.
Setelah melakukan orasinya, pengunjuk rasa langsung ditemui oleh Kasi Intel Kejaksaan, Hariyanto Manurung SH dan Kasi Datun, Abhiem Faizan SH. Dalam jawabannya pada demonstran, Kasi Intel meminta LSM Bara Api untuk melengkapi laporannya dan diminta untuk melaporkan adanya dugaan korupsi di Dinkes secara resmi ke PTSP.
"Kami harap rekan-rekan LSM Bara Api melengkapi berkas adanya dugaan korupsi di Dinas Kesehatan Asahan. Kalau sudah lengkap, segera laporkan ke PTSP, biar teregister secara resmi laporannya. Biar segera dilakukan pemanggilan dan penyelidikan pada orang yang dilaporkan," tegas Kasi Intel.
Setelah puas dengan jawaban Kasi Intel Kejaksaan, Massa akhirnya pulang ke rumah masing masing dan membubarkan diri. (W02)
Layanan Kesehatan Masyarakat Nias Utara Semakin Baik,Pemprov Sumut Terus Dorong Optimalisasi Sejak 2019
kota
Mendukung Program BSPS, BRI BO Sibuhuan Berikan Fasilitas Layanan ke Masyarakat Penerima Bantuan
kota
Diduga Kelalaian Sistemik, Tokoh Pemuda Sumatera Utara Desak Kasus Tabrakan Maut Sibolangit Diusut Hingga Perusahaan
kota
Dukung Program TJSL,BRI BO Sibuhuan Lakukan Survei Kecalon Penerima Bantuan
kota
Kisah Chaidir Saleh, Beri "Sentuhan" Manisnya Melon Premium untuk Petani Milenial
kota
Ledakan Terjadi di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Alami Rusak
kota
Dianggap Rendahkan Profesi WartawanPWI Sumut Laporkan Hotman Paris Hutapea ke Polda
kota
Diduga Bayi Alami Patah Tulang Saat Persalinan di Puskesmas Binanga, Keluarga Kecewa, Aktivis Desak Investigasi
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Calvinj meninjau langsung lokasi ledaka
kota
Perkuat Sinergi, BRI BO Subuhuan Jajaki Kerjasama Dengan RSU Permata Madina Sibuhuan
kota