MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Kepolisian Sektor (Polsek) Delitua meringkus, Asruli Putra alias
Irul (33) warga Jalan Flamboyan Raya Gang IKIP, Kelurahan Tanjung
Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan.
Ia ditangkap lantaran telah melakukan tindakan penipuan dan
penggelapan dalam pasal 378 dan 372 dari KUHPidana dengan modus
mengurangi takaran minyak makan pada drigen terhadap pemilik toko
sembako.
Informasi diterima SUMUT24 di Polsek Delitua, pelaku diringkus
setelah aksi penipuan dan penggelapan pelaku dicurigai, Hendri
Tarigan (31) warga Gang Sejarah Delitua kepada pemilik Kedai Hendri
Tarigan di Jalan Besar Delitua Gg Sejarah, Desa Mekar Sari,
Kecamatan Delitua, Selasa (4/7) lalu.
“Pelaku ditangkap setelah korban melaporkan perbuatan pelaku ke
polisi, Sabtu (8/7) sekira pukul 16.00 wib di Jalan Besar Delitua
Gang Sejarah, Desa Mekar Sari, Kecamatan Delitua,” kata Kapolsek
Delitua Kompol Wira Prayatna, Senin (10/7).
Selain tersangka sambung Wira, barang Bukti 1 (satu) unit mobil
Lexio BK 1243 KB, 19 Jirigen kosong, 1 (satu) tutup deodorant warna
hitam dan 1 (satu) Deodorant merk Extrem warna hitam turut
diamankan.
Awal penangkapan dijelaskan Wira, korban sudah curiga atas perbuatan
pelaku yang sengaja mengurangi takaran minyak makan dari drigen.
Kemudian korban koordinasi ke petugas polsek delta.
“Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian seluruhnya 287 kg yg
ditaksir mencapai Rp3.099.600. Untuk hasil lidik, bahwa masih ada
korban lainnya atas perbuatan dari pelaku, dengan modus yg sama,”
pungkas Wira.
Menurut keterangan tersangka (Asruli-red) perbuatannya itu dilakukan
bersama temanya bernama MAT alias MUM (dpo) telah melakukan penipuan
dikedai korban sebanyak 10 kali dengan mengurangi minyak makan
sebanyak 7 Kg dari setiap jirigen isi 20 Kg.
“Caranya dengan mengisi minyak makan sebanyak 13 Kg di dalam jirigen
isi 20 Kg. Untuk mengurangi takaran, pada mulut jirigen dimasukkan
penutup deodorant dengan posisi mangkok dan diisi minyak makan.
Seolah jirigen sudah terisi penuh,” kata Asruli dihadapan petugas.
Masih tersangka dalam pengakuannya, menjual minyak makan dikedai
korban sejak bulan juni 2017 dan tiga kali dalam seminggu mengantar
minyak makan.(W02)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News