Sutrisno Pangaribuan Kritik Komitmen Antikorupsi Pemda se-Sumut: Jangan Berhenti di Seremonial
Direktur IGOWA Kritik Komitmen Antikorupsi Pemda seSumut Jangan Berhenti di Seremonial
News
MEDAN | SUMUT24 Belasan mahasiswa yang tergabung di dalam Solidaritas Mahasiswa Medan (Solmed) menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Pos Jalan Balai Kota Medan, Senin (8/6) siang.
Baca Juga:
- Sutrisno Pangaribuan Kritik Komitmen Antikorupsi Pemda se-Sumut: Jangan Berhenti di Seremonial
- JNE Medan Gelar JLC Member Gathering 2026,Perkuat Kolaborasi dan Pertumbuhan Bisnis Bersama Pelanggan
- Gubernur Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Tekankan Target Pembangunan Terukur
Para mahasiswa ini menuntut agar 3 orang rekannya yang masih ditahan di Polrestabes Medan untuk segera dibebaskan.
“Kami telah menjumpai anggota Komisi A DPRD Sumut untuk meminta pandangan mereka mengenai penangkapan ini, responnya mereka akan segera ke Polrestabes,” ujar Bill Simanjuntak kepada wartawan.
Dalam aksi kali ini, ada 10 tuntutan masa aksi, Bill menguraikan diantaranya yakni kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berorganisasi adalah Hak Azasi Manusia, berikan hak sesuai hukum kepada rekan juang kami yang ditahan. Tegakan UU No 40 Tahun 1999 tentang pers.
“Kapolrestabes Medan harus bertanggung jawab terhadap kerusuhan pasca aksi Hardiknas di Kawasan Kampus USU,” ujar Bill.
Selanjutnya dikatakan dia, massa aksi juga mengutuk keras penggeledahan yang dianggap tidak sesuai dengan prosedur hukum di Kantor Formadas.
“Mengutuk keras penangkapan aktivitis mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, yang tidak sesuai prosedur terkait aksi Hardiknas,” pungkasnya.
Dijelaskannya, dalam peristiwa aksi mahasiswa dalam momentum Hardiknas. Polrestabes Medan yang telah menangkapi rekan-rekannya itu dinilai merupakan tindakan anti demokratis yang sekaligus menjadi ancaman serius terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan pers.
Dari temuan dilapangan masih dikatakannya, disebutkan bahwa saat massa aksi dalam proses membubarkan diri terjadi provokasi berupa ancaman lisan,pelemparan batu terhadap massa aksi oleh pihak yang belum diketahui.
Tindakan provokasi dilakukan di dalam areal kampus, dan sebagai bentuk pertahanan diri massa kemudian membalas lemparan batu sembari mengejar pihak yang melempar.
Dari pengejaran itu didapati satu oknum Polisi yang berada di barisan pelempar. Mahasiswa kemudian melampiaskan amarahnya kepada Polisi itu. Namun patut digaris bawahi lanjutnya, pelampiasan ini adalah akibat dari yang disebabkan tindakan provokasi, karena aksi sudah secara jelas ditutup dan massa aksi sudah membubarkan diri dengan meninggalkan lokasi serta memasuki kampus.
Namun mengapa masih ada pihak yang memprovokasi serta ada oknum polisi dibarisan provokator tersebut tanya Bill dengan nada kesal. Kemudian usai menyampaikan aksinya, masa aksi lalu membubarkan diri dengan tertib. Di lokasi terlihat ratusan personil Sabhara yang menaiki 2 unit truk mengawal jalannya aksi tersebut.(W02)
Direktur IGOWA Kritik Komitmen Antikorupsi Pemda seSumut Jangan Berhenti di Seremonial
News
JNE Medan Gelar JLC Member Gathering 2026,Perkuat Kolaborasi dan Pertumbuhan Bisnis Bersama Pelanggan
News
Gubernur Bobby Nasution Lantik Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama,Tekankan Target Pembangunan Terukur
News
Berbagi Bareng Indonesia hadir sebagai Wadah bagi Orang Baik Menyalurkan Kebaikannya Medansumut24.co Semangat kepedulian dan keinginan untu
News
MEDAN SUMUT24 Jajaran Polsek Medan Area mendapat apresiasi dari Dewan Pimpinan Daerah Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (DPD ARUN) Provinsi
Hukum
sumut24.co TEBING TINGGI, Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Kota Tebing Tinggi resmi dikukuhkan untuk masa bakti 20262028 di Gedung Saw
News
Wali Kota menyambut audiensi dan silaturahmi BPD HIPMI Sumut, di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota membuka Musyawarah Nasional XV UNIO Indonesia, yang digelar di CCPPU KAM
News
Pemko Pematangsiantar Perkuat Tata Kelola Penanggulangan Bencana
News
Wali Kota diwakili Sekda menyambut kehadiran rombongan Kanwil Ditjenpas Sumut
News