Momen Hangat! Kapolres Padangsidimpuan Datangi Kejari, Bawa Surprise di Hari Bhakti Adhyaksa
Momen Hangat! Kapolres Padangsidimpuan Datangi Kejari, Bawa Surprise di Hari Bhakti Adhyaksa
kota
MEDAN | SUMUT24 Belasan mahasiswa yang tergabung di dalam Solidaritas Mahasiswa Medan (Solmed) menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Pos Jalan Balai Kota Medan, Senin (8/6) siang.
Baca Juga:
Para mahasiswa ini menuntut agar 3 orang rekannya yang masih ditahan di Polrestabes Medan untuk segera dibebaskan.
“Kami telah menjumpai anggota Komisi A DPRD Sumut untuk meminta pandangan mereka mengenai penangkapan ini, responnya mereka akan segera ke Polrestabes,” ujar Bill Simanjuntak kepada wartawan.
Dalam aksi kali ini, ada 10 tuntutan masa aksi, Bill menguraikan diantaranya yakni kebebasan berpendapat, berekspresi, dan berorganisasi adalah Hak Azasi Manusia, berikan hak sesuai hukum kepada rekan juang kami yang ditahan. Tegakan UU No 40 Tahun 1999 tentang pers.
“Kapolrestabes Medan harus bertanggung jawab terhadap kerusuhan pasca aksi Hardiknas di Kawasan Kampus USU,” ujar Bill.
Selanjutnya dikatakan dia, massa aksi juga mengutuk keras penggeledahan yang dianggap tidak sesuai dengan prosedur hukum di Kantor Formadas.
“Mengutuk keras penangkapan aktivitis mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, yang tidak sesuai prosedur terkait aksi Hardiknas,” pungkasnya.
Dijelaskannya, dalam peristiwa aksi mahasiswa dalam momentum Hardiknas. Polrestabes Medan yang telah menangkapi rekan-rekannya itu dinilai merupakan tindakan anti demokratis yang sekaligus menjadi ancaman serius terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan pers.
Dari temuan dilapangan masih dikatakannya, disebutkan bahwa saat massa aksi dalam proses membubarkan diri terjadi provokasi berupa ancaman lisan,pelemparan batu terhadap massa aksi oleh pihak yang belum diketahui.
Tindakan provokasi dilakukan di dalam areal kampus, dan sebagai bentuk pertahanan diri massa kemudian membalas lemparan batu sembari mengejar pihak yang melempar.
Dari pengejaran itu didapati satu oknum Polisi yang berada di barisan pelempar. Mahasiswa kemudian melampiaskan amarahnya kepada Polisi itu. Namun patut digaris bawahi lanjutnya, pelampiasan ini adalah akibat dari yang disebabkan tindakan provokasi, karena aksi sudah secara jelas ditutup dan massa aksi sudah membubarkan diri dengan meninggalkan lokasi serta memasuki kampus.
Namun mengapa masih ada pihak yang memprovokasi serta ada oknum polisi dibarisan provokator tersebut tanya Bill dengan nada kesal. Kemudian usai menyampaikan aksinya, masa aksi lalu membubarkan diri dengan tertib. Di lokasi terlihat ratusan personil Sabhara yang menaiki 2 unit truk mengawal jalannya aksi tersebut.(W02)
Momen Hangat! Kapolres Padangsidimpuan Datangi Kejari, Bawa Surprise di Hari Bhakti Adhyaksa
kota
Rapat Paripurna DPRD Tapsel Soroti APBD 2025, Gus Irawan Ungkap Capaian Keuangan Daerah yang Positif
kota
Generasi Madina Harus Bangkit! Sekda, Ketua DPRD dan Kapolres Kompak Kampanye Tolak Narkoba
kota
Polres Padangsidimpuan Limpahkan Kasus Rokok Ilegal 128 Ribu Batang ke Bea Cukai Sibolga, Satu Terduga Pelaku Diserahkan
kota
Silaturahmi Perdana ke Pengadilan Negeri, Kapolres Padangsidimpuan Tegaskan Komitmen Penegakan Hukum Profesional
kota
Dilantik Jadi Kepala BGN, Sudaryono Punya Kekayaan hingga Rp31,39 Miliar
kota
Bank Sumut Gandeng Tiga LPKSO Luncurkan KUR PMI, Perluas Akses Pembiayaan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia
kota
Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Silaturahmi DPD FKN Sumut dan SAS Center, Dukung Dua Agenda Akbar di Medan
kota
Buka Muswil III SAPMA PP Sumut, Ijeck Tegaskan Kader Harus Jauhi Narkoba, Firmansyah Kembali Terpilih
News
Sutrisno Pangaribuan Nilai Bobby Nasution Melecehkan DPRD Sumut karena Tinggalkan Rapat Paripurna
kota