Hujan Tak Halangi Pengunjung Nikmati Seni & Tari Karo

389

Medan|SUMUT24

Meski diguyur hujan deras namun panggung hiburan rakyat yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Medan tetap berlangsung dengan meriah di Jalan Bukit Barisan, Sabtu malam(24/9).

Untuk edisi kedua ini, Disbudpar menyungguh seni dan tari Karo sebagai salah satu etnis yang menghuni Kota Medan. Even ini mampu memukau ratusan pengunjung yang hadir, terbukti mereka rela basah untuk menyaksikan seluruh pertunjukan hingga berakhir menjelang tengah malam.

Panggung hiburan rakyat ini digelar setiap malam minggu, selain untuk melestarikan budaya, event ini diharapkan mampu menggeliatkan pariwisata di Kota Medan sehingga menarik perhatian wisatawan lokal maupun manca negara untuk mengunjungi ibukota Provinsi Sumatera Utara. Tidak hanya seni dan tari, event ini juga digunakan sebagai wadah untuk memperkenalkan aneka kuliner tradisionil masing-masing etnis yang ada di Kota Medan.

Seni dan tari Karo yang ditampilkan untuk mengisi panggung hiburan rakyat mendapat apresiasi penuh dari pengunjung, termasuk sejumlah turis yang melintasi Jalan Bukit Barisa. Mereka terkesima menyaksikan seni, tari dan instrumen lagu-lagu Karo yang disajikan hasil Kreasi DPC Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) Kota Medan, Pemuda Merga Silima (PMS) Kota Medan serta para lurah berdarah Karo.

Berkat hasil racikan mereka, kawasan Jalan Bukit Barisan malam itu tak ubahnya seperti berada di Tanah Karo. Seluruh pengunjuugnyang ada, termasuk Wali Wali kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi, Kdis Pertamanan, Zulkifli Sitepu, Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Hasan Basri, Camat Medan Tuntungan, Gelora Kurnia Putra Ginting larut dengan pertunjukan yang disajikan.

Aneka seni dan tari pun disajikan dengan apik oleh muda-mudi Karo yang tergabung dalam Himka, Simalem Art serta musik yang diplot dengan baik oleh anak-anak Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara. Mulai tarian mejuah-juah, gundala-gundala, roti manis, piso surit serta pecat-pecat seberaya. Selain tari, pengunjung juga dapat menikmati suara emas Trio Alandani yang membawakan lagu-lagu hits Karo.

Di samping menikmati seni dan tari, pengunjung juga dapat menikmati aneka kuliner khas Karo yang terkenal dengan kelezatannya seperti cimpa (seperti lepat), tasak telu (daun ubi campur ayam), cipera (ayam yang dimasak dengan tepungnjagung), jonglabar (jagung muda) serta gula tuala (gula kelapa).

Wakil Wali Kota Medan, ir Akhyar Nasution mengatakan, panggung hiburan rakyat ini akan terus dilaksanakans etiap malam Minggu sebagai upaya Pemko Medan untuk melestarikan kebudayaan. Melalui even ini, Akhyar berharap masyarakat, terutama para generasi muda dapat mengenal lebih jauh budaya para leluhurnya.

“Di samping itu kita membangkitkan kembali pariwisata di Kota Medan. Jika dikemas dengan baik, insya Allah kegiatan ini dapat menjadi magnet untuk mendatangkan wisatawan baik lokal maupun mencanegara. Terbukti sejumlah turis tadi hadir menyaksikan pertunjukan meski hujan turun. Tinggal bagaimana kita mengemas even ini menjadi pertunjukan yang benar-benar menarik,” kata Akhyar.

Sementara itu Camat Medan Tuntungan selaku Ketua DPC HMKI Kota Medan, Gelora Kurnia Putra Ginting mengaku sangat mendukung digelarnya panggung hiburan rakyat ini. Sebab, event ini merupakan wadah bagi masing-masing etnis untuk menunjukkan seni dan budayanya, termasuk Karo. Apalagi anggota HMKI saat ini umumnya anak-anak muda yang tengah mencari identitas diri.

Sedangkan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Hasan Basri menjelaskan, lokasi panggung hiburan rakyat yang semula dipusatkan di Jalan Pulau Penang kini dipindahkan ke Jalan Bukit Barisan.

Pemindahan ini dilakukan dalam upaya untuk mengurai kemacetan yang terjadi pada saat panggung hiburan rakyat digelar.(R01)

Loading...