Hj Dahliana Targetkan IPSI Sumut Maksimal di PON Jabar

MEDAN | SUMUT24

Ketua umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Utara, Hj Dahliana SH MSi, telah menargetkan raihan prestasi di Pekan Olahraga Nasional ( PON) 2016 Jawa Barat, mesti lebih baik dari sebelumnya.

Demikian dikatakan Dahliana pada pelantikan Pengurus Provinsi IPSI Sumut periode 2015-2019 di Garuda Plaza Hotel Medan Jumat malam kemarin.

“Untuk PON di Jawa Barat, kita mampu loloskan 14 atlet, masing–masing 7 putra dan 7 putri. Dan jumlah tersebut meningkat dari PON lalu. Mereka saat ini sedang menjalani pelatda di dua lokasi berbeda, yakni fitness Koni Sumut untuk kebugaran, serta latihan penuh di GOR Lubuk Pakam. Atlet juga berasal dari sejumlah kabupaten/kota seperti Medan (2 orang), Asahan (1 orang), Samosir (1 orang), Tebingtinggi (1 orang), Binjai (3 orang), dan Deliserdang (6 orang),” kata Dahliana.

Untuk itulah Dahliana berharap, semoga para atlet mampu meraih hasil maksimal di PON nanti. Namun hal itu tentu tidak mudah dicapai. Perlu dukungan masyarakat Sumut, karena tanpa dorongan dan doa seluruh masyarakat, sulit bagi mereka untuk meraih hasil maksimal.

Dengan dipercayanya Dahliana menjadi pemegang tonggak kepemimpinan IPSI Sumut di periode keduanya, diakuinya adalah tugas yang berat. Apalagi, masih ada sejumlah kendala yang dialami kepengurusan saat ini, menyangkut sarana prasarana latihan termasuk pendanaan.

“Selaku atlet dan pengurus, sampai saat ini banyak kendala yang kami alami terutama dalam hal peningkatan prestasi. Pelatih silat di Sumut yang bersertifikat daerah maupun nasional masih sangat minim. Kami berharap besar kepada PB IPSI Pusat agat menambah program penataran kepelatihan lisensi di daerah, dalam hal peningkatan SDM pelatih,” ucapnya.

Tidak hanya itu, sejumlah program yang telah disusun pada periode sebelumnya tidak dapat terlaksana sebagian akibat terkendala minimnya pendanaan. “Karena keterbatasan dana, sehingga program kami tidak semuanya berjalan maksimal. Tetapi hal itu tidak mengurangi semangat kami untuk terus berjuang membawa IPSI Sumut terus berprestasi. Dengan semangat saling bahu membahu kami bisa raih hasil maksimal, termasuk dukungan dari sejumlah pihak seperti pecinta pecak silat di Sumut,”ucapnya.

Ia juga mengharapkan gedung dan fasilitas latihan atlet, terutama di daerah turut diperhatikan oleh pemerintah provinsi.

Selain itu, ditambakan Dahliana, pihaknya juga telah programkan akan menambah dua kepengurusan baru di dua kabupaten, yakni Nias selatan dan Humbang Hasundutan (Humbahas) agar diseluruh daerah Sumut terbentuk Pengcab IPSI. Dikatakannya, selama ini sudah ada 31 pengcab IPSI yang telah terbentuk di Kab/kota.

Sementara, Wakil sekjen PB IPSI Pusat, Fahmi Wardi berpesan kepada pengurus mesti bisa bergerak cepat karena sejumlah even nasional telah di depan mata. Seperti pelaksanan PON yang merupakan even terbesar untuk cabor pencak silat di tingkat nasional.

Karena itu, ia berharap Sumut bisa bersaing dengan provinsi lain. Kepada pengurus yang baru dilantik,ia mengingatkan untuk dapat bekerjasama dengan baik dan bersinergi dengan sesama anggota, sehingga pencak silat Sumut bisa berjaya kembali.

Sedangkan masalah yang paling sulit dihadapi para pengurus IPSI di seluruh tanah air dalam pembinaan atlet selama ini adalah faktor non teknis. Seperti menanamkan sikap disiplin, menghargai dan menghormati, serta menciptakan atlet yang berjiwa religius.

Sedangkan Plt Gubernur Sumut, HT Erry Nuradi diwakili Kadisporasu, H Baharuddin Siagian S MSi berharap agar pembinaan atlet usia dini terus berjalan secara berkesinambungan. Mengingat pencak silat salah satu cabor prioritas Sumut, karena lumbungnya medali di berbagai event.

Ia memberikan apresiasi kepada pesilat binaan PPLP Sumut yang selalu menyumbangkan medali di event nasional. Bahkan, saat ini ada tiga atlet alumni PPLP sedang menjalani pelatda PON. Dan soal keluhan pengurus atas minimnya pendanaan, diakuinya memang sekarang ini regulasinya berbeda dari tahun sebelumnya. Tapi sejumlah peralatan seperti matras pemprovsu berusaha mewujudkan hal itu.

Wakil ketua II KONI Sumut, Prof Agung Sunarno menyampaikan bahwa pelantikan pengurus dijadikan start yang baik untuk meraih prestasi tertinggi di cabang pencak silat. Apalagi prestasi membanggakan yang pernah diukir Dahliana sebagai juara dunia adalah sosok pemimpin yang bisa diajdikan panutan , dan bisa ditularkan kepada atlet, sehingga harapan bersama memiliki kader potensial di masa depan dapat terwujud.

Ia pun berharap, cabor pencak silat bisa mendulang prestasi lebih baik dari PON sebelumnya. Pada kepengurusan Pengprov IPSI Sumut periode 2015-2019, Dahliana dibantu Sekretaris M Syahrul Albanthani BSc, serta bidang–bidang lain. (ayke)