Rabu, 10 Juni 2026

Proyek " Water Purifier "Berbiaya Rp 594 Juta  di Deliserdang Terbengkalai

Administrator - Rabu, 05 Februari 2020 14:22 WIB
Proyek

 

Baca Juga:

DELISERDANG I SUMUT24 Proyek pengadaan air siap saji atau “water purifier” berbiaya Rp 594 juta dibangun di desa Binjai Bakung Kecamatan Pantai Labu sumber dana APBD tahun 2018 dengan menelan anggaran Rp 594,627,685 di kerjakan oleh cv cipta karya nusantara ‘ mangkrak’ sehingga tak dapat dimanfaatkan untuk masyarakat sekitar.

Kita berharap Pemkab deliserdang tidak melindungi Dinas yang memberikan pekerjaan kepada pihak rekanan untuk tidak main-main dengan pembangunan “water purifier”, karena Bangunan “water purifier” menghabiskan anggaran Rp 500 juta tersebut sedikitpun tak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Sangat memprihatinkan dan memalukan kalau bangunan “water purifier” di desa Binjai Bakung tidak berfungsi dan disoroti masyarakat seharusnya menjadi rasa malu bagi Dinas dan rekanan yang menanganinya dari Pemkab Deliserdang, ucap warga setempat Abdul Malik kepada Wartawan, Rabu (5/2).

” Kerinduan masyarakat Desa Binjai Bakung akan sarana air bersih tadinya begitu antusias, tapi kenyataannya kami hanya melihat bangunan mangkrak dan tak berfungsi di desa kami” tambahnya.

Proyek “water purifier” yang sampai saat ini mangkrak dan air tidak dapat didistribusikan kepada masyarakat, belum lagi airnya yang keluar sangat jorok, karena dalam pengeborannya sangat dangkal diduga ada korupsi didalam pembangunan water purifier tersebut. kami warga desa Binjai Bakung berharap aparat penegak hukum agar menelusuri pembangunan water purifier tersebut selain sarat korupsi juga sangat kental adanya pengarahan pemenang tender dalam pengerjaan water purifier tersebut. sebagai masyarakat kami sangat kecewa dengan bangunan “water purifier” yang sampai saat ini tidak berfungsi.

Bangunan fisik “water purifier” juga dinilai markup. Karena dibandingkan dengan besarnya anggaran berkisar Rp 500 juta, namun dari hasil perhitungan kami hanya berkisar Rp300juta selain mesin, sangat tidak logis bangunan “water purifier” tidak berfungsi dan jadi proyek gagah-gagahan saja kepada masyarakat desa. anehnya lagi di desa yang sama hanya dengan menganggarkan dana Rp 300 juta saja tanpa bantuan pemerintah water purifier yang dibangun kualitasnya sangat bagus dan masyarakat dapat menikmatinya hingga sampai sekarang.

Sementara Kepala Desa Binjai Bakung Kecamatan Pantai Labu Topan yang dikonfirmasi terkait pembangunan water purifier tersebut dikantornya tidak berhasil, menurut stafnya bapak sedang rapat dikantor camat.(Hari’s)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
UNIQLO Hadirkan Koleksi Kapsul Musim Panas 2026 UNIQLO F.RISSO, Pakaian Sehari-hari dengan Sentuhan Seni Italia Tersedia mulai 22 Juni 2026
Delapan Bulan Terputus, Warga Medan Krio Desak Perbaikan Jembatan Penghubung
Disdukcapil Kota Solok Terbitkan Ratusan KIA per Hari
Pemkot Solok Bersama Polres Solok Kota, Sumatera Barat Upaya Mendukung Ketahanan Pangan Nasional Melalui Kolaborasi di Sektor Pertanian.
Tim URC Jatanras Poldasu Ringkus 8 Begal Sadis 3 Diantaranya Ditembak.
Pemerintah Gelar Penyambutan Resmi di Gedung Tahfiz Kisaran
komentar
beritaTerbaru