Rabu, 25 Maret 2026

Yayasan Harapan Kita "Sehatkan Anak Negeri"

Administrator - Jumat, 30 Agustus 2019 13:25 WIB
Yayasan Harapan Kita

Oleh : ISMAIL NASUTION

Baca Juga:

Tak dapat dipungkiri keberadaan Yayasan Harapan Kita yang telah menanjak di usia 51 Tahun, telah memberikan konstribusi yang positif bagi kecerdasan anak negeri dan kehidupan kesehatan berbangsa dan bernegara. Sudah banyak sumbangsih Yayasan Harapan Kita kepada bangsa dan negara ini seperti, mempertinggi kesejahteraan rakyat Indonesia dalam arti seluas-luasnya, memberi bantuan baik moril maupun materiil kepada instansi dan lembaga yang tujuannya ialah meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendirikan bangunan-bangunan dan rumah-rumah yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mengadakan usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan anggaran dasar yayasan, peraturan-peraturan dan hukum negara yang berlaku. 

Yayasan Harapan Kita bertekad kuat untuk terus melayani masyarakat dalam bidang kesehatan dan sosial. Sejak awal berdirinya, Yayasan Harapan Kita untuk membantu masyarakat tidak mampu yang menderita penyakit jantung.

Yayasan Harapan Kita (YHK) yang telah berusia 51 tahun pada 23 Agustus 2019 tetap melanjutkan pembangunan lewat berbagai kiprah, “Selain mendirikan berbagai mahakarya, YHK juga banyak memberikan berbagai hibah tanah kepada berbagai lembaga penting di Negara Indonesia.

Hibah tanah pertama, saat Ibu Tien Soeharto, masih aktif berkiprah, YHK memberikan secara cuma-cuma, tanah seluas 2,6 hektare di kelurahan Pinang Ranti kepada Kodam Jaya TNI yang diperuntukkan untuk pembangunan RS Ridwan Meuraksa.

Hibah tanah kedua, YHK memberikan secara cuma-cuma berupa tanah seluas 2.000 meter di Kelurahan Bambu Apus, untuk pembangunan Polsek Cipayung.

Sedangkan hibah tanah ketiga, YHK menghibahkan dua hektare tanahnya di kelurahan Lubang Buaya kepada Yayasan Jantung Indonesia.

Selama dipimpin Ibu Tien Soeharto, kiprah YHK dalam kegiatan sosial lainnya, antara lain mencakup pembagian sembako, menyantuni anak-anak cacat dan yatim piatu, membantu memenuhi keperluan korban bencana alam, dan masih banyak lagi.

Kegiatan sosial yang terbesar, antara lain penanganan korban meletusnya Gunung Galunggung di Tasikmalaya.

Sesuai dengan perubahan atas anggaran dasar yayasan sesuai dengan UU Republik Indonesia No. 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia No. 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, YHK juga meluaskan fungsi dan tujuannya menjadi tiga, yaitu sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.

Dengan demikian, YHK berkomitmen memberikan bantuan moral maupun materiil di bidang pembinaan olahraga, penelitian di bidang ilmu pengetahuan, studi banding kepada lembaga-lembaga yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan rakyat seperti pada lembaga formal dan non formal seperti panti asuhan, panti jompo, panti wreda, poliklinik, dan laboratorium.

Selain itu, YHK juga mendirikan dan memelihara bangunan dan rumah-rumah adat di areal Taman Mini Indonesia Indah, menerima dan menyalurkan bantuan yang bermanfaat untuk korban bencana alam, memberi bantuan kepada pengungsi akibat perang dan bencana alam.

Bahkan, YHK berkomitmen untuk mendirikan sarana ibadah, ikut menyelenggarakan pondok pesantren, dan madrasah.

Jika dibandingkan dengan maksud dan tujuan yayasan pada awal mula didirikan, maka rumusan maksud dan tujuan serta kegiatan yang hendak dilakukan YHK jauh lebih meluas.

Modal Rp 100 Ribu

Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut menyatakan bahwa seorang ibu rumah tangga pun tetap bisa memberikan bakti bagi negara.

Mbak Tutut cerita, seorang ibu rumah tangga yang menyisihkan Rp 100 ribu dari kas rumah tangga, telah mendirikan yayasan yang mampu mewujudkan semangat tolong-menolong di antara sesama warga negara.

“Ibu rumah tangga itu tak lain adalah ibu saya tercinta. Ibu kita semua, almarhumah Ibu Tien Soeharto,” ujar Mbak Tutut di Gedung Granadi, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (23/8).

Dari modal Rp100 ribu itu, Ibu Tien, istri Presiden kedua RI Soeharto mendirikan Yayasan Harapan Kita. Tepat 51 tahun lalu, dari modal Rp100 ribu itu Yayasan Harapan Kita berkembang menjadi jaringan rumah sakit, berbagai sarana pendidikan, dan kebudayaan. Yayasan Harapan Kita membangun banyak rumah sakit, antara lain Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita, dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Selain itu, membangun Taman Mini Indonesia Indah, Perpustakaan Nasional, hingga Taman Anggrek Indonesia Permai. Pembangunan ini berhasil mengurangi ketergantungan warga Indonesia akan perawatan terbaik di luar negeri.

“Yayasan Harapan Kita bertekad kuat sebagaimana keinginan Ibu Tien sebagai pendirinya untuk membela kesehatan rakyat. Sejak awal berdiri, Yayasan Harapan Kita menegaskan bahwa bagi yang ekonominya tidak mampu, meskipun mengalami gangguan jantung, tetap harus diselamatkan dengan mekanisme cross subsidi,” kata Mbak Tutut.

Dikatakan, tanggal 23 Agustus 2019 merupakan momentum yang sangat istimewa bagi Yayasan Harapan Kita (YHK) yang didirikan oleh Raden Ayu Siti Hartinah atau Ibu Tien Soeharto. Pada tanggal tersebut, YHK genap berusia setengah abad dan berdedikasi tinggi bagi masyarakat Indonesia.

Almarhumah Ibu Tien juga menginisiasi Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan Siti Hartinah Soeharto (YDGRK). Sejak berdirinya pada 1986, YDGRK yang didukung oleh Presiden Soeharto selaku pribadi, dikhususkan untuk membantu korban bencana alam yang ada di Tanah Air.

“Jadi manakala melihat penderitaan akibat sekian banyak bencana yang terjadi seakan tak ada habisnya, almarhumah ibu Tien tidak menyerah. Dalam keterbatasan langkah sebagai seorang ibu rumah tangga, bahkan beliau maju berkiprah, itulah ibu Tien Soeharto,” ujar Mbak Tutut saat menyampaikan kata sambutan di acara HUT ke-51 tahun YHK dan 33 tahun YDGRK yang bertajuk “Melanjutkan Membangun Harapan dan Melaksanakan Bakti untuk Indonesia”.

Mbak Tutut menambahkan, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) di rentang waktu 33 tahun telah menunjukkan berbagai pengabdian kepada warga negara yang terkena bencana.

Yang selalu hadir di mana rakyat menderita karena bencana, tak hanya sekali. Pada bencana yang baru saja terjadi, yakni tsunami di pesisir Banten dan Lampung, akhir tahun 2018 hingga awal 2019 lalu, saya sendiri terlibat, sedikitnya dalam dua kali kedatangan,” ujar ketua umum YDGRK ini.

Begitujuga, Selama 33 tahun berkiprah, Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) telah menyalurkan bantuan sekitar Rp64 miliar. Semua untuk korban bencana, meliputi korban bencana banjir, tanah longsor, banjir bandang, tsunami, gunung meletus dan bencana sejenisnya, selama itu, yayasan juga telah menyalurkan bantuan di 1.099 lokasi bencana, pada 899 kejadian bencana di 34 Provinsi di Indonesia.

“Semua itu dilakukan melalui kerja sama luar biasa dengan semua pihak. Semua yang percaya bahwa kehidupan yang lebih baik, yang lebih sejahtera itu bisa kita raih bersama melalui tolong-menolong di antara kita,” ucapnya.

Peduli Kesehatan Masyarakat

Ketua Umum Yayasan Harapan Kita (YHK) Hj. Siti Hardiyanti Rukmana Hj Siti Hardiyanti Rukmana saat memberikan keterangan pers di sela-sela perayaan HUT ke-51 Yayasan Harapan Kita di Gedung Granadi Jakarta, Jumat (23/8).

Peringatan 51 Tahun Yayasan Harapan Kita (YHK) Menjaga dan melayani kesehatan masyarakat akan selalu menjadi komitmen Yayasan Harapan Kita (YHK) sampai kapanpun. Bukan itu saja, yayasan yang didirikan oleh almarhumah Hj. Siti Hartinah Soeharto atau Ibu Tien Soeharto ini juga memiliki komitmen untuk menjaga dan melestarikan budaya bangsa.

Sejak awal berdiri, Yayasan Harapan Kita menegaskan bahwa bagi yang ekonominya tidak mampu, meskipun mengalami gangguan jantung, tetap harus diselamatkan dengan mekanisme cross subsidi,” kata Ketua Umum Yayasan Harapan Kita (YHK) Hj. Siti Hardiyanti Rukmana pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 Yayasan Hara­pan Kita di Gedung Granadi Jakarta, Jumat (23/8).

Menurut Tutut, dengan modal awal Rp100 ribu pada masa itu, yang disisihkan ibu Tien dan ibu Zaleha Ibnu Sutowo, dari kas rumah tangga, mereka menggerakkan Yayasan Harapan Kita.

“Kini setelah 51 tahun, kita bisa menyaksikan sendiri perkembangan yang terjadi atas dedikasi mereka,” kata Tutut yang kemudian disambut tepuk tangan meriah hadirin yang hadir. Lebih lanjut menurut Tutut, kebanggaan terhadap eksistensi YHK ini bukan hanya karena yayasan ini telah berhasil membangun sekian banyak rumah sakit, seperti, Rumah Sakit Anak dan Bersalin Harapan Kita, Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, dan sebagainya, tetapi juga karena yayasan sukses membangun berbagai sarana kebudayaan, pendidikan seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Perpustakaan Nasional, hingga Taman Anggrek Indonesia Permai.

Saran/Kesimpulan

Yayasan Harapan Kita merupakan yayasan bergerak di bidang sosial kemasyarakatan yang telah banyak membantu hidup dan kehidupan masyarakat sehingga dengan bantuan sosial tersebut sudah banyak yang merasakan sejahtera dan berkecukupan serta sehat dalam bidang sosial dan ekonomi.

Kedepan kami berharap kiprah YHK terus ditingkatkan dimasa-masa yang akan datang dengan terus melakukan kegiatan yang terus berpihak kepada rakyat, karena saat ini masih banyak masyarakat yang ekonominya dibawah standard nasional sehingga dengan adanya YHK masyarakat semakin yakin dan percaya masih ada dewa penolong yakni “YHK” . YHK teruslah berbuat untuk rakyat, karena rakyat tak akan lupa dengan jasa-jasamu.***

Tulisan ini diikutkan dalam lomba karya tulis Yayasan Harapan Kita

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
WFH PNS: Strategi Hemat Energi atau Sekadar Wacana?
"Medan Darurat Kabel Semrawut, Rommy Van Boy Desak Pemko Perluas Program 'Merata'"
OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid
Akademisi UISU Nilai Pantai Merdeka Sergai Berpotensi Besar, Dorong Pemerintah Turun Tangan
Kecelakaan Maut  di Jalan Lintas Berastagi Bus Almasar Tabrak 2 Motor, 1 Tewas 2 Luka
Brimob Polda Sumut Siaga Awasi Arus Mudik Balik di Terminal Amplas
komentar
beritaTerbaru