Selasa, 24 Maret 2026

Pemprovsu dan PLN Canangkan Program Sibandang Green Island

Administrator - Minggu, 07 Juli 2019 14:05 WIB
Pemprovsu dan PLN Canangkan Program Sibandang Green Island

MEDAN I SUMUT24

Baca Juga:

Dalam rangka mewujudkan iklim investasi dan pariwisata di Sumatera Utara (Sumut), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut dan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumut bekerja sama mencanangkan program “Sibandang Green Island”. Peresmian program tersebut dilakukan di Kantor PLN UIW Sumut, Jalan Yos Sudarso, Medan, Jumat (5/7), yang ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti.

Program ini bertujuan untuk menjadikan Pulau Sibandang sebagai daerah tujuan wisata yang bebas polusi dengan penggunaan listrik yang bersumber dari energi terbarukan atau Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Pulau Sibandang adalah salah satu pulau yang berada di Danau Toba, selain Samosir. Lokasinya berada di wilayah Tapanuli Utara. Pulau ini memiliki potensi wisata yang masih bisa dikembangkan.

“Ini jadi hal menarik, program ini bisa menjadi promosi wisata yang menarik karena Green Island Sibandang bebas polusi,” kata Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, usai acara.

Diharapkan juga ke depan ada daerah wisata lainnya di Sumut yang bisa dijadikan sebagai daerah bebas polusi. Sumut sangat berpotensi karena banyak pulau. “Mudah-mudahan dengan ini penduduk Sumut pun semakin semangat berkunjung ke Danau Toba,” ujarnya.

Selain program Green Island, program pelayanan prioritas juga nantinya akan sangat membantu masyarakat yang ada di pulau tersebut. Kata Wagub, dengan layanan tersebut, PT PLN menjamin di pulau tersebut tidak akan mati listrik. Jika terjadi mati listrik, PT PLN siap membayar denda.

“Tadi kita dengar bahwa layanan ini dijamin tidak akan mati lampu, kalau mati lampu, PLN akan membayarkan dendanya itu kepada masyarakat,” kata Wagub.

Wagub berharap, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lain yang ada di Sumut bisa mengikuti langkah PLN. Terutama dalam hal memberikan inovasi dan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat. “Mudah-mudahan inovasi yang baik mudah-mudahan ini diikuti oleh BUMN lain,” katanya.

Semenatra itu, General Manager PLN UIW Sumut Febry Joko Priharto mengharapkan energi terbarukan dapat berperan besar dalam penyediaan listrik di Sumut. Apalagi Sumut adalah daerah yang memiliki energi terbarukan yang melimpah seperti air dan panas bumi.

“Kita harapkan semakin besar peran energi terbarukan untuk mendukung sistem kelistrikan di Sumut,” ujar Feby.

Green Island Sibandang merupakan daerah yang dipilih sebagai pilot project di Sumut. Menurut Feby, Pulau Sibandang memiliki ukuran yang cukup pas sebagai pilot project. Jika berhasil, tidak akan menutup kemungkinan program Green Island juga akan dilakukan di tempat lain, seperti Pulau Samosir yang dekat dengan beberapa pembangkit listri lainnya, termasuk Sarulla.

Kata Feby, saat ini komposisi energi terbarukan di Sumut telah mencapai 25 %. Diharapkan masyarakat Sumut mulai beralih ke peralatan listrik yang ramah lingkungan. Mulai dari peralatan rumah tangga, industri, hingga kendaraan listrik, untuk menekan polusi.

Pulau Sibandang ini juga merupakan pulau yang penduduknya sudah menggunakan listrik pra bayar 100%. Dengan 66 KK, penduduk yang mayoritasnya bekerja sebagai pengrajin ulos, nelayan, dan pengebun mangga, akan kami bina juga melalui Program Bina Lingkungan atau CSR dari PLN untuk meningkatkan people empowering dalam ekonomi dan kemampuan mengembangkan pariwisata,katanya.

Selain itu pasokan listrik dan kehandalan jaringan PLN kami buktikan dengan kemampuan kami memberikan layanan prioritas kepada pelanggan-pelanggan kami hari ini, yang membutuhkan total daya sebesar 29.118.900 VA (dua puluh Sembilan juta seratus delapan belas ribu semblan ratus Volt Ampere).

Pelanggan layanan prioritas PLN sebelumnya berjumlah 1.582 dengan total daya 259.803.500 VA. Dan ditandatanganinya SPJBTL pada hari ini, maka pelanggan layanan prioritas PLN bertambah sebesar 4.437 dengan total daya 29.118.900 VA. Sehingga jumlah pelanggan layanan prioritas PLN saat ini menjadi 6.019 pelanggan dengan total daya 288.922.400 VA.

Perbedaan layanan reguler dengan prioritas ini terletak pada kehandalan pasokan, atau dengan kata lain pelanggan prioritas memiliki service level agreement kehandalan lebih baik dari layanan reguler, sehingga pelanggan prioritas dapat terus bisa beroperasi secara optimal.

Layanan prioritas memiliki 4 jenis layanan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan pelanggan, yaitu Bronze, Silver, Gold dan paling tinggi adalah Platinum, yang merupakan produk yang ditawarkan secara masif untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan industri di Sumatera Utara.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provsu Effendy Pohan, dan Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Hasmirizal Lubis.(W03/C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polres Padangsidimpuan Jadi Penengah, Perselisihan Warga Manunggang Julu dan Sigalangan Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Libur Lebaran Aman! AKBP Dr. Wira Prayatna Turun Langsung Patroli ke Pusat Keramaian dan Wisata Padangsidimpuan
Cerita Jumat Berkah di Asmat: Satgas Yonif 123/Rajawali dan Warga Duduk Satu Meja, Bangun Kebersamaan
Gagal Total! Sabu 11 Gram Disembunyikan di Popok Bayi Terbongkar di Lapas Gunung Tua
Cegah Kemacetan dan Gangguan Kamtibmas, Polres Palas Gelar Apel Pagi di Barumun
Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Halalbihalal Gubernur Sumut Bobby Nasution
komentar
beritaTerbaru