Selasa, 24 Maret 2026

Kades Tembung Misman Diduga Mainkan Dana Desa, Banyak Pekerjaan Fiktif dan Dikerjakan Rekanan

Administrator - Kamis, 04 Juli 2019 14:43 WIB
Kades Tembung Misman Diduga Mainkan Dana Desa, Banyak Pekerjaan Fiktif dan Dikerjakan Rekanan

PS Tuan | SUMUT24.co

Baca Juga:

Kepala Desa (Kades) Tembung, Misman, diduga terindikasi melakukan tindak penyalahgunaan Anggaran Dana Desa (ADD) 2019 yang jumlahnya mencapai Rp1.955.503.431. Informasi yang diterima wartawan, banyak laporan warga soal pengerjaan pembangunan desa yang fiktif, tak hanya itu saja, hampir seluruh pengerjaan desa dikerjakan oleh rekanan atau kontraktor tanpa melibatkan warga.

Kejadian ini tentu membuat warga geram dan gigit jari karena tak dapat kerjaan dari dana desa tersebut.

Selain itu juga beredar isu jika Kades tak melibatkan perangkat desa termasuk Kepala Lingkungan (Kepling) dalam penggunaan anggaran yang mencapai hampir dua miliar rupiah tersebut.

ADD yang seyogianya digunakan untuk pembangunan desa, secara sembunyi-sembunyi justru diduga digunakan untuk kepentingan lain tanpa sepengetahuan aparatur desa.

Hal ini bisa dilihat, baru beberapa bulan menjabat Kades Misman sudah naik stang bulat alias mobil.

“Coba lihat, minim kali pengerjaan pembangunan desa disini yang dikerjakan. Kalau pun itu dikerjakan, kebanyakan desa yang dibangun bukan desa prioritas utama, pemilihannya Kades dan para koleganya yang menentukan. Makanya banyak warga geram dan menganggap ada tebang pilih dalam pembangunan desa Tembung ini. Itu pun semua yang ngerjakan proyeknya dikerjakan kontraktor, tak ada lagi warga yang diikut sertakan,” ujar salah satu sumber yang mengaku pernah bekerja sebagai perangkat desa Tembung dan tak ingin namanya disebutkan.

Menurut sumber, sesuai ketentuannya, setiap ADD yang keluar seharusnya dalam pengerjaanya haruslah dirapatkan secara terbuka bersama warga dan aparat desa lainnya, sehingga pembangunan yang dikerjakan dapat transparan dan teratur demi kepentingan pemerataan pembangunan desa.

“Percuma, warga yang minta gang atau jalannya diperbaiki toh tidak akan digubris kades, karena tak ada musyawarah sama warga sebelumnya. Ini permainan korupsi yang sering dilakukan. Karena kalau kontraktor yang ngerjakan pasti Kades ada dapat fee dari setiap pengerjaan desa. Jadi wajar, kalau baru hitungan bulan menjabat pak kades bisa punya mobil, ya mungkin uangnya korupsi, kalau tak korupsi mana mungkin bisa beli mobil, beliau backgroundnya bukan pengusaha, hanya kepling dulunya,” tegasnya.

Disisi lain, isu yang beredar bahwa Kades Misman dinilai arogan. Bagi perangkat desa maupun kepling yang tak sejalan dengannya akan dipecat. Dari info yang didapat sudah ada beberapa kepling yang digantikan tanpa sebab.(TIM)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polres Padangsidimpuan Jadi Penengah, Perselisihan Warga Manunggang Julu dan Sigalangan Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Libur Lebaran Aman! AKBP Dr. Wira Prayatna Turun Langsung Patroli ke Pusat Keramaian dan Wisata Padangsidimpuan
Cerita Jumat Berkah di Asmat: Satgas Yonif 123/Rajawali dan Warga Duduk Satu Meja, Bangun Kebersamaan
Gagal Total! Sabu 11 Gram Disembunyikan di Popok Bayi Terbongkar di Lapas Gunung Tua
Cegah Kemacetan dan Gangguan Kamtibmas, Polres Palas Gelar Apel Pagi di Barumun
Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Halalbihalal Gubernur Sumut Bobby Nasution
komentar
beritaTerbaru