Kamis, 19 Maret 2026

Korban Tewas Banjir dan Longsor di Madina Terus Bertambah, Ini Jumlahnya

Administrator - Sabtu, 13 Oktober 2018 05:44 WIB
Korban Tewas Banjir dan Longsor di Madina Terus Bertambah, Ini Jumlahnya

Madina I Sumut24.co Kisah pilu terus menyelimuti Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Setelah beberapa pekan terakhir, kabupaten ini berkali-kali dikabarkan sejumlah sungai meluap dan mengakibatkan kampung terendam, pada Jumat kemarin (12/10), daerah ini kembali dilanda banjir dan longsor.

Baca Juga:

Musibah di Madina kali ini tergolong dahsyat. Bukan saja disebabkan ada korban meninggal, tapi terjangan banjir dan longsor ini hampir terjadi di semua kecamatan.

Sebenarnya pada Kamis malam (11/10), wilayah Kecamatan Panyabungan Utara, Madina sudah mengalami banjir. Yaitu di Desa Sukaramai dan Mompang Jae. Luapan air menggenangi sebagian rumah penduduk. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Selain itu, hampir semua kecamatan di wiayah pantai barat, antara lain kecamatan: Muara Batang Gadis, Lingga Bayu, dan Ranto Baek mengalami banjir dan longsor.

Korban meninggalkan paling banyak terjadi di  Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Madina. Di sini, sebuah sekolah madrasah dan puluhan rumah warga setempat tersapu banjir bandang yang membawa lumpur dan material berupa kayu besar.

Saat air bah datang anak-anak sedang melakukan aktivitas belajar-mengajar di madrasah desa tersebut. Tak ayal, 29 siswa ikut terbawa terjangan luapan air.

Dalam kondisi tak menentu, anak-anak itu berusaha menyelamatkan diri. Jumlah korban meninggal masih simpang siur, karena upaya pencarian masih terus dilakukan.

Namun, siswa yang belajar di madrasah itu ada sekitar 29 orang, ditambah dua guru. Seorang warga menyebutkan, hingga Sabtu pagi (13/10), masih ada belasan siswa belum diketahui nasibnya.

Seorang warga Ulu Pungkut menyebutkan, baru satu anak ditemukan dalam keadaan selamat, sementara 19 orang lainnya didapat sudah meregang nyawa.

Sehingga, diperkirakan masih ada sekitar 10-an orang lagi tertimbun longsor atau terbawa arus banjir.

Pihak terkait, polisi dan  dan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina belum merilis jumlah korban akibat banjir bandang di sejumlah kecamatan di kabupaten ini, sebab mereka masih fokus mencari korban yang belum diketahui nasibnya.

Sementara Puskesmas Muara Batang Gadis, Madina melaporkan, akibat longsor di Bukit Labonas, Singkuang, sudah ditemukan tiga warga tewas tertimbun tanah.Sebelas murid madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, meninggal dunia tertimpa bangunan yang hancur diterjang banjir bandang.

Kejadian ini terjadi pada Jumat (12/10/2018) sore, saat jam belajar masih berlangsung.

Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga pada Sabtu (13/10/2018) pukul 01.30 WIB dini hari, 11 orang meninggal dunia dan 3  orang ditemukan selamat dari 21 murid yang dinyatakan hilang sebelumnya.(red/tri/bhc)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Inalum Berangkatkan 140 Pemudik, Hadirkan Perjalanan Penuh Makna di Idul Fitri 2026
PKB Sergai Pererat Silaturahmi dengan Insan Pers Melalui Buka Puasa Bersama
Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Sekolah Tukang Ahli bagi Penyintas Bencana di Aceh Tengah
Wujudkan Suka Cita Lebaran, Ribuan Peserta Mudik Gratis PTPN IV PalmCo Resmi Diberangkatkan Serentak
Bukber PKB Sergai, Anggota DPRD Sumut Loso Mena Ajak Kades Perkuat Sinergi Pembangunan Desa
PC GP Ansor Kabupaten Langkat Tegaskan Solid di Bawah Satu Komando Ketua Umum
komentar
beritaTerbaru