Bupati Gus Irawan Tegaskan Tapsel Harus Perkuat Budaya Antikorupsi dan Manajemen Risiko
Bupati Gus Irawan Tegaskan Tapsel Harus Perkuat Budaya Antikorupsi dan Manajemen Risiko
kota
MEDAN I SUMUT24
Baca Juga:
Pembangunan Jembatan dan Drainase di Aek Gapuk KM 168, Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas, dinilai asal jadi. Pasalnya, baru beberapa bulan siap sudah rusak, ini menandakan pengerjaan proyek tersebut asal jadi. Padahal dana yang digelontorkan untuk proyek tersebut mencapai Rp 8,1 Miliar APBD Sumut tahun 2017.
“Kita menduga proyek tersebut tak sesuai spesifikasi, sehingga cepat rusak,” tegas Ketua Barisan Rakyat Pengamat Korupsi Otty S Batubara kepada SUMUT24, Kamis (19/4).
Menurut Otty, “Kita prihatin melihat kondisi jembatan dan drainase serta hotmix jalan Provinsi di Padang Lawas tersebut Kondisinya sudah mengalami rusak berat. Padahal jalan tersebut baru dibangun beberapa bulan yang lalu. Jalan yang dibangun 2017 itu aspalnya sudah banyak terkelupas dan bahkan sudah berlobang karena dinilai pengerjaannya tidak sesuai bestek dan spesifikasi,” ucapnya.
Anggaran yang dikucurkan ke pembangunan proyek Jembatan dan drainasen itu juga tidak sedikit, lebih dari Rp 8, 1 miliar. Semenata saat ini sudah hampir 30 persen rusak. Kalau kualitasnya bagus, tentu belum rusak dalam waktu beberapa bulan, sehingga saya menduga pengerjaan jalan tersebut asal-asalan,†ujar Otty.
Dalam hal ini Kejatisu harus mengusutnya, karena kalau dibiarkan bukan tidak mungkin setiap tahun akan terjadi sehingga rakyat yang selalu dirugikan. Ditambahkan Otty, Kejatisu sebagaibTP4D harus turun tangan untuk segera mengusut proyek pembangunan Jembatan dan drainase Provinsi di Sibuhuan berbiaya Rp8,1 miliar lebih.
Diduga pengerjaannya sarat dengan KKN (korupsi kolusi dan nepotisme). Karena dikerjakan asal jadi dan tidak bertahan lama. “Untuk memastikan hal itu, kita harapkan kepada aparat terkait segera melakukan pengusutan secara tuntas agar pelakunya dapat ditetapkan sebagai tersangka.Apalagi proyek jembatan yang anggarannya bersumber dari APBD Sumut TA 2017 tersebut,” kata Otty, baru dikerjakan sudah terjadi keretakan di sejumlah titik, sehingga diduga kualitasnya sangat rendah. proyek pembangunan jembatan provinsi tersebut diduga tidak sesuai bestek, sehingga muncul keretakan yang berpotensi membuat jembatan mudah ambruk alias tidak bertahan lama.
Sehingga perlu perhatian serius dari Dinas BMBK (Bina Marga dan Bina Konstruksi) Sumut, agar pengerjaan proyek tidak sembarangan.
“kita minta Dinas BMBK Sumut maupun aparat penegak hukum segera memanggil penyedia jasa PT Cipta Saudara, konsultan supervisi untuk mempertanggungjawabkan keberadaan proyek dimaksud, karena banyak kejanggalan dalam proyek tersebut sehingga harus secepatnya diusut tuntas,” tegasnya.
Sementara Itu Kontraktor Penyedia Jasa PT Cipta Saudara Pamostang Hutagalung yang dikonfirmasi membenarkan jalan, Jembatan dan drainase itu mulai rusak. “Itu memang masih tahap pemeliharaan selama satu tahun sehingga dalam waktu dekat akan kita turunkan tim untuk memperbaikinya,” ucapnya. (W03)
Bupati Gus Irawan Tegaskan Tapsel Harus Perkuat Budaya Antikorupsi dan Manajemen Risiko
kota
Putra Personel Polres Tapsel Cetak Prestasi Nasional, Gussa Oliver Jadi Paskibraka di Istana
kota
Tongkat Estafet Berganti, Herizal Yusuf Jadi Kalapas Baru Kelas IIB Padangsidimpuan
kota
Musim Kemarau, Bupati Palas Tekankan BPBD Siaga 24 Jam dan Alat Berat Jangan Sampai Rusak
kota
Polres Padang Lawas Dekat dengan Santri, Santunan Anak Yatim Warnai Silaturahmi di Masjid Al Amanah
kota
Membanggakan! Mahasiswa USU Asal Sidimpuan Ruly Vairuz Terpilih Ikuti Pertamina Youth Program 2026
kota
Firmanto, SE Tokoh Muda Selatan Kabupaten Solok Didapuk Jadi Pemateri Bimtek Teknis UMKM Berbasis Digital Angkatan II SeSolok Raya
kota
Penanaman Bawang Putih Serentak Nasional Digelar di Kabupaten Solok
kota
Ketum PB Pendawa Indonesia Terima Kunjungan Tokoh Pemerhati Kebangsaan dan Politik
kota
sumut24.co DeliserdangPerusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara melaksanakan kegiatan sosialisasi layanan tarif
Umum