Rabu, 19 Agustus 2026

Presiden, Gubsu, dan Sejumlah Menteri Shalat Jumat Di Masjid As Syuhada Stabat

Administrator - Jumat, 24 November 2017 12:30 WIB
Presiden, Gubsu, dan Sejumlah Menteri Shalat Jumat Di Masjid As Syuhada Stabat

STABAT | SUMUT24

Baca Juga:

Usai meresmikan Terminal Bandara Internasional Silangit, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang didampingi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menumpang helikopter bertolak dari Bandara Silangit, Siborong-borong, Tapanuli Utara menuju Langkat. Rombongan mendarat di Alun-alun Tengku Amir Hamzah, Stabat, Kabupaten Langkat, Jumat (24/11/2017) siang.

Turun dari helikopter, Jokowi langsung menunju Masjid As Syuhada persis di depan alun-alun dan rumah dinas Bupati Langkat Jl. Proklamasi, Stabat, untuk menunaikan shalat Jumat.

Presiden Jokowi dan Gubernur Sumut Tengku Erry langsung disambut Bupati Langkat Ngogesa Sitepu. Ribuan masyarakat Langkat, Binjai dan sekitarnya tumpah ruah memenuhi kawasan perkantoran Bupati Langkat di Stabat tersebut untuk menyaksikan Presiden Jokowi yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di Bumi Langkat ini.

Usai sholat Jumat, Presiden dan rombongan santap siang di salah satu rumah makan di Desa Perdamaian, tidak jauh dari Alun-alun Tengku Amir Hamzah, Kompleks Perkantoran Bupati Langkat.

Di Langkat, Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri akan membagikan ‘Kartu Sakti’ Indonesia Pintar dan Program Keluarga Harapan dilanjutkan dengan pembagian Sertifikat Tanah untuk masyarakat Langkat.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
UNPAB Gelar Wisuda Periode ke-76, Cetak Lulusan Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja
Dandim 0201/Medan Hadiri Jamuan Makan Malam Dengan Paskibraka Kota Medan
Polisi Gerebek Kafe Penjualan Pod Getar, 3 Remaja Diringkus di Jalan Darusalam Medan
Dosen Universitas HKBP Nommemsen Pematangsiantar Melaksanakan PKM di Desa Bangun
Pemko Pematangsiantar dan Kemenkum Sumut menandatangani Kerja Sama Pelayanan dan Pembangunan Hukum di Daerah
Melampaui Sekat Negara-Bangsa: Dekonstruksi Hukum Kewarganegaraan Menuju Kosmopolitanisme Universal
komentar
beritaTerbaru