Senin, 29 Juni 2026

Evi Diana: Disainer Harus Pertahankan Budaya Sumut

Administrator - Selasa, 24 Oktober 2017 02:19 WIB
Evi Diana: Disainer Harus Pertahankan Budaya Sumut

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Sebagai provinsi yang terdiri dari beragam suku, Sumatera Utara (Sumut) dinilai menjadi tempat unik di mana ada berbagai etnis yang memiliki kekhasan masing-masing, seperti dalam bentuk seni khususnya pakain. Karenanya para desainer diminta untuk mempertahankan karyanya yang menampilkan ciri dari Sumut.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumut Hj Evi Diana Erry Nuradi pada acara Medan Fashion Trend 2017 ‘Aquatic Fantasia’ yang digelar Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Medan bersama Dolling School, di Hotel JW Marriott Medan, Minggu (22/10) malam.

Hadir diantaranya Advisor IFC Chapter Medan Saurma Siahaan, Pimpinan Dolling School Nilawaty, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Sumut Alwin Sitorus, Kakanwil BI Sumut Arif Budi Santoso, Wakil Ketua DPD RI Prof Damayanti Lubis, dan sejumlah pengurus Dekranasda Sumut yang hadir.

Kegiatan ini lanjut Evi, untuk mengangkat keunikan Sumatera Utara yang diaplikasikan pada dunia fashion atau tekstil agar lebih dikenal oleh masyarakat luas hingga mancanegara. Apalagi Sumut memiliki ragam etnis terlebih lagi dilihat dari aspek budayanya. Keunikan dan keragaman dari budaya ini merupakan aset yang penting bagi masyarakat dan pemerintah.

“Karena itu setiap etnis diminta untuk tetap bertahan dengan budayanya dan hidup berdampingan memegang teguh prinsip saling menghargai. Hal ini perlu dipertahankan oleh masyarakat Sumatera Utara dan tidak terlepas dari fungsinya sebagai tempat mempersatukan,” sebut Evi.

Selain itu, juga kata Evi, menjadikan provinsi Sumatera Utara tumbuh sebagai daerah multietnis yang dikenal dengan keragaman budayanya. Kondisi ini yang kemudian dinamakan dengan potensial dari perbedaan yang terbukti manjur mengangkat keunikan sebuah daerah menarik peminat bagi kunjungan wisatawan dari luar provinsi dan mancanegara.

“Karena acara ini mengangkat keunikan budaya di Sumut pada dunia fashion atau tekstil dalam cakupan lebih luas. Ada proses pendidikan terutama mempromosikan Sumut dan khususnya Medan yang diperhitungkan dalam perkembangan fashion nusantara,” katanya.

Sementara Advisor Indonesia Fashion Chamber Medan Saurma Siahaan mengatakan, dalam pameran fashion hasil disain para disainer Sumut ini, mengambil tema dunia laut. Karena itu tema yang diambil bertajuk ‘Aquatic Fantasia’ yang menampilkan busana wanita hasil rancangan dari puluhan disainer.

“Keindahan laut menginspirasi Dolling School untuk mengeksplor berbagai hal yang menarik di dalamnya. Pilihan konsep yang beragama dari para siswa ini dipadukan dalam satu tema yang menarik dan membuat para undangan akan bertahan menyaksikan event fashion show terbesar di Sumut. Apalagi kali ini berkolaborasi dengan karya pengrajin batik motif Sumut, tenun ulos dan songket khas Sumut,” sebutnya.

Dalam kegaitan tersebut, juga diisi dengan pemberian piagam penghargaan kepada Gubernur Sumut, Ketua Dekranasda Sumut, dan tokoh lainnya oleh IFC. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
PLN Tingkatkan Kompetensi Digital Masyarakat Melalui Pelatihan Koding Dan Kecerdasan Artifisial di Asahan
PLN UIP SBU Perkuat Sinergi Dengan Media, Dukung Keterbukaan Informasi Pembangunan Ketenagalistrikan
Hutan Blok 14 Diduga Dijual dan Dialihfungsikan Jadi Sawit, Pengawasan Dinyatakan Lemah
Pdt Mangara Sinamo,M.Th Resmi Dilantik  Jadi Bishop GKPPD Masa Bakti Tahun 2026-2031
Pdt Mangara Sinamo,M.Th Resmi Dilantik  Jadi Bishop GKPPD Masa Bakti Tahun 2026-2031
UNIQLO KIDS, Pilihan Nikita Willy & Issa: Rekomendasi Pakaian Anak yang Nyaman untuk Keseharian Si Kecil
komentar
beritaTerbaru