MEDAN | SUMUT24
Baca Juga:
Beberapa Parpol sampai hari ini belum juga menentukan calon gubernur Sumatera Utara (cagubsu) dalam Pilgubsu 2018. Seperti Partai penguasa PDI Perjuangan belum juga menentukan cagubsunya. Begitujuga Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrat.
Pengamat Sosial Politik UMSU Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Senin (16/10) mengatakan, “dalam hal ini, Ketua Kelas (pimpinan parpol) mereka kan di Jakarta masih gagap dan galau. Itu menandakan oligarki sistem partai yang tak mengindahkan aspirasi lokal. Dan tingginya pengaruh faktor pemilu serentak 2019 yang sekaligus memilih presiden,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Shohibul Anshor, dengan begitu dapat disimpulkan ketegangan antara pendukung Jokowi dan oposisinya semakin mengeras. Hasilnya nanti akan mengerucut pada pasangan-pasangan calon yang akan mejadi bagian pemenangan untuk Jokowi dan pasangan-pasangan yang akan menjadi bagian dari anti Jokowi 2 periode.
Lebih lanjut dikatakannya, sepertinya juga partai sedang galau, karena minimnya kader yang akan diusung, sementara incumbent masih terlalu kuat. “Jadi parpol sangat hati-hati memunculkan dan mengusung calonnya menjadi pemenang. Pusat dan lokal lain pendapat dan selalu berseberangan, sehingga sewaktu menuai kekalahan masing-masing saling menyalahkan dan terjadinya saling berpindah partai dan lain sebagainya. Apalagi masyarakat kan tidak bodoh lagi, karena masyarakat bukan memilih partai, tapi sosok dan pigur yang memang pilihan masyarakat,” ujar Shohibul Anshor. (W03)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News