LP3SU Desak Wali Kota Medan Jangan Tunda Pembongkaran Bangunan di Atas Aset Pemko Di Contempo
LP3SU Desak Wali Kota Medan Jangan Tunda Pembongkaran Bangunan di Atas Aset Pemko Di Contempo
kota
MEDAN|SUMUT24
Baca Juga:
- LP3SU Desak Wali Kota Medan Jangan Tunda Pembongkaran Bangunan di Atas Aset Pemko Di Contempo
- Dorong Minat Mahasiswa Jadi Entrepreneur, UNPRI Gelar Talkshow Kewirausahaan Dan Teken MoU dengan 3 Perusahaan
- PLN Perkuat Kapasitas Masyarakat Sekitar PLTA Asahan 3 Melalui Pelatihan Agro-Elektro Organik Terpadu
Setelah Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) memeriksa Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut, Edie Rizliyanto. Kejatisu akan terus melakukan pemeriksaan kembali saksi selanjutnya atas kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kenderaan operasional dinas di Bank Sumut, senilai Rp 17 miliar, yang bersumber dari Rencana Anggaran Kerja (RAK) tahun 2013.
Hal itu diungkapkan Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) Novan Hadian saat dikonfirmasi, Kamis (28/1). Novan mengatakan pihaknya akan terus melanjutkan pemeriksaan saksi- saksi berikutnya dalam kasus ini.
“Kita akan periksa saksi berikutnya dan belum bisa kita pastikan ada berapa orang saksi nanti kita periksan kembali,” jelasnya.
Saat disinggung apakah pihak Kejatisu ada menargetkan ke depannya dalam kasus ini? “Kita targetkan pasti ada tapi kita belum pastikan bagaimana kedepannya. Yang pasti kita bakal periksa saksi lanjutan,” pungkas Novan.
Diketahui sebelumnya pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) memeriksa Direktur Utama (Dirut) Bank Sumut, Edie Rizliyanto Selain Edie Rizliyanto, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut, juga melakukan pemeriksaan terhadap Ester Ginting Direktur Pemasaran Bank Sumut. Kedua pejabat tinggi di Bank Sumut itu, diperiksa masih berstatus saksi.
“Jadi benar untuk tahap penyelidikan ini, perdana kita panggil dari pihak Bank Sumutnya. Nanti seluruh pejabat terkait kita panggil. Dan ini akan ada pemeriksaan lanjutannya sampai beberapa hari ke depan,†kata Novan membenarkan pemanggilan saksi.
Dari sumber yang dipercaya di Kejatisu, dalam penyidikan tersebut, penyidik Kejatisu mengusut kasus dugaan korupsi di Bank berplat merah itu, pada pengadaan kenderaan operasional sebanyak 294 unit.
“Ada 6 jenis mobil dalam pengadaan kendaraan dinas itu, yakni Camry, Pajero Sport, Innova, Toyota Rush, Avanza dan Xinea,” ungkapnya.
Kemudian, status dalam proses pengusutan kasus korupsi adalah penyidikan (DIK). Kini, penyidik tengah mendalami penyidikan untuk mengetahui keterlibatan para direksi Bank Sumut dalam korupsi mega proyek tersebut.
Tim penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejati Sumut, sedang membidik sejumlah petinggi di Bank Sumut untuk dijadikan tersangka. Namun, penyidik tengah melengkapi dua unsur alat bukti berupa keterangan saksi dan bukti-bukti.
“Penyidik Kejati Sumut sebentar lagi, mengumumkan nama-nama tersangka dalam kasus ini. Tidak lama lagi dan secepatnya diumumkan tunggu ajalah tanggal mainnya,” ujarnya.
Lanjut Sumber, bahwa tim penyidik sudah melakukan ekspos internal sehingga statusnya ditingkatkan dari penyeledikan ke penyidikan dalam kasus korupsi ini.”Mereka (penyidik,red) sudah melakukan ekspos internal juga,” jelasnya.
Dalam kasus ini, penyidik menaksir kerugian negara senilai Rp 3 miliar. Namun, untuk kepastian kerugian negara dalam kasus ini, penyidik akan melakukan kordinasi dengan tim auditor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Utara.
“Untuk modus dalam kasus ini, telah terjadi kemahalan (mark-up) uang sewa kenderaan dinas Bank Sumut. Namun penyidikan akan dikembangi lagi,” tuturnya.
Seharusnya, penyidik Kejati Sumut memeriksa lima saksi dari Bank Sumut, pada hari Senin (25/1) kemarin. Namun, kelima saksi mangkir dari pemanggilan penyidik untuk dimintai keterangannya.
“Tidak hadir 5 saksi itu, tapi penyidik akan menjadwal ulang pemeriksaan kelima saksi itu untuk dimintai keterangan,” pungkasnya.
Sayangnya saat ditanya soal perkembangan hasil pemeriksaan atas kasus tersebut, Novan tidak mau menjawab dengan dalih kasus masih dalam pendalaman penyidikan.
“Saya tidak dapat memberikan keterangan yang banyak, karena kini kasus tersebut masih dalam penyidikan yang mendalam,” ujarnya.
Untuk kepastian kerugian negara dalam kasus ini, penyidik akan melakukan kordinasi dengan tim auditor Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut. (iin/ton)
LP3SU Desak Wali Kota Medan Jangan Tunda Pembongkaran Bangunan di Atas Aset Pemko Di Contempo
kota
sumut24.co MEDAN, Dalam upaya mendorong minat mahasiswa menjadi entrepreneur, Career Entrepreneurship Development Centre (CEDC) Universitas
kota
sumut24.co TOBA, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) melalui Unit Pelaksana Proyek Sumatera Bagian Utar
News
sumut24.co Labuhanbatu , Mengedarkan narkoba, Tri Putra alias Putra (30) warga Dusun Suka Mulia, Desa Pondok Batu, Kecamatan Bilah Hulu, Ka
News
sumut24.co ASAHAN, Suasana semarak dan penuh semangat menyelimuti Stadion Mutiara Kisaran, Kabupaten Asahan, pada Jumat (26/6/2026). Sekita
News
sumut24.co Medan Wajib pajak yang berdomisili Kota Medan mengeluhkan sistem Coretax tampilan terbaru yang dan dikembangkan oleh Direktorat
Ekbis
Kuasa Hukum Medan Surati Kapolri, Ombudsman hingga Presiden Soal Dugaan Penggelapan Mobil
kota
Rotasi Besar di Polda Sumut, Dirkrimum Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh Pecah Bintang.
kota
PT Jasamarga Kualanamu Tol Pertahankan Kinerja Positif dan Perkuat Komitmen Keberlanjutan Sepanjang Tahun 2025
kota
Bentrok Mencekam di Areal PT Bridgestone Berujung Pembakaran Kendaraan.
kota