PPMDH TPI Medan Gelar Pesta Kuliner Kemerdekaan, Santri Diajak Jadi Generasi Penerus Bangsa
PPMDH TPI Medan Gelar Pesta Kuliner Kemerdekaan, Santri Diajak Jadi Generasi Penerus Bangsa
kota
Baca Juga:
SUMUT24 |Â Bupati Batubara Ok Arya Zulkarnaen yang tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah dinasnya terlihat saat diperiksa secara intensif penyidik di Gedung Ditreskrimsus Poldasu, Rabu (13/9).
Dari informasi yang diperoleh, OK Arya akan bermalam di Mapolda Sumut sebelum dibawa ke Kantor KPK di Jakarta.
“Memang betul mereka pinjam tempat di ruang Ditreskrimsus. Sampai kapan di Polda, kita belum tahu,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Rina Sari Ginting, Rabu (13/9) malam.
Tapi informasi lainnya, OK Arya dan keenam orang lainnya terbengakan langsung ke Jakarta menggunakan pesawat Batik Air.
Terkait kasus apa yang menjerat OK Arya, Rina enggan menjelaskan lebih rinci. Dia beralasan, hal itu bukanlah wewenang Polda Sumut, melainkan wewenang KPK. “Terkait apa dan siapa saja, kami tidak tahu menahu,” jelasnya. (W08)
OK Tamak
Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen di rumah dinasnya dan ini tentunya menambah catatan Rekor buruk di Sumut. Apalagi OK Arya tertangkap karena diduga terlibat transaksi uang haram, Rabu (13/9).
Perlu diketahui bahwa segala fasilitas yang diberikan negara, baik itu gaji dan lain sebagainya tentunya ditanggung oleh negara, namun, menurut Praktisi Hukum Asril Siregar SH, yang dimiliki oleh pejabat Sumut yang tertangkap oleh KPK adalah sipat Tamak dan Rakus oleh Uang.
“Tentunya segala fasilitas yang diberikan oleh negara Indonesia ini sudah lebih dari cukup untuk para pejabat-pejabat yang menjadi amanah rakyat Indonesia, namun kalau ditelusuri lebih dalam, mereka ini (OK Arya dan Pejabat lainnya) bukan soal Gaji, namun sipat Tamak dan Rakus ini yang dimiliki para Pejabat di Sumut ini,” bebernya kepada SUMUT24 melalui telepon selulernya, Rabu (13/9).
Lanjut lagi, terkait penangkapan OK Arya, menurut Asril, secara pribadi dirinya sangat mengapresiasi atas kinerja KPK. Namun hal ini juga merupakan pukulan keras bagi masyarakat Batubara, karena secara tidak langsung mereka pasti kena imbasnya atas perbuatan OK Arya ini. Terlebih lagi perbuatan anak OK Arya yang kemarin tersandung kasus Sabu-sabu, jelas ini merupakan gambaran bagi aparat penagak hukum agar lebih giat lagi menangani kasus yang mangkrak di Sumut ini.
“Saya sangat mengapresiasi atas kinerja KPK atas tertangkapnya OK Arya ini. Namun hal ini jelas merupakan pukulan keras bagi masyarakat Batubara yang secara tidak langsung juga kena imbas akibat perbuatan OK Arya ini, apalagi sebelum itu, anak Bupati Batubara ini juga tersandung kasus Sabu-sabu. Dan hal ini pasti membuat masyarakat Batubara terpukul,” ujarnya.
Tapi perlu diketahui, lanjut Asril, aparat penegak hukum seperti KPK ini, lebih giat lagi menangani kasus-kasus Korupsi yang Mangkrak di Sumut ini, karena banyak Pejabat di Sumut ini tersandung kasus Korupsi. Dan harapan Asril agar KPK, Jaksa, dan Polisi, lebih fokus ke kasus-kasus mangrak di Sumut ini. (C03)
PPMDH TPI Medan Gelar Pesta Kuliner Kemerdekaan, Santri Diajak Jadi Generasi Penerus Bangsa
kota
Di India Jumhur Sayangkan Negara Besar Mundur dari Tanggungjawab Kolektif Pulihkan Lingkungan
News
Momen Kebangsaan Jokowi, Prabowo dan Gibran dalam Satu Bingkai
News
Medan sumut24.co Kemeriahan dan gelak tawa mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggara
kota
HUT RI ke81, Pemkab Solok Gelar Beragam Lomba AntarOPD
kota
Resmi Peroleh SKT di Kesbangpol Sumut, Ketua DPW FP NTT Kami Siap Berkolaborasi
News
Polda Sumut Berangkatkan 25 Ton Bantuan Kemanusiaan Tahap Pertama untuk Korban Gempa NTT
kota
Wayang &ldquoAbiyasa Madeg Brahmana&rdquo Tandai Purna Tugas Prof. Dr. Lasiyo di Fakultas Filsafat UGM
kota
Spanduk &ldquoIrsyadi dan KroniKroninya Kuasai Pemerintah Aceh&rdquo Muncul di Simpang Surabaya
News
Medan sumut24.co Semangat dan semarak kemerdekaan Indonesia tahun ini turut hadir dalam perkembangan mobilitas masa depan. Di tengah momen
Ekbis