Sabtu, 14 Februari 2026

14 Tahun Kasus Pembunuhan Alm Hasan Samosir Diduga Mangkrak, Penyidik Polres Samosir Di Propamkan

Administrator - Selasa, 04 April 2023 15:30 WIB
14 Tahun Kasus Pembunuhan Alm Hasan Samosir Diduga Mangkrak, Penyidik Polres Samosir Di Propamkan

MEDAN | SUMUT24.co

Baca Juga:

Dua orang wanita bernama, Risda br Sialagan dan Nesti br Samosir bersama seoraang pria bernama, RE Samosir, Senin (4/3/2023) siang pukul 13.00 Wib, mendatangi Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu).

Kedatangan ketiganya ini yang masih ada hubungan keluarga untuk meminta keadilan penangan proses hukum yang ditangani pihak Polres Samosir atas kasus pembunuhan terhadap, Hasan Samosir suami dari, Risda Sialagan 14 tahun lalu tepatnya di tahun 2009 yang ditemukan istri korban di samping rumahnya, Jln Parluasan, Desa Tomok Parsaoran, Kec. Simanindo, Kab. Samosir.

Mereka, Risda Sialagan (istri Alm Hasan Samosir) dan, Nesti Samoair (kakak Alm Hasan Samoair) serta RE Samoair (abang Alm Hasan Samoair) ke Polda Sumut untuk melaporkan kasus pembunuhan 14 tahun silam ke Propam Polda Sumut dan Ditreskrimum Polda Sumut.

Kakak Alm Hasan Samoir,  Nesti br Samosir bersama, Risda br Sialagan dan RE Samosir kepada wartawan dengan menunjukan tanda lapor STPL/59/IV/2023/Propam usai keluar dari ruangan pelayanan Propam polda Sumut berharap kasus pembunuhan Alm Hasan Samosir mendapat titik terang.

“Kedatangan kami untuk meminta keadilan atas proses penanganan terbunuhnya adik saya, Hasan Samoair pada 14 tahun lalu di tahun 2009 yang menurt penilaian dan dugaan kami kasusnya jalan ditempat dan mangkrak ditangani pihak penyidik Polres Samosir,” ucap Nesti br Samosir dengan nada kesal.

Masih di jelaskan Nesti, dalam perjalanan kasus tersebut, oleh penyidik Polres Samosir  sudah menetapkan ada yang menjadi tersangka dan otak pelaku.

“Kasus ini sudah memakan, waktu, tenaga dan fikiran kami sebagai keluarga korban. Tetapi, penangan dilakukan pihak Polres Samosir yang sudah 14 tahun lamanya hingga sudah 5 (lima) Kapolres Samosir berganti terkesan diendapkan,” ujar Nesti yang berurai air mata.

RE Samosir abang Alm Hasan Samosir menambahkan bahwa, dengan sudah melaporkan penangan kasus ini agar ditarik dan ditangani oleh pihak, Ditreskrimum Polda Sumut agar para penyidik Polres Samosir yang menangani kasus tersebut ke Propam Polda Sumut.

“Tujuan laporan ini agar penangan kasus terbunuhnya adik kamiagar ditangani Ditreskrimum Polda Sumut. Kami juga melaporkan penyidik dari Polsek Simanindo dan dari Polres Samosir ke Propam Polda Sumut karena kami menilai tidak profesional dalam menangani kasus ini,” ucapnya.

Masih di Mapolda Sumut tepatnya didepan Gedung/Mako Propam Polda Sumut istri korban, Risda br Siallagan sangat berharap penuh agar kasus yang menimpa suaminya ditindak lanjuti Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak agar terungkap secara jelas.

“Dengan terbengkalainnya kasus kematian suami saya karena dibunuh 14 tahun silam yang ditangani penyidik Polres Samosir, saya sangat berharap ketegasan bapak Kapolda Sumut agar segera terungkap dan para pelaku dirangkap dan di proses sesuai hukum dan undang undang yang berlaku,” sebut Risda br Sialagan.

Dibeberkan istri korban, saat suaminya terbunuh, kondisi ke 7 orang anaknya masih kecil-kecil. Dan sekarang ini anak sudah ada yang menikah, namun kasus ini masih tidak ada kejelasan.

“Saya memohon kepada bapak Kapolda Sumut agar mengungkap kasus ini. Para tersangka sudah diketahui namun tidak ada niatan dari penyidik Polsek Simanindo dan Polres Samosir untuk menangkap para tersangka,” sebutnya.

Menyikapi hal itu, ketua DPP LSM PAKAR Indonesia, Atan Gantar Gultom menyampaikan rasa perihatinnya atas kasus yang dialami keluarga korban selama proses pelaporan hingga sampai 14 tahun tidak terungkap.

Lanjut Atan, dengan mendengar dari keluarga korban denga kronologis korban terbunuh dan kondisi istri korban beserta anak anaknya paska Alm Hasan Samosir meninggal, Atan menilai sangat miris.

“Mendengar 14 tahun kasus terbunuhnya korban (Hasan Samosir) tidak kunjung selesai yang ditangani penyidik Polsek Simanindo dan Polres Samosir saya menduga sepertinya ada unsur pembiaran kasus ini dipeti-eskan,” ungkapnya sembari menyatakan mengutuk keras oknum penyidik yang tidak serius menangani kasus tersebut.

“Penyidik Polsek Simanindo dan Polres Samosir tidak becus menangani kasus ini dan ini patut dicurigai, kenapa kasus ini mangkrak dan terbengkalai,” ucapnya dan berharap dengan dilapornya kasus ini ke Polda Sumut bisa terungkap dengan jelas.

Atan juga berjanji, atas nama LSM PAKAR akan meneruskan kasus ini ke Kapolri, Kompolnas, Kemenkumham dan Presiden.

“Kita terus mengawal kasus ini hingga terungkap. Kita akan melapokan kasus ini juga ke Kapolri, Kompolnas, Kemenkumham dan Presiden. Dan bila perlu kita akan turunkan massa untuk menggelar aksi damai agar kasus ini segera selesai,” ujarnya.

Untuk penyegaran, diketahui kasus pembunuhan, Hasan Samosir telah dilaporkan ke Polsek Simanindo dengan nomor LP/24/IV/2009/SMR tertanggal 1 April 2009.

Dalam proses penyidikan, Polsek Simanindo telah menetapkan pelaku pembunuhan inisial E alias B, JM, LS serta para tersangka yang ikut menyembunyikan para pelaku, inisial ES, AS, JN dan KS.

Untuk para pelaku pembunuhan dikenakan pasal 351 ayat 3 yo 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan untuk tersangka yang ikut menyembunyikan para pelaku dikenakan pasal 221 yo 55 KUHPidana dengan ancaman 4 tahun penjara.(W02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
beritaTerkait
PT.Japfa aksi Peduli Penanganan Sampah Bersama Masyarakat Di Danau Toba.
Penyidik Polres Batubara Diduga Alergi Wartawan Ditanya Soal Junaini Ditetapkan Tersangka, Halomoan Gultom : Gak Ada Hak Bapak Tanyakan Itu
Kadis Kesehatan drg Irma Suryani MKM mencanangkan Kesatuan Gerak PKK KB
Kejatisu Pastikan Soal Dugaan Korupsi PUPR Sumut Tuntas,   Mulai Kepemimpinan Bambang Pardede & Marlindo Harahap jadi sorotan
Ketua Pewarta Berikan Baju Kebesaran ke Kasi Humas dan Kanit Paminal Polrestabes Medan
Jumat Barokah dan Sambut HUT ke-7 Pewarta.co, Ketua Pewarta Bagi-bagi Sembako ke Pengemudi Betor dan Jukir
komentar
beritaTerbaru