Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
Medan | SUMUT24 Dewan Perwakilan Rakyat Sumatera Utara (DPRD Sumut) meminta Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), agar segera memanggil Bupati Nias Selatan, Hilarius Duha terkait ciuman massal yang dilakukan aparat sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS) di muka umum, saat merayakan hari Valentine pada 14 Februari 2017 lalu. Hal itu ditegaskan Anggota DPRDSU, Sutrisno Pangaribuan ST kepada SUMUT24, Senin (20/2), saat dimintai tanggapannya terkait adegan ciuman dikalangan PNS Pemkab Nisel tersebut.
Baca Juga:
“Kita minta agar Gubernur Sumatera Utara segera manggil Bupati Nisel Dr. Hilarius Duha, SH.,MH untuk mempertanyakan aksi ciuman massal yang dilakukan para ASN dilingkungan pemerintahan Pemkab Nisel,” ujar Sutrisno Pangaribuan.
Menurut Sutrisno, kejadian kini menjadi viral dan tidak layak dipertontonkan di depan publik karena masalah ciuman bibir di depan umum masih merupakan hal yang tabu (dilarang, red) dalam masyarakat kita.
“Itu sangat berdampak terhadap masyarakat dan itu sangat memalukan. Kita juga heran, malah Bupati pun ikut merestui tindakan itu,” katanya.
Dikatakannya lagi, apabila Gubernur tidak segera memanggil Bupati maka kita DPRD Sumut melalui komisi A akan memanggil Bupati Nisel.
“Jadi kita lihat dulu bagaimana gubernur menyikapi hal itu, sepatutnya gubernur melakukan pemanggilan karena dia selalu pembina bagi bupati-bupati di Sumatera Utara. Dan bukan tidak mungkin peristiwa itu, kita selaku wakil rakyat akan menggunakan hak-hak yang melekat pada kita, bisa interpelasi atau juga hak angket akan kita lakukan kepada Bupati Nisel,” ujar wakil bendahara PDIP itu menegaskan.
Pegawai Tak Beradat
Kecaman keras yang sama juga dilontarkan Pengurus Muhammadiyah Sumatera Utara Rafdinal S.sos MAP kepada SUMUT24, Senin (20/2). “Tindakan ASN melakukan hal tak senonoh, apalagi di depan umum adalah tindakan tersebut jelas tindakan yang tidak mencerminkan nilai norma sosial etika dan moral yang baik. Meskipin dengn alasan kasih sayang. “Sepertinya pegawai tersebut tak beradat,” tegas Rafdinal.
Menurutnya, ada beberapa alasan akibat hal tersebut, Prilaku mengumbar kemesraan di depan umum bagi masyarakat kita jelas bukan sesuatu yang baik. Tapi justru melanggar nilai adat sopan santun serta norma susila budaya dan jelas agama.
Perbuatan itu dilakukan dalam suasana kerja jelas ini melanggar kode etik Pelayanan publik yang seharusnya mendahulukan kepentingan publik. Aparat dan pejabat publik itu harus jadi tauladan dan Contoh buat masyarakat, hal Ini jelas tidak menunjukkan sikap ketauladanan.
“Karena itu. Kita minta Gubsu HT Erry Nuradi Msi segera menegur Bupati Nisel Dr. Hilarius Duha, SH.,MH dan minta DPRD Nisel panggil Bupati, untuk diminta penjelasan dan klarifikasinya,” tegas Rafdinal.
“Bupati Nisel Hilarius Duha harus dipanggil, karena menghalalkan tindakan yang melanggar etika dihadapan publik, apalagi sudah tersebar di media sosial jagat raya (pembicaraan nasional),” tegas Rafdinal. (W01/W03)
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota
Bank Sumut Luncurkan QResto, Inovasi Digital Bersama Pemkab Deli Serdang untuk Optimalkan Pajak Daerah
kota
Sutrisno Pangaribuan Tuduhan Aksi Mahasiswa Dibayar Hanya Upaya Memecah Gerakan
kota
Strategi Komunikasi Pemerintah Menjaga Narasi, Menjaga Kepercayaan Publik
kota
Pabrik Sepatu Yumeida di Purwodadi Sunggal Terbakar
kota
Taekwondo Championship Sumut 2026 Digelar, Bidik Bibit Atlet Menuju Asian Championship dan Porprov
kota