Sabtu, 22 Agustus 2026

Murid SMPN 2 Silau Jawa Belajar Di Lantai, Mursaid : Terkadang Diatas pohon bahkan Bisa juga Dibawah Pohon"

Administrator - Senin, 05 September 2022 16:18 WIB
Murid SMPN 2 Silau Jawa Belajar Di Lantai, Mursaid : Terkadang Diatas pohon bahkan Bisa juga Dibawah Pohon

ASAHAN I SUMUT24.co

Baca Juga:

Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Kabupaten Asahan Sumatera Utara tidak terkejut dengan pemberitaan, adanya Murid-murid di SMPN 2 Silau Jawa Kecamatan Bandar Pasir Mandoge Kabupaten Asahan yang duduk bersila dilantai saat mengikuti mata pelajaran yang sedang berlangsung.

Mursaid selaku Kabid Dinas Dikjar yang membawahi SMP se-kabupaten Asahan saat di konfirmasi lewat telpon oleh awak Media, Senin (05/09/2022), dengan mengatakan, “hal yang biasanya itu bang, namanya juga belajar Agama terkadang dilantai terkadang juga diatas pohon bahkan bisa juga dibawah pohon, kan dalam satu hari murid-murid yang mengikuti mata pelajaran Agama paling lama cuma dua jam saja,” ucap Mursaid dari ujung telpon.

Diduga Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Asahan tidak peka dengan apa yang sudah terjadi di wilayah kerjanya, bagaimana mungkin anak didik yang belajar Agama dilantai yang sudah dialami bertahun dianggap hal yang wajar, bahkan ironisnya anak didik diruangan dianggap sedang mengikuti kegiatan pecinta alam dengan mengumpamakan duduk dibawah pohon.

Sebelumnya Zahrilla, S.Ag selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Silau Jawa saat dikonfirmasi oleh awak Media sudah mengakui jika tidak ada uang untuk membeli meja dan kursi sebanyak 20 set untuk anak didiknya yang mengikuti mata pelajaran agama, “saya baru delapan bulan menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMPN 2 Silau Jawa, apalah yang bisa saya berbuat dengan waktu delapan bulan, dan saya tidak ada uang untuk membeli meja dan kursi sedangkan uang saya untuk memperbaiki MCK saja belum ada kembali,” ucapnya.

Dari jawaban Kepala Sekolah SMPN 2 Silau Jawa dengan jawaban Kabid Dikjar bagian SMP sangatlah tidak sinergi, sehingga ada dugaan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Asahan tidak memahami permasalahan yang timbul di wilayah kerjanya, bagaimana mungkin dimasa NKRI yang sudah merdeka 77 tahun lamanya namun sistem belajar yang terkesan ala tempo dulu dianggap hal wajar.

Sementara para orang tua murid sudah sangat mengeluh dengan adanya pengaduan anaknya yang tidak konsentrasi saat belajar agama karena duduknya dilantai, seperti ungkapan N. Sibuea yang mengatakan “Saya selaku org tua murid sangat prihatin melihat anak saya belajar dilantai, terus saya berpikir semakin tahun katanya zaman semakin modern dan semakin canggih, ada dana BOS segala, lantas kenapa semakin bobrok pula peralatan sekolah,” ungkapnya. (tec)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Program Bakti TNI Rehab Gedung SMP Negeri 7 Susua di Hiliwaebu Terus Dikebut, Progres Capai 79 Persen
Karhutla di Desa Sei Sentang, Dua Titik Lahan Gambut Terpantau dari Aplikasi Hotspot
Bawa Dokumen Resmi Tapi Ditangkap, Penyidik Gakkum Kehutanan Diduga Intimidasi Sopir Truk*
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
Wali Kota Menyambut hangat kehadiran Rektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan  Pemko  Siantar
Dr. Hendra Gunawan Pimpin PSI Asahan : Optimis Sasarkan 5 Kursi DPRD, Terbuka untuk Semua Elemen Masyarakat
komentar
beritaTerbaru