Sabtu, 14 Maret 2026

Hasil Sidak Komisi D DPRD Medan, Podomoro Diduga Bangun Drainase Tanpa Izin

Administrator - Selasa, 31 Januari 2017 22:41 WIB
Hasil Sidak Komisi D DPRD Medan, Podomoro Diduga Bangun Drainase Tanpa Izin

MEDAN|SUMUT24

Baca Juga:

Komisi D DPRD Medan, inspeksi mendadak (sidak) ke bangunan mega Proyek Podomoro Deli City yang diduga membangun drainase dan memakan badan jalan atau diluar ketentuan dan aturan yang ditetapkan Pemko Medan, Selasa (31/1).

Dalam inspeksi mendadak tersebut langsung dipimpin Ketua Komisi D, Sahat Simbolon. Pihaknya meminta Pemko Medan dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Medan, untuk mengeluarkan surat pemberhentian pengerjaan pembuatan drainase atau gorong-gorong yang berada persis di sisi timur mega proyek Podomoro Deli City Medan di Jalan Putri Hijau.

Dikhawatirkan, ujar Sahat, keberadaannya akan makin memperparah kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut, lantaran adanya pengerjaan pembangunan mega proyek Podomoro.

Anggota Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong, mempertanyakan keberadaan drainase yang diduga dibuat oleh pihak Podomoro.

Menurut politisi Demokrat itu, secara fakta bahwa pembuatan drainase sepanjang 3-4 meter yang dilakukan oleh pihak Podomoro telah melanggar aturan.

Apalagi, alasan pihak Podomoro yang menyebutkan bahwa pembuatan drainase itu merupakan pengorekan dari drainase sebelumnya (existing, red) dinilai telah mengelabui Pemko Medan dalam hal ini Dinas PU.

“Sebab, berdasarkan pantauan kami, tampak jelas bahwa pembuatan drainase itu merupakan pembuatan drainase baru, itu terlihat dari dijumpai pipa gas dan kabel telepon. Dan keberadaannya juga memakan badan jalan,” ungkap Parlaungan yang juga diamini oleh anggota Komisi D lainnya, Godfried Effendi Lubis.

Untuk itu, kata Ketua Komisi D Sahat Simbolon, pihaknya akan segera melakukan pemanggilan kepada pihak Podomoro City, Dinas PU Medan, pihak Telkom serta Perusahaan Gas Nasional (PGN).

“Ya, ini kita akan lakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak-pihak terkait pembuatan drainase tersebut,” katanya penuh kesal.

Sementara Kepala Seksi (Kasi) Pemeliharaan Drainase dan Gorong Gorong Dinas PU Medan, Sugrioto, mengatakan pihaknya akan melaporkan temuan anggota DPRD Medan itu kepada pimpinannya.

“Ya nanti temuan ini akan saya sampaikan ke pimpinan (Kadis PU, red),” katanya sembari menyebutkan siap untuk melakukan kaji ulang pembuatan drainase tersebut.

Pro Kontra Sidak Dewan di Medos

Ternyata, niat baik yang dilakukan Komisi D DPRD Medan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke bangunan mega Proyek Podomoro Deli City karena diduga membangun drainase dan memakan badan jalan atau diluar ketentuan dan aturan yang ditetapkan Pemko Medan, Selasa (31/1), langsung mendapat beragam komentar dari para netizen.

Ada yang pro (mendukung), ada juga yang nyeleneh alias menduga-duga dan ada komen yang datar dan sebagian lagi justru memberi pendapat miring di media sosial yakni facebook (FB).

Seperti postingan dari netizen Lilik Riadi : “anggota komisi D datang k PODOMORO. Namun, sayang dicuekin pihak managemen… siapa ya. yg perlu disalahkan..”

Postingan lainnya, dari netizen yang memiliki akum bernama Irwansyah Dmounthe. “Anggota dewannyalah kenapa mau dicuekin.”

Postingan lannnya dari pemilik akun Ahmad Faisal Nasution. “Udah setor apa gak di cueki,., modus aja komisi tu.”

Dari akun milik Simele Kete. “Hahhaaaha, banyak kurang banyak x ketua…knp baru sekarang ke podomoro?? Dari pertama pembangunan podomoporo knp gak diributi??? Wakakak anggota dewan modus …”

Sementara itu, pemilik akun bernama Drs Godfried Effendi Lubis menuslis postingan yang berbeda dari yang lain dan isinya lebih sejuk. “Kawan kawan kita datang ke PODOMORO bukan karena Modus. Memang itu TUPOKSI kita Komisi D. Kita tdk memperoleh apa apa dari mereka. Kita akan panggil RDP. Ya kan bang Lilik Riadi,” tulis Drs Godfried Effendi Lubis.

Kembali lagi pemilik akun bernama Ahmad Faisal Nasution menulis. “Mau berapa x RDP bg.. Putusan MA juga udah Turun bg godfried.. Asumsi masyarakat apa gak modus bg hahaha……Demo juga gak habis2 dari masyarakat kok gak modus apa coba,, atau memang gak ada kemampuan DPRD Medan itu kekuatannya bg biar masyarakat nyatu bongkar bangunan Podomoro Abg yg pimpin gimana? Biar dapil 1 bagus suara Abg,” tulis pemilik akun ini. (R02)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Perda Tanah Ulayat dan Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Harus Segera Diimplementasikan di Mandailing Natal
Kebakaran di Lorong I Kel Hamdan Maimun 5 Rumah Penduduk Ludes Jadi Abu.
Pembunuhan Wanita dalam Kontainer Digelar 40 Adegan
Ramadan Penuh Berkah, IKA UNPAB Gelar Buka Puasa Bersama dan Aksi Berbagi Takjil
PLN Pastikan Kesiapsiagaan Sistem Kelistrikan Sumatera Utara Selama Ramadan Hingga Idulfitri 1447 H
Bupati Didampingi Wakil Bupati Asahan Hadiri Santunan Anak Yatim dan Buka Puasa Bersama Dinas Kesehatan
komentar
beritaTerbaru