Baca Juga:
Catatan : Ali Sati Nasution.
SOSOK Anwar Nasution, lebih dikenal Prof. Dr. Anwar Nasution adalah tokoh satu-satunya dari keturu-nan Sibaroar Nasakti Gelar Sutan Diaru yang mendapat gelar bangsawan dari Istana Kerajaan Pagar Ruyung.
Pada tahun 2006, Anwar Nasution memperoleh gelar Yang Dipertuan Tuanku Raja Pinayungan Nan Sati, sebagai pewaris keturunan Raja Pagar Ruyung Minangkabau yang telah bermigrasi ke Mandailing sejak abad ke-16. Anwar Nasution adalah generasi ke-16 dari Batara Gurga Pinayungan Tuanku Raja Nan Sakti.
Sejak 16 silam, hingga sekarang tidak ada pihak manapun yang meragukan kesyahihan penganu-grahan gelar Yang Dipertuan Tuanku Raja Pinayu-ngan Nan Sati untuk Anwar Nasution.
Bila dirunut dari Tarombo marga Nasution, Anwar Nasution (lahir 5 Agustus 1942) di Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan adalah seorang ahli ekonomi Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) sebelum menjabat Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Indonesia (BPK).
Putra terbaik bangsa, kelahiran lembah Sibualbuali Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara (masa pendudukan Jepang), ketika itu adalah masa sulit.
Anwar adalah generasi ke-16 dari Gurga Pinayu-ngan Tuanku Raja Nan Sakti. Gurga Pinayungan adalah ayah Sibaroar Nasakti. Setelah merantau ke Mandailing kembali lagi ke Pagar Ruyung.
Setelah lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1968, Anwar melanjutkan studi dan meraih gelar Ph.D bidang ekonomi di Universitas Tufts, Medford, Massachusetts, Amerika Serikat pada tahun 1982. Sebelumnya, beliau sudah memperoleh gelar master di bidang Administrasi Publik dari The Kennedy School of Goverment, Harvard University, Massachusetts, Amerika Serikat pada tahun 1973.
Dari tahun 1998-1999, beliau menjabat sebagai Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, kemudian dipercaya mengurus bank sentral negara dengan menjabat Deputi Senior Bank Indonesia pada tahun 1999-2004. Kariernya berlanjut dengan menjabat Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sejak tahun 2004.
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)Â Anwar Nasution tak canggung mengenakan pakaian khas Raja Pagaruyung, Batusangkar, Sumatera Barat. Bak raja dan ratu, Anwar bersama sang istri, Yuna Anwar, duduk di singgasana raja Istana Silunduang Bulan, ketika itu. Keduanya siap menerima gelar Sangsoko Adat.
Anwar mendapat sebutan Yang Dipertuan Tuanku Raja Pinayungan Nan Sati, dan istrinya diberi gelar Puan Puti Ratna Gumala. Wartawan Gatra Fachrul Rasyid HF melaporkan, prosesi pemberian gelar itu berlangsung meriah dengan tamu melimpah.
Selain para kepala daerah se-Sumatera Barat, hadir sejumlah menteri dan duta besar negara sahabat.
Bagi Anwar, gelar dari Istana Pagaruyung itu bukan sekadar kehormatan. Marga Nasution punya hubu-ngan kekerabatan dengan Kerajaan Pagaruyung sejak abad ke-16. Sejarah panjang ini bermula dari kisah putra mahkota Batara Gurga Pinayungan Tuanku Raja Nan Sakti, yang berhasil menghentikan perang antar kampung.
Ia akhirnya diangkat menjadi raja di wilayah itu. Penduduk setempat menyebut keluarga Gurga Raja Nan Sakti dengan Nan-Sati-On, yang kemudian jadi nama marga Nasution.
Anwar adalah generasi ke-16 dari Gurga Pinayu-ngan Tuanku Raja Nan Sakti atau generasi ke-15 dari Sibaroar Gelar Sutan Diaru. Pemberian gelar ini, menurut Anwar, menjadi penyambung kembali pertalian darah kekeluargaan.*
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News