Sabtu, 22 Agustus 2026

Pelestarian Bhineka Tunggal Ika, LAMR Jadi Narasumber di Kesbangpol Riau

Administrator - Rabu, 27 Juli 2022 14:43 WIB
Pelestarian Bhineka Tunggal Ika, LAMR Jadi Narasumber di Kesbangpol Riau

9Pekanbaru, – Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (Ketum DPH LAMR) Provinsi Riau, Datuk Seri Drs. H. Taufik Ikram Jamil, M.I.Kom, menjadi narasumber dalam pelestarian Bhineka Tunggal Ika, yang ditaja Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Riau, Selasa lalu. Selain itu, ada Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Riau, Drs.H.Auni M Noor, M.Si.

Baca Juga:

Dalam pemaparannya, Datuk Seri Taufik mengatakan bahwa Melayu Riau tidak ada masalah dengan Bhineka Tunggal Ika. Dari namanya saja, Melayu merujuk pada sifat tidak menyombongkan diri, bukan kepada darah yang mengalir dalam tubuh seseorang. Hal ini dipertegas pula dalam tunjuk ajar Melayu yang meletakkan persatuan di tengah perbedaan menjadi kepribadian Melayu.

“Tapi itu bukan berarti semuanya berjalan serba lancar, justru jika terjadi suatu kejanggalan, dapat kembali merajut kebesamaan dalam suatu tekad untuk maju bersama-sama secara lebih intim,” kata Taufik seraya mengutip ungkapan adat: Ketuku batang ketakal, kedua si padi mayang, sesuku kita seasal, senenek kita semoyang.

Begitu juga dipandang dari sejarah peradaban Melayu itu sendiri. Sudah lama, kawasan ini berada di tempat yang terbuka dengan membuka diri bagi segala sesuatu dari luar untuk diolah sedimikoan rupa menjadi Melayu. “Dasar nilainya memang tradisi dan Islam dengan mengutamakan Islam, sehingga tradisi harus ditinggalkan jika bertentangan dengan Islam,” katanya.

Meskipun demikian, Melayu dapat menerima perbedaan termasuk dalam hal agama karena iman seorang Islam pun menuntut untuk menghormati sesama manusia. “Apa tanda Melayu beriman, sesama manusia ia berkawan,”tambah Taufik.

Sementara itu, Ketua FPK Riau Drs.H Auni M Noor mengatakan perbedaan itu indah, berbeda itu wajar dan menjadi tak sama adalah hak. “Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak etnis dan budaya. Sehingga memungkinkan adanya perpecahan. Untuk menyiasati agar tidak terjadi hal ini seluruh masyarakat untuk memupuk komitmen dalam keberagaman. Komitmen persatuan Indonesia yaitu semboyan Bhineka Tunggal Ika,” katanya.

Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Riau, Perwakilan pemuda dan Perwakilan pemuda Pancasila. Ikut hadir Kepala Bakesbangpol Provinsi Riau, Jenri Salmon Ginting, AP, M.Si, Sekretaris Bakesbangpol Drs.H.Achirunnas, Kabid Idiologi dan Wawasan Kebangsaan, Sri Perti Haryanti, S.Pd.

Sementara itu, Ketua FPK Riau Drs.H Auni M Noor mengatakan perbedaan itu indah, berbeda itu wajar dan menjadi tak sama adalah hak. “Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak etnis dan budaya. Sehingga memungkinkan adanya perpecahan. Untuk menyiasati agar tidak terjadi hal ini seluruh masyarakat untuk memupuk komitmen dalam keberagaman. Komitmen persatuan Indonesia yaitu semboyan Bhineka Tunggal Ika,” katanya.

Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Riau, Perwakilan pemuda dan Perwakilan pemuda Pancasila. Ikut hadir Kepala Bakesbangpol Provinsi Riau, Jenri Salmon Ginting, AP, M.Si, Sekretaris Bakesbangpol Drs.H.Achirunnas, Kabid Idiologi dan Wawasan Kebangsaan, Sri Perti Haryanti, S.Pd.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sambut Milad ke-27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
Sekjen DPP AMPI Apresiasi Capaian Pemerintahan Prabowo dalam 21 Bulan
Soal Dugaan Penyaluran TKI Ilegal Memasuki Babak Baru, S Alias Nino Bungkam Dikonfirmasi Setelah Dipanggil Pihak Polda Sumut
Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus: DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
Kapuskes TNI Pimpin Delegasi Kesehatan TNI Hadiri Bilateral Thainesia ke 10 tahun 2026 di Thailand
Program Bakti TNI Rehab Gedung SMP Negeri 7 Susua di Hiliwaebu Terus Dikebut, Progres Capai 79 Persen
komentar
beritaTerbaru