Sabtu, 22 Agustus 2026

Pengadaan Helikopter Rp 739 Miliar, KPK Tetapkan IKN Tersangka Korupsi, Ini Jumlahnya

Administrator - Rabu, 25 Mei 2022 14:13 WIB
Pengadaan Helikopter Rp 739 Miliar, KPK Tetapkan IKN Tersangka Korupsi, Ini Jumlahnya

Jakarta I Sumut24.co Komisi Pemberantasan Korupsi menahan tersangka kasus dugaan korupsi pembelian helikopter Augusta Westland (AW)-101 Irfan Kurnia Saleh alias Jhon Irfan Kenway.

Baca Juga:

Upaya paksa dilakukan setelah Direktur PT Diratama Jaya Mandiri dan Pengendali PT Karsa Cipta Gemilang itu menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Selasa (24/5).

“Tim penyidik melakukan upaya paksa terhadap IKS [Irfan Kurnia Saleh] berupa penahanan selama 20 hari terhitung mulai 24 Mei sampai 12 Juni 2022 di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih,” ujar Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di Kantornya, Jakarta.

Kasus ini bermula saat sekitar Mei 2015, Irfan bersama salah seorang pegawai perusahaan AW bernama Lorenzo Pariani menemui Mohammad Syafei yang saat itu menjabat Asisten Perencanaan dan Anggaran TNI Angkatan Udara di wilayah Cilangkap, Jakarta Timur.

Pertemuan itu di antaranya membahas pengadaan helikopter AW-101 VIP/VVIP TNI AU. Irfan yang juga menjadi agen AW diduga memberikan proposal harga pada Syafei dengan mencantumkan harga untuk satu unit helikopter AW-101 senilai US$56,4 juta.

Padahal harga pembelian yang disepakati Irfan dengan pihak AW untuk satu unit helikopter AW-101 hanya US$39,3 juta (ekuivalen dengan Rp514,5 miliar).

“Sekitar November 2015, panitia pengadaan helikopter AW-101 VIP/VVIP TNI AU mengundang IKS untuk hadir dalam tahap prakualifikasi dengan menunjuk langsung PT DJM [Diratama Jaya Mandiri] sebagai pemenang proyek,” tutur Firli.

“Dan hal ini tertunda karena adanya arahan Pemerintah untuk menunda pengadaan ini karena pertimbangan kondisi ekonomi nasional yang belum mendukung,” sambungnya.

Pengadaan helikopter AW-101 VIP/VVIP TNI AU kembali dilanjut pada 2016 dengan nilai kontrak Rp738,9 miliar dan metode lelang melalui pemilihan khusus yang hanya diikuti oleh dua perusahaan.

Firli mengatakan panitia lelang diduga tetap melibatkan dan mempercayakan Irfan dalam menghitung nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) kontrak pekerjaan. Harga penawaran yang diajukan IKS masih sama dengan harga penawaran di tahun 2015 senilai US$56,4 juta dan disetujui oleh PPK [Pejabat Pembuat Komitmen],” imbuhnya.

KPK menduga Irfan sangat aktif melakukan komunikasi dan pembahasan khusus dengan Fachry Adamy selaku PPK.

Untuk persyaratan lelang yang hanya melibatkan dua perusahaan, Irfan diduga menyiapkan dan mengondisikan dua perusahaan miliknya untuk mengikuti proses lelang dan disetujui oleh PPK.

“Untuk proses pembayaran yang diterima IKS diduga telah 100 persen di mana faktanya ada beberapa item pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak, di antaranya tidak terpasangnya pintu kargo dan jumlah kursi yang berbeda,” ucap Firli.

Perbuatan Irfan itu disebut bertentangan dengan Peraturan Menteri Pertahanan RI Nomor 17 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Pengadaan Alat Utama Sistem Senjata di Lingkungan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia.

“Akibat perbuatan IKS diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sejumlah sekitar Rp224 miliar dari nilai kontrak Rp738,9 miliar,” pungkas Firli.

Atas perbuatannya, Irfan disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.red2/cnni

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sambut Milad ke-27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
Sekjen DPP AMPI Apresiasi Capaian Pemerintahan Prabowo dalam 21 Bulan
Soal Dugaan Penyaluran TKI Ilegal Memasuki Babak Baru, S Alias Nino Bungkam Dikonfirmasi Setelah Dipanggil Pihak Polda Sumut
Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus: DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
Kapuskes TNI Pimpin Delegasi Kesehatan TNI Hadiri Bilateral Thainesia ke 10 tahun 2026 di Thailand
Program Bakti TNI Rehab Gedung SMP Negeri 7 Susua di Hiliwaebu Terus Dikebut, Progres Capai 79 Persen
komentar
beritaTerbaru