Sabtu, 22 Agustus 2026

Ini Profil Profesor Ova Emilia, Rektor Baru UGM Periode 2022-2027

Administrator - Minggu, 22 Mei 2022 07:07 WIB
Ini Profil Profesor Ova Emilia, Rektor Baru UGM Periode 2022-2027

Jakarta I Sumut24.co Rektor baru UGM ini terpilih setelah mendapat suara terbanyak di antara 3 calon pada tahap Pemilihan dan Penetapan Rektor oleh Majelis Wali Amanat (MWA) UGM di Balai Senat UGM, Jumat (20/5/2022).

Baca Juga:

Sebanyak 17 anggota MWA UGM hadir secara luring, termasuk di antaranya Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basuki Hadimuljono, Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Anggota MWA yang hadir baik secara luring maupun daring dapat memberikan suara, kecuali rektor UGM yang masih menjabat, yakni Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU, ASEAN Eng.

“Kami sudah melakukan voting, dan hasilnya adalah Prof. Bambang Agus Kironoto memperoleh satu suara, Prof. Deendarlianto tiga suara, dan Prof. Ova Emilia memperoleh 21 suara. Dengan demikian, calon rektor terpilih adalah Prof. Ova Emilia,” kata Ketua MWA UGM Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc, dikutip dari laman kampus.

Sebelumnya, para bakal calon rektor UGM melalui rangkaian proses seleksi bakal calon rektor dan pemilihan rektor yang berlangsung sejak tanggal 24 Januari 2022.

Tahapan pendaftaran dan seleksi administrasi meloloskan enam bakal calon rektor.Seleksi lanjutan menghasilkan tiga calon rektor UGM pada Rapat Pleno Senat Akademik pada 12 Mei.

Rektor UGM terpilih rencananya akan dilantik pada tanggal 27 Mei mendatang.

“Karena masa jabatan Rektor saat ini, Prof. Panut Mulyono, akan segera selesai, MWA akan melakukan pelantikan dalam waktu dekat,” kata Pratikno yang memimpin jalannya rapat pleno tersebut.

Profil Profesor Ova Emilia, Rektor UGM Terpilih Prof. dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG (K), Ph.D. merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM.

Alumnus Fakultas Kedokteran UGM ini juga menjabat sebagai dekan FK-KMK UGM sejak 2016.

Guru besar bidang pendidikan pertama di Indonesia ini lulus program sarjana di UGM pada 1987.

Ova Emilia lalu melanjutkan studi S2 di University of Dundee, Skotlandia pada 1990.

Perempuan kelahiran Yogyakarta, 19 Februari 1964 ini kemudian menjalani pendidikan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi di UGM pada tahun 1996 – 2000, lalu S3 Clinical Teaching di University of New South Wales Wales dan pendidikan dokter subspesialis di UGM pada tahun 2009.

Ketua Asosiasi Fakultas Kedokteran Negeri Indonesia sejak 2018 ini di antaranya meraih penghargaan First Prize for Young Gynecologist Award tahun 1998.

Pada 2012 – 2020, Ova menyusun kurikulum bagi dokter untuk pelayanan KB.

Karyanya menjadi model pelatihan yang diangkat secara nasional dan diterapkan di Fakultas Kedokteran di Indonesia.

Ova menuturkan, strateginya sebagai rektor UGM ke depan di antaranya yakni memperkuat pendidikan transdisiplin yang mendorong kewirausahaan sosial, kemandirian dan keberagaman, lalu memperkuat atmosfer kampus yang sehat, ramah lingkungan, berbudaya dan bertanggung jawab secara sosial.

Ia menambahkan, strategi yang disiapkan juga mencakup penguatan pengabdian komprehensif dan berkesinambungan untuk penyelesaian permasalahan wilayah.

Ova menegaskan, strategi ini akan melibatkan sivitas akademika dan alumni.Red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sambut Milad ke-27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
Sekjen DPP AMPI Apresiasi Capaian Pemerintahan Prabowo dalam 21 Bulan
Soal Dugaan Penyaluran TKI Ilegal Memasuki Babak Baru, S Alias Nino Bungkam Dikonfirmasi Setelah Dipanggil Pihak Polda Sumut
Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus: DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
Kapuskes TNI Pimpin Delegasi Kesehatan TNI Hadiri Bilateral Thainesia ke 10 tahun 2026 di Thailand
Program Bakti TNI Rehab Gedung SMP Negeri 7 Susua di Hiliwaebu Terus Dikebut, Progres Capai 79 Persen
komentar
beritaTerbaru