Sabtu, 22 Agustus 2026

Visioner Sutan Kumala Sang Yang Dipertuan Hutasiantar, Raja yang juga Ulama Mandailing

Administrator - Sabtu, 30 April 2022 22:01 WIB
Visioner Sutan Kumala Sang Yang  Dipertuan Hutasiantar, Raja yang juga  Ulama Mandailing

Diurai Oleh: Ali Sati Nasution BERKISAR Akhir abad ke- 18 , 19 dan sampai awal abad 20 Hutasiantar pernah menjadi pusat peradaban Syiar Islam di wilayah Mandailing sekaligus ibukota Keresidenan Mandailing Angkola berada di Hutasiantar Panyabungan.

Baca Juga:

Keberadaannya semakin strategis sebagai pusat Pemerintahan, Ekonomi, Informasi dan Peradaban. Ini terjadi berkat pengaruh dan perjuangan Sutan Kumala Sang Yang Dipertuan Hutasiantar Sebagai Raja Panusunan Nasution, sekaligus sebagai Kepala Kekurian Huta Siantar.

Tidak heran, pada masa itu anak keturunan Sutan Kumala banyak yang menyebar ke berbagai daerah, bukan saja di Sumatera Utara,bahkan hingga ke daerah Riau dan Malaysia.

Sutan Kumala Nasution (Sang Yang Dipertuan) Hutasiantar sangat dekat dengan ulama, dibuktikan sewaktu menjemput Syeikh Zainal Abidin Hasibuan ke Barumun Padang Lawas unuk tinggal dan menjadi guru agama Islam di Hutasiantar, beliau langsung ikut kesana.

Dengan demikian pada masa Itu Hutasiantar banyak melahirkan ulama besar di Mandailing. bahkan sewaktu berangkat ke Mekkah beliau membawa Abdul Qodir yang masih berusia sekitar 12 tahun. Abdul Qodir di Mekkah untuk menuntut ilmu yang pada akhirnya menjadi Syekh dan Imam Besar Masjidil Harom, orang pertama Asia Tenggara Imam di Masjidil Harom.

Sutan Kumala Syang (Yang Dipertuan Hutasiantar) Anak Baginda Mangaraja Enda I Panyabungan tonga dari istrinya yang pertama (Namora) bermarga Lubis dari Desa Roburan Dolok.

Napak Tilas Sejarah Asal Usul Suku Mandailing Masuk ke Rohul

Utusan Diparbud Rohul bersama tokoh masyarakat Kelurahan Kota Siantar, Mandailing Natal,Sumut di kawasan pemakaman Huta Siantar. Pemkab Rokan Huku (Rohul) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Rohul, mengutus dua pegawainya napak tilas ke Kelurahan Kota Siantar, Kabupatan Mandailing Natal (Madina), untuk menggali sejara asal usul Suku Mandailing Masuk ke Negeri Seribu Suluk.

Napak tilas dilakukan Jumat (18/7/2018) lalu, diawali dengan menelusuri Kampung Pardomuan, Desa Rantau Panjang,Desa Tingkok, Kecamatan Tambusai , yang informasinya di kampung Pisang Kolot ada sejarah perpindaahan Suku Mandailing dari Kerajaaan Tambusai ke Dusun Itu, berdasarkan Stambok (buku sejarah) silsilah Suku Mandaling.

Pemkab Rohul melalui Kadisparbud Drs Yusmar MSi , mengutus Kasi Kesenian dan Nilai Nilai Budaya Arfin Nasution SAg bersama Staff Seksi Museum Sejarah dan Pubakala Nurdin SHum, juga serta tokoh masyatakat juga mantan Kepala Desa Rambah Tengah Utara (RTB) Jamaluddin Nasuton untuk menapak tilas dan menelusuri sejarah masuknya Suku Mandailing ke Rohul yang dibawa Boru Namora Suri Andung Jati.

Walaupun belum ada data dan informasi lengkap dari masyarakat, serta tokoh Suku Mandailing di Penyabungan Tonga dan Huta Siantar kini jadi Kelurahan Kota Siantar, napak tilas dialakukan dengan mencari sumber kepada tokoh tokoh masyarakat di daerah itu.

“Di Panyabungan Kecamatan Huta Raja Tinggi Kabupaten Padang Lawas, kita bertemu dengan masyarakat, juga tokoh masyarakat Paruhum Nasution begelar Mangaraja Diace yang mantan Kepala Desa Panyabungan. Dari keterangan masyarakat Loppo Hasibaun dan Hasanuddin Nasution peneliti dibawa ke kawasan pemakaman tua.Disana kita mendapati makam panjang sekitar 3 meter, bagian nisan sudah sulit dikenali. makam itu diperkirakan sudah ada 120 tahun lalu,” jelas Arfin Nasution.

Inilah salah satu bukti dari penyebaran orang orang Mandailing bermarga Nasution yang hijrah dari Bona Bulu Nya.

GENERASI PERTAMA.

Si Baroar, Gelar Sutan Diaru, Panyabungan Tonga. Penabalan Gelar Sutan Diaru Dianugerahkan Sultan Pinang Awan Cikal Bakal Sultan Kota Pinang Bhatara Sinomba. Diungkap dalam Tarombo Bhatara Sinomba adalah abang dari Bhatara Pinayung (ayah Sibaroar). Terakhir Bhatara Pinayung pulang ke Kerajaan Pagaruyung dan wafat di sana.

GENERASI KEDUA * Patuan Muksa.

GENERASI KETIGA * Patuan Natoras.

GENERASI KEEMPAT * 1. Baginda Mangaraja Enda. 2. Baginda Tobing Nainjang (Ke Gunung Barani Aek Godang).

GENERASI KELIMA * Sutan Kumala, yang lebih dikenal dengan gelar Yang Dipertuan Hutasiantar. Beliau bekerja sama dengan Asiten Residen Belanda: Alexander Philippus Godon; melaksanakan pembangubangunan prasarana ekonomi selama 9 tahun (1848-1856). yang berhasil memajukan keseahteraan masyarakat Mandailing.*

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sambut Milad ke-27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
Sekjen DPP AMPI Apresiasi Capaian Pemerintahan Prabowo dalam 21 Bulan
Soal Dugaan Penyaluran TKI Ilegal Memasuki Babak Baru, S Alias Nino Bungkam Dikonfirmasi Setelah Dipanggil Pihak Polda Sumut
Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus: DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
Kapuskes TNI Pimpin Delegasi Kesehatan TNI Hadiri Bilateral Thainesia ke 10 tahun 2026 di Thailand
Program Bakti TNI Rehab Gedung SMP Negeri 7 Susua di Hiliwaebu Terus Dikebut, Progres Capai 79 Persen
komentar
beritaTerbaru