Sabtu, 22 Agustus 2026

Pelayanan Puskesmas Tambangan Tidak Maksimal, Warga Berobat Tak Dilayani

Administrator - Kamis, 14 April 2022 04:17 WIB
Pelayanan Puskesmas Tambangan Tidak Maksimal, Warga Berobat Tak Dilayani

MADINA I Sumut24.co Pelayanan Puskesmas Tambangan dikeluhkan warga. Di saat warga datang berobat, bidan dan perawat di sana malah selfie-selfie di dalam ruangan.

Baca Juga:

Puskesmas Tambangan ini berlokasi di Desa Tambangan Tonga, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut.

Warga Desa Tambangan Tonga, Syuaib Nasution (55) menyebutkan, pada Rabu siang (13/4) sekitar pukul 14.30 WIB, dia datang berobat ke puskesmas ini karena kakinya bernanah dan nyeri akibat kena knalpot beberapa waktu lalu.

Ketika tiba di puskesmas, dia langsung melapor ke salah satu pegawai di sana dan mengatakan hendak berobat. Warga Desa Tambangan Tonga, Syuaib Nasution (55)

“Saya langsung ditanya ada apa pak. Lalu saya jawab mau berobat. Pegawai di sana itu bukannya menanyakan apa sakit saya. Dia malah masuk ke dalam ruangan. Saya lihat mereka selfie-selfie di dalam,” katanya, Rabu (13/4).

Syuaib tetap bersabar beberapa menit melihat tingkah laku para pegawai Puskesmas Tambangan ini.

Dia melihat di dalam puskesmas saat itu ada sekitar 10 pegawai baik sebagai bidan maupun perawat. Sementara dokter puskesmas saat itu dia tak melihatnya.

“Lalu saya lalu berteriak kuat dan merepet kepada mereka. Karena saya bicara keras itu akhirnya saya baru didatangi dan ditanyakan apa keluhan saya,” kata dia.

Karena sudah terlanjur kesal, Syuaib pun langsung pergi meninggalkan Puskesmas Tambangan dengan rasa dongkol.

“Saya kesal. Saya bilang sama mereka. Saya tak butuh obat kalian. Untung tak saya bilang yang lebih kasar lagi sama mereka,” katanya lagi.

Pelayanan pegawai puskesmas, bukan sekali ini saja dikeluhkan Syuaib.

Sekitar sembilan bulan lalu, dia juga pernah tak digubris saat melaporkan ada warga yang sedang pendarahan hebat akibat terluka di Desa Tambangan Tonga.

“Saat itu saya datang ke puskesmas dan mengatakan ada warga pingsan karena kepalanya tertancap bambu. Warga ini sudah pendarahan. Sudah berusia lanjut. Karena pingsan tak bisa dibawa lagi ke puskesmas,” katanya.

“Warga di kampung saat itu sepi. Hanya saya laki-laki dewasa yang terlihat. Saya lalu disuruh keluarganya memanggil pegawai puskesmas. Saya datangilah puskesmas itu. Bukannya ditanggapi langsung. Malah mereka banyak nanya yang tak penting,” tegasnya.

“Ketika saya marah dan mengancam akan melaporkan mereka atau melanjutkan masalah ini ke media, baru pegawai di sana itu menanggapi saya,” katanya lagi.

Dengan beberapa kejadian yang dia alami, Syuaib berharap Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal mengevaluasi Kepala Puskesmas Tambangan dan juga pegawai-pegawai di sana.

“Puskesmas itu dibangun di Desa Tambangan Tonga, malah warga Tambangan Tonga pun tak dihargai mereka,” kesalnya.

Kadis Kesehatan Mandailing Natal dr Syarifuddin dihubungi melalui telepon selulernya pada Rabu sore, belum memberikan tanggapan.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sambut Milad ke-27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
Sekjen DPP AMPI Apresiasi Capaian Pemerintahan Prabowo dalam 21 Bulan
Soal Dugaan Penyaluran TKI Ilegal Memasuki Babak Baru, S Alias Nino Bungkam Dikonfirmasi Setelah Dipanggil Pihak Polda Sumut
Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus: DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
Kapuskes TNI Pimpin Delegasi Kesehatan TNI Hadiri Bilateral Thainesia ke 10 tahun 2026 di Thailand
Program Bakti TNI Rehab Gedung SMP Negeri 7 Susua di Hiliwaebu Terus Dikebut, Progres Capai 79 Persen
komentar
beritaTerbaru