Sambut Milad ke-27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
Sambut Milad ke27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
kota
MADINA I Sumut24.co Pelayanan Puskesmas Tambangan dikeluhkan warga. Di saat warga datang berobat, bidan dan perawat di sana malah selfie-selfie di dalam ruangan.
Baca Juga:
Puskesmas Tambangan ini berlokasi di Desa Tambangan Tonga, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut.
Warga Desa Tambangan Tonga, Syuaib Nasution (55) menyebutkan, pada Rabu siang (13/4) sekitar pukul 14.30 WIB, dia datang berobat ke puskesmas ini karena kakinya bernanah dan nyeri akibat kena knalpot beberapa waktu lalu.
Ketika tiba di puskesmas, dia langsung melapor ke salah satu pegawai di sana dan mengatakan hendak berobat. Warga Desa Tambangan Tonga, Syuaib Nasution (55)
“Saya langsung ditanya ada apa pak. Lalu saya jawab mau berobat. Pegawai di sana itu bukannya menanyakan apa sakit saya. Dia malah masuk ke dalam ruangan. Saya lihat mereka selfie-selfie di dalam,†katanya, Rabu (13/4).
Syuaib tetap bersabar beberapa menit melihat tingkah laku para pegawai Puskesmas Tambangan ini.
Dia melihat di dalam puskesmas saat itu ada sekitar 10 pegawai baik sebagai bidan maupun perawat. Sementara dokter puskesmas saat itu dia tak melihatnya.
“Lalu saya lalu berteriak kuat dan merepet kepada mereka. Karena saya bicara keras itu akhirnya saya baru didatangi dan ditanyakan apa keluhan saya,†kata dia.
Karena sudah terlanjur kesal, Syuaib pun langsung pergi meninggalkan Puskesmas Tambangan dengan rasa dongkol.
“Saya kesal. Saya bilang sama mereka. Saya tak butuh obat kalian. Untung tak saya bilang yang lebih kasar lagi sama mereka,†katanya lagi.
Pelayanan pegawai puskesmas, bukan sekali ini saja dikeluhkan Syuaib.
Sekitar sembilan bulan lalu, dia juga pernah tak digubris saat melaporkan ada warga yang sedang pendarahan hebat akibat terluka di Desa Tambangan Tonga.
“Saat itu saya datang ke puskesmas dan mengatakan ada warga pingsan karena kepalanya tertancap bambu. Warga ini sudah pendarahan. Sudah berusia lanjut. Karena pingsan tak bisa dibawa lagi ke puskesmas,†katanya.
“Warga di kampung saat itu sepi. Hanya saya laki-laki dewasa yang terlihat. Saya lalu disuruh keluarganya memanggil pegawai puskesmas. Saya datangilah puskesmas itu. Bukannya ditanggapi langsung. Malah mereka banyak nanya yang tak penting,†tegasnya.
“Ketika saya marah dan mengancam akan melaporkan mereka atau melanjutkan masalah ini ke media, baru pegawai di sana itu menanggapi saya,†katanya lagi.
Dengan beberapa kejadian yang dia alami, Syuaib berharap Kepala Dinas Kesehatan Mandailing Natal mengevaluasi Kepala Puskesmas Tambangan dan juga pegawai-pegawai di sana.
“Puskesmas itu dibangun di Desa Tambangan Tonga, malah warga Tambangan Tonga pun tak dihargai mereka,†kesalnya.
Kadis Kesehatan Mandailing Natal dr Syarifuddin dihubungi melalui telepon selulernya pada Rabu sore, belum memberikan tanggapan.red
Sambut Milad ke27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
kota
Sekjen DPP AMPI Apresiasi Capaian Pemerintahan Prabowo dalam 21 Bulan
News
Medan sumut24.co Kasus dugaan Penyaluran Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diduga ilegal ke Malaysia yang dilakukan oleh seorang oknum Agen pen
Hukum
Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
News
Thailand sumut24.co Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda Sp.PD., MARS., CfrA, didampingi Kaunit Kermab
News
Nias Selatan sumut24.co Program Bakti TNI untuk Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terus menghadirkan manfaat bagi masyaraka
News
Labuhanbatu sumut24.co Titik panas (hotspot) terdeteksi melalui aplikasi pemantauan berbasis satelit NASANOAA20 di Dusun Wonorejo 33, Des
News
Kasus Sopir Truk Kayu Berbuntut Panjang Gakkum Kehutanan Disemprot Anggota DPRD Sumu
kota
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota Menyambut hangat kehadiranRektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
kota