Sambut Milad ke-27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
Sambut Milad ke27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
kota
Jenewa I Sumut24.co
Baca Juga:
Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mengimbau untuk aksi lokal dan pengalokasian pendanaan kepada masyarakat yang rentan dalam menghadapi dampak kemanusian terkait kiris iklim yang dikonfirmasi pada laporan yang diluncurkan oleh ilmuwan akibat perubahan iklim.
Laporan yang diluncurkan oleh Panel Antar Pemerintah Tentang Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change – IPCC) untuk pertama kalinya menyatakan bagaimana perubahan iklim turut berkontribusi pada krisis kemanusian. Selain itu, iklim dan cuaca ekstrem mendorong terjadinya peningkatan perpindahan penduduk di berbagai wilayah dunia.
“Laporan IPCC ini telah mengkonfirmasi yang telah dilihat oleh IFRC beserta 192 Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah selama ini: Perubahan iklim telah berdampak kepada kehidupan miliaran kehidupan jiwa, khususnya di bagian dunia dengan tingkat kemiskinan tertinggi.
Respon global terhadap COVID-19 telah membuktikan bahwa pemerintah dapat mengambil sikap sigap dan drastis di tengah ancaman global. Kita membutuhkan energi dan aksi bersama dalam melawan perubahan iklim sekarang juga dan harus menjangkau komunitas yang rentan terhadap dampak iklim sehingga dapat memberdayakan mereka dengan pembiayaan dan hal untuk mengantisipasi dan mengelola risiko,†ujar Jagan Chapagain, Sekretaris Jenderal IFRC.Â
Laporan yang diprakarsai lebih dari 200 ahli iklim menekankan bagaimana jaringan IFRC berupaya dalam menghadapi perubahan iklim melalui aktor lokal.
Laporan ini juga mengkonfirmasi bahwa dampak perubahan iklim memperburuk ketidaksetaraan sosial dan ekonomi sehingga meningkatkan upaya dalam proses pengembangan khususnya di daerah rawan seperti area pesisir, kepualauan kecil, gurun pasir, pegunungan, dan kutub.
“Laporan ini merupakan lampu merah bagi kita semua. Informasi yang dikemukakan di sini menunjukkan ketegasan bahwa upaya global dalam menyongsong keberlangsungan hidup di masa mendatang semakin kecil. Kekhawatiran kita di masa lalu sekarang ada di depan mata dengan tingkat yang sangat cepat.
Kita masih belum terlambat. Masih ada upaya untuk dapat mengurangi emisi agar terhindar dari skenario terburuk. Berbagai solusi seperti meningkatkan kapasitas peringatan dini dan jaring pengaman sosial juga memberikan nilai tambah. Jika kita tingkatkan ambisi untuk beradaptasi terhadap risiko yang akan terjadi dengan memprioritaskan masyarakat yang rentan, maka kita bisa menghindari konsekuensi terburuk,†ujar Maarten van Allst, Koordinator dan Ketua Penulis dari Laporan dan Direktor Red Cross Red Crescent Climate Centre.red
Sambut Milad ke27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
kota
Sekjen DPP AMPI Apresiasi Capaian Pemerintahan Prabowo dalam 21 Bulan
News
Medan sumut24.co Kasus dugaan Penyaluran Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diduga ilegal ke Malaysia yang dilakukan oleh seorang oknum Agen pen
Hukum
Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
News
Thailand sumut24.co Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda Sp.PD., MARS., CfrA, didampingi Kaunit Kermab
News
Nias Selatan sumut24.co Program Bakti TNI untuk Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terus menghadirkan manfaat bagi masyaraka
News
Labuhanbatu sumut24.co Titik panas (hotspot) terdeteksi melalui aplikasi pemantauan berbasis satelit NASANOAA20 di Dusun Wonorejo 33, Des
News
Kasus Sopir Truk Kayu Berbuntut Panjang Gakkum Kehutanan Disemprot Anggota DPRD Sumu
kota
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota Menyambut hangat kehadiranRektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
kota