Sabtu, 22 Agustus 2026

Sumut Dukung Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia

Administrator - Sabtu, 26 Maret 2022 07:39 WIB
Sumut Dukung Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia

BALI I Sumut24.co Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendukung gerakan membeli produk dalam negeri dalam proses pengadaan barang dan jasa. Hal itu sesuai imbauan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia.

Baca Juga:

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat menghadiri Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Hotel Grand Hyatt, Badung, Bali, Jumat (25/3). “Saya Gubernur Sumut pastinya mendukung produk buatan Indonesia dalam Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia. Hal ini bertujuan untuk membantu pelaku-pelaku usaha dalam negeri,” kata Edy Rahmayadi.

Menurut Edy Rahmayadi, aksi afirmasi ini berdampak positif terhadap industri atau usaha lokal. Semakin banyak yang membeli dan memakai produk lokal, maka akan semakin cepat usaha lokal untuk bangkit kembali, setelah terpuruk akibat terdampak pandemi Covid-19, termasuk UMKM.

UMKM sebagai penopang perekonomian Indonesia juga akan mendapat dampak baik. Jumlah UMKM di Sumut berjumlah sekitar 1,1 juta unit. Kontribusi UMKM sendiri dalam penyerapan tenaga kerja sebanyak 2,6 juta orang.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memerintahkan seluruh kepala daerah dan instansi dalam negeri untuk membeli produk dalam negeri dalam setiap pengadaan barang dan jasa. Hal tersebut bertujuan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dengan memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Presiden juga mendorong agar UMKM juga masuk di dalam e-katalog. Sehingga banyak produk UMKM yang bisa dibeli oleh pemerintah daerah, kementerian lembaga dan lainnya.

“Saya minta dan saya enggak mau ditawar-tawar lagi urusan yang Rp400 triliun di Mei. Segera juga dorong yang namanya UKM-UKM di daerah itu untuk masuk segera ke e-Katalog. Masukkan sebanyak-banyaknya,” tegas Presiden.

Presiden menargetkan hingga Mei 2022, anggaran sebesar Rp400 triliun dapat digunakan untuk pembelian barang dari dalam negeri. Selain itu, Presiden meminta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) untuk menyediakan berbagai macam produk yang dibutuhkan oleh pemerintah dalam platform yang tersedia.

Presiden mengatakan, pertumbuhan ekonomi akan meningkat apabila produk dalam negeri lebih banyak dibeli ketimbang produk impor. Belum lagi lapangan kerja yang meningkat.

“Pekerjaan ada di sana, bukan di sini. Coba kita belokkan semuanya ke sini. Barangnya kita beli barang dalam negeri, berarti akan ada investasi, berarti membuka lapangan pekerjaan. Tadi sudah dihitung bisa membuka 2 juta lapangan pekerjaan,” tuturnya.w03

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polda Sumut Tetapkan Anggota DPRD Sumut Dhody Thahir Sebagai Tersangka Dugaan Pemalsuan Surat
Sambut Milad ke-27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
Sekjen DPP AMPI Apresiasi Capaian Pemerintahan Prabowo dalam 21 Bulan
Soal Dugaan Penyaluran TKI Ilegal Memasuki Babak Baru, S Alias Nino Bungkam Dikonfirmasi Setelah Dipanggil Pihak Polda Sumut
Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus: DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
Kapuskes TNI Pimpin Delegasi Kesehatan TNI Hadiri Bilateral Thainesia ke 10 tahun 2026 di Thailand
komentar
beritaTerbaru