Sabtu, 22 Agustus 2026

Terkait Dugaan Penyerobotan Tanah oleh PT BUK, Massa DPC Projo Karo Berunjuk Rasa di Mapoldasu

Administrator - Kamis, 24 Maret 2022 15:34 WIB
Terkait Dugaan Penyerobotan Tanah oleh PT BUK,  Massa DPC Projo Karo Berunjuk Rasa di Mapoldasu

MEDAN I SUMUT24.co Ratusan warga berasal dari Desa Sukamaju, Kabupaten Tanah Karo, yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Pro Joko Widodo (DPC Projo) Medan berunjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut), Kamis (24/03/22).

Baca Juga:

Massa meminta perlindungan hukum atas intimidasi dan pencaplokan lahan mereka yang dilakukan pihak PT Bibit Unggul Karobiotik (PT BUK) milik Mujianto alias Anam, yang selama ini bersengketa di atas lahan seluas 895.100 Meter persegi di kawasan Siosar, Kabupaten Karo.

Ketua DPC Projo Kabupaten Karo Lloyd R Ginting Munthe dalam orasinya bahwa Pemerintah telah membuat SKB agar masyarakat terhindar dari kriminalisasi dari mafia tanah. Namun, menurutnya SKB tersebut telah dikangkangi. Warga selama ini telah menjaga tanah tersebut, sebagai hutan produksi di puncak 2.000 meter, yang merupakan tanah adat luluhur, namun oknum mafia tanah malah menyerobot dan pihaknya menghalangi jalan masuk hutan tersebut.

“Tetapi malah kami yang dilaporkan ke Polda Sumut, dan penyidik yang menangani perkara malah sewenang-wenang memanggil hingga puluhan warga. Panggilan pertama kami kooperatif menemui penyidik yang menangani perkara laporan penyerobotan lahan dengan membawa bukti-bukti otentik. Tetapi malah warga, seminggu kemudian dipanggil lagi 34 orang. Seminggu kemudian dipanggil lagi 17 orang. Bahkan kepala desa yang tidak ada terlibat antara masyarakat dengan PT BUK, juga dilaporkan. Kami melihat oknum penyidik tidak profesional dan ada keberpihakan. Kami tahu siapa lawan kami, oknum pengusaha yang tidak asing lagi dalam masalah pertanahan,” teriak Lloyd, yang diamini massa dengan ikut meneriakan ‘usir PT BUK’.

Karena itu, lanjut Lloyd, pihaknya meminta kepada Kapolda Sumut agar menegakan hukum dan benar-benar melihat perkara tersebut secara objektif tanpa ada keberpihakan. “Saya juga sebagai Wakil Ketua DPC PDI-P Karo telah menjalankan apa yang telah diperintahkan Ketua Umum kami, Ibu Megawati Soekarno Putri agar kader PDI-P di seluruh Nusantara harus berpihak kepada ‘Wong Cilik’. Namun dalam perlawananan ini justru saya yang dikriminalisasi, saya ingin dijebloskan ke penjara. Karena mereka tahu jika saya dibungkam perjuangan ini akan melemah. Jika saya dipenjara, perjuangan ini tidak akan melemah,” tegasnya.

Sementara itu, Salah seorang pendemo lainnya, Intan Sembiring menambahkan, selama beberapa tahun ini warga sering mendapatkan intimidasi dari PT BUK. “Kami dari penduduk Sukamaju saat berladang sering mendapat intimidasi dari pihak PT BUK, bahkan ada pilar yang dibangun pemerintah itu pun dirusak. Kami berjuang dari tahun 2016,” katanya.

Ia menjelaskan, intimidasi itu berupa warga sering dipanggil pihak kepolisian. Selain itu, PT BUK sering mendatangi warga kalau tanah itu bukan milik warga.

“Kami dipanggil polisi kemudian mereka katakan itu tanah mereka. Kami buktikan dengan surat tapi mereka tidak peduli. Mereka menyuruh kami keluar dari tanah yang sudah kami tempati bertahun-tahun,” terangnya.

Dengan aksi ini, warga Sukamaju berharap agar pimpinan Mabes Polri dan Polda Sumut segera membebaskan lahan yang dikuasai 200 KK tersebut.

“Harapan kami agar bapak pemangku hukum di negara ini mengarahkan pandangannya kepada Sukamaju supaya lahan itu benar-benar dibebaskan agar kami dapat bertani lagi,” tandasnya.

Adapun, tuntutan warga, yakni stop kriminalisasi masyarakat Karo Desa Sukamaju, tangkap perambah hutan puncak 2000, Siosar, Karo, tangkap penyerobot tanah adat Desa Sukamaju dan batalkan peta bidang Nomor 09/2019 (Desember 2020) atas nama PT BUK.

Dari amatan, usai menyampaikan aspirasinya, massa menyanyikan lagu Daerah Karo, dengan diiringi musik dan tarian tor-tor. Aksi itu pun sempar mendapatkan perhatian dari warga yang melintas dan menyebabkan kemacetan, karena truk yang mereka gunakan dalam aksi melintang di jalan raya. Puluhan personel kepolisian juga berjaga-jaga, memasang pagar betis. (W05)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Polda Sumut Tetapkan Anggota DPRD Sumut Dhody Thahir Sebagai Tersangka Dugaan Pemalsuan Surat
Sambut Milad ke-27, PB Pendawa Indonesia Gelar Touring Wisata ke Puncak Merga Silima
Sekjen DPP AMPI Apresiasi Capaian Pemerintahan Prabowo dalam 21 Bulan
Soal Dugaan Penyaluran TKI Ilegal Memasuki Babak Baru, S Alias Nino Bungkam Dikonfirmasi Setelah Dipanggil Pihak Polda Sumut
Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus: DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
Kapuskes TNI Pimpin Delegasi Kesehatan TNI Hadiri Bilateral Thainesia ke 10 tahun 2026 di Thailand
komentar
beritaTerbaru