Hadiri Musrenbang Provinsi, Wabup Adlin : Kita Siap Mendukung Gerakan Membangun Desa Menata Kota

248

MEDAN | SUMUT24.CO

Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) siap mendukung rencana pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov) yakni Membangun Desa Menata Kota.

Hal itu diungkapkan Bupati Sergai yang diwakili Wakil Bupati H Adlin Umar Yusri Tambunan usai menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Sumatera Utara tahun 2022 di Santika Dyandra Hotel Medan, Kamis (8/4/2021).

Bupati melalui Wakil Bupati Adlin Tambunan mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan langkah-langkah rencana pembangunan sesuai dengan visi misi Pemprovsu.

“Kita sangat mendukung kegiatan Musrenbang yang dilaksanakan pemprov dengan harapan pembangunan yang dilakukan di Sumatera Utara dapat bermanfaat bagi masyarakat dan wilayah Sergai,”ungkapnya.

Visi misi itu tentunya sesuai dengan nawacita Bupati dan Wakil Bupati Sergai Darma Wijaya dan Adlin Umar Yusri Tambunan yang menginginkan agar Sergai Maju Terus (Mandiri Sejahtera dan Religius).

“Kita sangat mendukung kegiatan ini sebab Sergai membutuhkan perubahan kearah yang lebih baik. Pembangunan infrastruktur serta penguatan ekonomi kerakyatan dan pariwisata demi menekan angka kesenjangan sosial menjadi cita-cita bersama,”jelasnya.

Menurut Adlin, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas dalam rencana pembangunan di Kabupaten Sergai.

Sebelumnya Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengungkapkan bahwa ditengah pandemi Covid 19 yang kini melanda Dunia bahkan Indonesia, termasuk Sumatera Utara membuat perekonomian diwilayah ini menjadi terganggu.

“Ditahun ini, kita hanya bisa menggunakan dana Rp3.4 triliun dari 13,4 triliun untuk pembangunan. Pendapatan itu turun dibandingkan tahun 2019-2020 karena pandemi yang terjadi. Kedepan kita harus melakukan prencanaan yang metang. Membangun desa menata kota itu menjadi visi misi kita bersama demi Sumatera Utara bermartabat,”ungkap Edy.

Ia menambahkan banyak daerah yang harus dibenahi. 34 Kabupaten Kota yang ada di Sumatera Utara tentunya memiliki potensi di masing-masing daerah yang harus dikembangkan. Baik di bidang ketahanan pangan, pariwisata, UMKM serta lainnya.

“Pencegahan stanting juga harus menjadi perhatian Bupati dan Walikota se-Sumatera Utara sebab ini menjadi salah satu tolak ukur dalam pembangunan daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Ekonomi dan pembangunan Hamdani mengatakan sasaran pembangunan daerah tahun 2022 adalah mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan kesejahteraan.

“Kita harapkan rencana pembangunan daerah Sumatera Utara dapat mengakomodir tujuan itu dengan fokus pada pengembangan wisata Danau Toba dan sekitarnya. Tantangannya adalah pengurangan pendapatan setelah covid yang mempengaruhi target sasaran rencana kerja itu sendiri,”ungkap Hamdani.

Pemprov harus memiliki rencana agar belanja modalnya ditingkatkan dan menekan porsi belanja pegawai. Salah satunya dengan pembatasan pendanaan daerah dan mendukung pendanaan Nasional.

“Selanjutnya melakukan pinjaman dana bank serta menjalin kerjasama dengan pihak ketiga dan kerjasama antar daerah. Hal itu juga berlaku bagi Bupati dan Walikota,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappenas suharso monoarfa dalam paparannya yang dilakukan secara Virtual mengatakan kita harus siap sedia keluar dari pandemi covid yang tengah melanda. Ini sebuah tantangan mengembalikan target pertumbuhan yang kita rencanakan sebelum pandemi hadir.

“Indonesia harus mampu melakukan transformasi ekonomi dengan melepas dari ketergangungan sumber daya alam yang selama ini jadi penopang ekonomi. Salah satunya memajukan ekonomi wisatanya demi keluar dari keterpurukan ekonomi yang ada,”jelasnya.

Semangat RPJMD 2019-2024 mengurangi kesenjangan dan menjami pemerataan kesejahteraan harus dibuat. Pemulihan ekonomi dan reformasi struktural harus dilakukan.

“Meliputi bahan pangan, pariwisata, industri, umkm, reformasi pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya,”tutupnya.

Pelaksanan Musrenbang dilakukan dengan penerapatan protokol kesehatan yang ketat. Turut hadir seluruh Bupati dan Walikota se-Sumatera Utara serta para stakholder terkait.(Bdi)