Gubsu Diminta Dukung Ulos Jadi Warisan Budaya Dunia

469

MEDAN | SUMUT24

Ulos merupakan karya seni yang dihasilkan masyarakat batak, didalamnya terdapat pesan moral yang tinggi dan sarat dengan makna filosofi. Ulos juga telah dikenal keberadaanya secara nasional, untuk itu keberadaan ulos perlu dipertahankan kelestariannya. Dengan ini diminta kepada Gubsu untuk mendukung sebagai warisan budaya dunia.

Hal ini seperti yang dikatakan Wakil Ketua Komisi E DPRD Sumut, Ir.H.Zahir, MAP, usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi E DPRD Sumut dengan Panitia Hari Ulos 2016, Selasa (27/9).

“Warisan Budaya yang ada di Sumatera Utara harus dapat kita kembangkan menjadi aset nasional. Ulos yang merupakan ciri khas budaya Sumatera Utara memiliki nilai seni, pesan Moral dan makna filosofi yang sangat tinggi, dan sudah ditetapkan sebagai warisan kebudayaan nasional, dan ini sebagai langkah untuk mendapatkan pengakuan dunia, dalam hal ini UNESCO untuk menjadi warisan budaya dunia,” tegas Zahir.

Menurut Zahir, Gubsu harus mendukung penuh terhadap kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan budaya ulos, salah satunya Acara “Hari Ulos 2016” yang akan digelar pada tanggal 17 Okteber 2016, dan sudah memasuki tahun kedua. Karena hal ini sebagai salah satu syarat agar ulos dapat diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Dan diharapkan Hari Ulos dapat menjadi agenda rutin tahunan pemprovsu. Selain ulos sebagai warisan budaya, pengembangan ulos juga dapat menigkatkan peranan secara pendidikan maupun pengembangan ekonomi kerakyatan.

“Kita percepat pencapaian Program Danau Toba sebagai destinasi pariwisata utama bertaraf international seperti yang dicanangkan pemerintahan Jokowi dengan pengembangan UKM dan perajin ulos sekitar Danau Toba, sehingga dapat membangkitkan Ekonomi Kerakyatan. Dan Perayaan Hari Ulos seharusnya dilakukan secara berkesinambungan setiap tahun, dan menjadi agenda kegiatan rutin Pemprovsu, sehingga dapat mendorong kedatangan wisatawan dari dalam negeri maupun mancanegara,” tambah Zahir.

Sebagai pendukung program pengembangan ulos di Sumut, dapat dimulai dengan penggunaan seragam PNS di lingkungan Pemprovsu yang menggunakan bahan kain ulos, sehingga akan semakin meningkatkan pertumbuhan jumlah penenun ulos dari tahun ke tahun.

“Seragam PNS di lingkungan Pemprovsu mungkin saja dapat dijadikan sebagai langkah pengembangan ulos di Sumatera Utara. Misalnya dengan memberlakukan seragam yang berbahan kain ulos,” ungkap Zahir mengakhiri. (w07)

Loading...