Gubsu dan 7 Bupati Dukung Danau Toba Jadi Monaco of Asia

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli (ketiga kiri) didampingi Staf Khusus Kemenko Bidang Kemaritiman Otto Hasibuan (kiri) dan Plt Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi (kedua kanan), dan Bupati Tapanuli Selatan Nikson Nababan (kanan) memberikan keterangan saat Malam Budaya Menyongsong Badan Otorita Danau Toba di Jakarta, Rabu (25/5). Badan Otorita Danau Toba dibentuk dengan tujuan agar pengembangan wisata Danau Toba dapat berjalan lebih singkat dan cepat. ANTARA FOTO/Reno Esnir/kye/16.

MEDAN | SUMUT24
Menko Maritim Rizal Ramli mengatakan, dalam waktu dekat Peraturan Presiden tentang Otorita Danau Toba segera diterbitkan. Sementara itu, Gubsu HT Erry Nuradi bersama Pemerintah Kabupaten Samosir, Tobasamasir, Simalungun, Taput, Karo, Humbang Hasundutan dan Dairi, sangat mendukung penuh terbitnya Perpres dan terlaksananya pembangunan pariwisata di Kawasan Pariwisata Danau Toba.

Dukungan dari Menko Maritim, Gubsu HT Erri Nuradi bersama 7 bupati se kawasan Danau Toba berlangsung di Auditorium BPPT Jalan Thamrin Jakarta Pusat, Rabu (26/5) malam.

Para bupati sepakat melimpahkan sebagian kewenangan yang dimiliki Pemkab kepada Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba sebagaimana disebut dalam Perpres termaksud. Selain itu mereka juga, sepakat untuk melaksanakan seluruh ketentuan yang terdapat dalam Perpres tersebut demi tercapainya pembangunan di kawasan pariwisata Danau Toba dan sekitarnya.

Sementara itu, Menko Ramli mengatakan, pemerintah ingin mengembangkan danau toba sebagai Monaco of asia sebagai branding karena Monaco dikenal ramah, bersih dan indah. Untuk mewujudkan itu, langkah pertama yang akan dilakukan adalah membersihkan danau toba. Ramli mengatakan salah satu persoalan perairan Danau Toba adalah terlalu banyak tambak ikan. Ke depannya akan diterapkan teknologi baru untuk meminimalisir dampak lingkungan.

“Kita akan ganti teknologi, agar sisa makanan keramba tersedot sehingga ratusan ton pakan ikan tidak kotori danau toba. Ini harus dirapikan sebelum bulan Desember, karena Jokowi akan berkunjung ke sana,” kata Rizal Ramli.

Langkah selanjutnya adalah membangun infrastruktur meningkatkan penerbangan ke Bandara Udara Silangit dan membangun lapangan udara Sibisa. Jarak tempuh dari Medan ke Parapat juga akan dikurangi dari 5-7 jam menjadi 3 jam saja dengan membangun jalan tol sehingga turis domestic lebih banyak datang.

Disamping itu di dalam danau toba sendiri akan dibuat ringroad Pulau Samosir dan outer ringroad di luar Pulau Samosir. “Tentu harus ada air bersih, listrik dan jaringan internet yang baik, sehingga orang bisa nikmati suasana liburan,” katanya.

Kekuatan Danau Toba yang utama menurut Ramli adalah adanya magnit jalan cerita tentang terbentuknya Danau Toba pada 75 ribu tahun lalu. “75 ribu tahun lalu, ada ledakan yang sangat besar yang jauh lebih besar dari gunung Krakatau, gunung Pompei, sehingga dunia menjadi gelap gulita, sepertiga mahluk mati dan mengakibatkanterjadi perubahan cuaca yang sangat besar. Cuaca menjadi lebih panas, dunia terpisah, terjadi trasnformasi Darwin, dan punahnya binatang besar seperti Dinosaurus,” beber Ramli.

Ramli juga mengatakan pemerintah tidak ingin mengulangi sejarah Bali, karena meski pariwisata maju, namun semua makan dan buah serta kebutuhan diimpor dari luar. “Kami tidak ingin terjadi. Masih ada waktu bangun infrastruktur fisik dua tahun, dan pemerintah ingin bupati di sekitar danau toba membangun spesialisasi,” kata Ramli.
Harapannya setiap kabupaten ada yang khusus menghasilkan berbagai macam buah-buahan, produk poultry, kerajinan tangan dan sebagainya. Kita Ingin daerah bisa menikmati. Karenanya harus ada spesialisasi, jangan semuanya mau,” ujarnya.

Acara malam budaya dihadiri ratusan warga asal Sumut dan tokoh-tokoh masyarakat asal Sumut diantaranya Menkopolhukam Luhut Pandjaitan, Akbar Tanjung dan lain sebagainya. Pada malam itu ditampilkan berbagai kesenian budaya khas masyarakat di sekitar Danau Toba.(W03)