Senin, 23 Februari 2026

Bank Indonesia Membuat Kebijakan Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Administrator - Rabu, 04 November 2020 17:02 WIB
Bank Indonesia Membuat Kebijakan   Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Sibolangit I Sumut24 Seluruh instrumen kebijkan Bank Indonesia diarahkan untuk mendukung pemulihan Ekonomi Nasional, yang berkordinasi dengan Pemerintah dan KSSK. Dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan

Baca Juga:

“Bank Indonesia sudah melakukan penurunan suku bunga 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR)  sebanyak 4 kali dalam tahun 2020 sebesar 100 bps menjadi 4,00 persen,” uhar Kepala Kantor Perwakilan BI Wilayah Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat, dihadapan peserta Pelatihan Wartawan dan Bisnis, di The Hill Hotel, Sibolangit, Rabu (4/11/2020).

Lebih lanjut dikatakan Wiwiek,  mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, ditengah inflasi yang menekankan pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuditas.

“Termasuk dukungan BI kepada Pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN tahun 2020. Guna mendorong pemulihan Ekonomi dari dampak pendemi covid-19,” jelasnya.

Disamping keputusan tersebut, BI juga sudah menempuh beberapa langkah-langkah sebagai berikut. Diantaranya, Melanjutkan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah, agar sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar dan Memperkuat strategi opersai moneter guna memperkuat stance kebijakan moneter akomodatif.

Bauran kebijkan juga dilakaukan oleh BI, dengan memperkuat mandat BI guna mencapai stabilisai nilai tukar rupiah (inflasi dan nilai tukar rupiah)  dan turut menjaga stabilitas keuangan (SSK). 

“Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Memperjelas tugas BI, kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, dan sistem pembayaran,” ujar orang nomor satu di kantor BI Sumut ini.

Semua itu dilakukan BI, agar kegiatan ekonomi terus bisa berjalan. Kebutuhan pembiayaan untuk pemerintah, BI tidak melakukan penambahan mencetak uang, sebab dipastikan akan menambah beban negara.

“Oleh sebab itu BI dan Pemerintah baru-baru ini melakukan Burden Sharing APBN,” paparnya

Selain itu, sebut Wiwiek, BI sudah melanjutkan komitmen untuk pendanaan APBN tahun 2020, melalui pembelian SBN dari pasar perdana dalam rangka pelaksanaan UU No. 2 tahun 2020. Ini berdasarkan mekanisme pasar maupun secara langsung sebagai bagian upaya pemulihan ekonomi.

Dipenghung paparannya, Wiwiek berpesan, masyarakat harus mewaspadai maraknya peredaran uang palsu dimasa Pilkada Kota Medan saat ini.

“Dari bulan Januari hingga Agustus aja telah ditemukan sekitar 4.239 uang palsu. Dimana 3.561 diantaranya berdasarkan hasil klarifikasi perbankan, 623 berasal dari BAP dan 55 hasil temuan mesin sortasi,” harapnya. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Digerebek Dini Hari, Dua Pria di Paluta Ditangkap Polsek Padang Bolak Terkait Dugaan Sabu
Kapolres Tapsel Rangkul BEM se-Padangsidimpuan dan Tapsel, Buka Puasa Jadi Ajang Perkuat Sinergi Kamtibmas
Komitmen Bersih dari Pekat dan Narkoba, Polres Padangsidimpuan Lakukan Razia Terpadu
Bupati Saipullah Gerak Cepat! Pemkab Madina Normalisasi Sungai Batu Tunggal untuk Cegah Banjir di Simangambat
Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS dan Warga Bersatu, Sumur Bor di Sangkunur Dikebut Demi Harapan Air Bersih
Tetes Keringat di Balik Lumpur, Satgas TMMD 127 Kodim 0212/TS Kapten Inf Halasson Sirait Bersama Warga Hadirkan Mata Air Harapan di Sangkunur
komentar
beritaTerbaru