Jumat, 01 Mei 2026

PEMBURU RENTE & OLIGHARKIE KEKUASAAN

Administrator - Sabtu, 29 Agustus 2020 07:01 WIB
PEMBURU RENTE & OLIGHARKIE KEKUASAAN

Oleh : Syahrir Nasution

Baca Juga:

EARTH PROVIDES ENOUGH to SATISFY MANS NEEDS , BUT NOT EVERY MANS GREED “.

Bumi ini cukup untuk memenuhi Kebutuhan manusia , Namun tidak cukup untuk memenuhi keinginan sekelompok kecil manusia yang rakus.

Kata kata bijak ini merupakan nukilan dari MAHATMA GHANDHI (Bapak Tauladan India). Akhir akhir ini banyak nya manusia2 “ Serakah / Rakus” (GREEDY) hanya memenuhi hasrat birahi mafsu nya sendiri maupun kelompoknya. Anehnya manusia-manusia itu adalah merupakan para ELITE yang sedang memangku jabatan-jabatan EKSEKUTIF , LEGISLATIF & JUDIKATIF , yang semuanya ini merupakan orang-orang pilihan yang dimuliakan Allah seandainya “ Prilaku Kerakusannya” itu tidak dilakukannya. Biasanya orang yang rakus itu pada umumnya adalah manusia-manusia yang “ Kelaparan”, dalam arti rakyat yang memang sungguh sungguh LAPAR demi menyelamatkan hidup nya dan keluarganya. Rupanya rumus kehidupan hari ini semakin “ Terbalik “, RAKUS nya para Elite tersebut bukannya karena Lapar sesungguhnya akan tetapi lapar yang layaknya tidak “ Manusiawi” lagi. Perasaan berdosa dan berkhianat yang sudah mengkhianati “ Sumpah Jabatan” sudah dianggap sbg hal yg lumrah serta tidak merupakan beban moral lagi. Nurani yang pada dasarnya jujur dan bersih sudah lama tidak lagi “ difungsikan “ di dalam organ tubuh manusia tersebut. Akal Sehat (Common Sense) sengaja “ ditiarapkan “ jika berhadapan dengan kuatnya godaan “ Materi & Kekuasaan “. Apalagi KEJUJURAN berbangsa dan bernegara sudah “ digadaikan bahkan dilacurkan demi mengejar “ Segepok Harta “ dan Kekuasaan duniawi. Kekuasaan yg telah satu selimut dengan Korporasi (OLIGHARKHIE KEKUASAAN), sudah hilang rasa urat “ kemaluannya” menjual dengan murah negerinya sendiri. Penyalahan penggunaan wewenangpun semakin ramai dng segala “ tipu muslihat” apalagi para PEMBURU RENTE” (Rent Seekers) sudah masuk kategori meraja lela yang sampai-sampai Allah pun tidak lagi ditakuti. Bahkan Surga Allah pun sudah “ dibenci “ oleh mereka-mereka penikmat dunia ini. Selama para Pejabat Negara ini menghambakan dan “ mendewakan harta benda serta Kekuasaan , selama itu pula negara ini akan dijadikan “ sapi perah penguasa”. Oleh sebab itu pilihan yg benar kedepan adalah : Gerak Arah Sejarah Nasional Bangsa ini harus “ merobah jalan yang Sesat dan Menyesatkan ini, jika Indonesia ingin diselamatkan menjadi Bangsa dan Negara yang “ Berdaulat Penuh serta punya Harga Diri di mata bangsa-bangsa lain. Negara yang Kuat adalah : Negara yang tegas dalam menjalankan amanah Konstitusi , sehingga keadilan sosial bagi rakyat Indonesia secepat nya dapat terwujud, apa lagi dilakukan oleh pemimpin yang kuat ( Strong Leader) maupun Kepemimpinan yang kuat (Strong Ledaership) . Hal ini kesemuanya hanya bisa berjalan bila pemimpin tersebut di akui secara “ De Jure dan De Facto “ oleh seluruh rakyat. Sebaliknya sebuah Pemerintahan, yang hanya memproteksi / melindungi kepentingan Oligharkhie Bisniss saja, itu tak ubah nya seperti “ Cangkang Sawit”, dan segera “ Ambruk Sendirinya “ oleh Korupsi dan Pembusukan dari dalam Pemerintahan tersebut. Demikian mensetir kata-kata bijak dari Amoss Bronson Alcot , seorang Filsuf ,Guru dan Seorang Pendidik dari Amerika Serikat pada era : 1799 – 1888. Jadi benar kata-kata bijak dari Mahatma Gandhi tsb diatas bila dikaitkan dng adagium Lama / klasik bahwa “ Manusia lebih Buas dari pada BINATANG (Homo Homoni Lupus). Jika Binatang sudah kenyang dia akan tidur , tetapi Manusia jika sudah kenyang dia akan mencari mangsanya lagi, tidak cukup baginya kebutuhan yg disediakan Tuhan di muka bumi ini.

Penulis : Managing Director : PECI – Indonesia

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Silaturahmi Pekerja dengan BPJS Ketenagakerjaan di Peringatan Hari Buruh,  Pj Sekda Tekankan Kolaborasi Untuk Kesejahteraan Pekerja
Kemnaker–Transjakarta Teken MoU, Buka Akses Kerja di Sektor Transportasi
Wakil Bupati Asahan: Pengusaha Kayu Wajib Patuhi Batas Muatan, Jalan Kabupaten Aset Bersama
Gagalkan Peredaran 5 Kg Sabu dari Malaysia, Kapolres Asahan: Potensi Selamatkan 5.000 Jiwa
May Day 2026, Bupati Asahan Terima 1.700 Kartu BPJS Ketenagakerjaan
Wabup Solok Jenguk Bocah Korban Penganiayaan.
komentar
beritaTerbaru