Oleh : Syahrir Nasution
Baca Juga:
EARTH PROVIDES ENOUGH to SATISFY MANS NEEDS , BUT NOT EVERY MANS GREED “.
Bumi ini cukup untuk memenuhi Kebutuhan manusia , Namun tidak cukup untuk memenuhi keinginan sekelompok kecil manusia yang rakus.
Kata kata bijak ini merupakan nukilan dari MAHATMA GHANDHI (Bapak Tauladan India). Akhir akhir ini banyak nya manusia2 “ Serakah / Rakus†(GREEDY) hanya memenuhi hasrat birahi mafsu nya sendiri maupun kelompoknya. Anehnya manusia-manusia itu adalah merupakan para ELITE yang sedang memangku jabatan-jabatan EKSEKUTIF , LEGISLATIF & JUDIKATIF , yang semuanya ini merupakan orang-orang pilihan yang dimuliakan Allah seandainya “ Prilaku Kerakusannya†itu tidak dilakukannya. Biasanya orang yang rakus itu pada umumnya adalah manusia-manusia yang “ Kelaparanâ€, dalam arti rakyat yang memang sungguh sungguh LAPAR demi menyelamatkan hidup nya dan keluarganya. Rupanya rumus kehidupan hari ini semakin “ Terbalik “, RAKUS nya para Elite tersebut bukannya karena Lapar sesungguhnya akan tetapi lapar yang layaknya tidak “ Manusiawi†lagi. Perasaan berdosa dan berkhianat yang sudah mengkhianati “ Sumpah Jabatan†sudah dianggap sbg hal yg lumrah serta tidak merupakan beban moral lagi. Nurani yang pada dasarnya jujur dan bersih sudah lama tidak lagi “ difungsikan “ di dalam organ tubuh manusia tersebut. Akal Sehat (Common Sense) sengaja “ ditiarapkan “ jika berhadapan dengan kuatnya godaan “ Materi & Kekuasaan “. Apalagi KEJUJURAN berbangsa dan bernegara sudah “ digadaikan bahkan dilacurkan demi mengejar “ Segepok Harta “ dan Kekuasaan duniawi. Kekuasaan yg telah satu selimut dengan Korporasi (OLIGHARKHIE KEKUASAAN), sudah hilang rasa urat “ kemaluannya†menjual dengan murah negerinya sendiri. Penyalahan penggunaan wewenangpun semakin ramai dng segala “ tipu muslihat†apalagi para PEMBURU RENTE†(Rent Seekers) sudah masuk kategori meraja lela yang sampai-sampai Allah pun tidak lagi ditakuti. Bahkan Surga Allah pun sudah “ dibenci “ oleh mereka-mereka penikmat dunia ini. Selama para Pejabat Negara ini menghambakan dan “ mendewakan harta benda serta Kekuasaan , selama itu pula negara ini akan dijadikan “ sapi perah penguasaâ€. Oleh sebab itu pilihan yg benar kedepan adalah : Gerak Arah Sejarah Nasional Bangsa ini harus “ merobah jalan yang Sesat dan Menyesatkan ini, jika Indonesia ingin diselamatkan menjadi Bangsa dan Negara yang “ Berdaulat Penuh serta punya Harga Diri di mata bangsa-bangsa lain.
Negara yang Kuat adalah : Negara yang tegas dalam menjalankan amanah Konstitusi , sehingga keadilan sosial bagi rakyat Indonesia secepat nya dapat terwujud, apa lagi dilakukan oleh pemimpin yang kuat ( Strong Leader) maupun Kepemimpinan yang kuat (Strong Ledaership) . Hal ini kesemuanya hanya bisa berjalan bila pemimpin tersebut di akui secara “ De Jure dan De Facto “ oleh seluruh rakyat. Sebaliknya sebuah Pemerintahan, yang hanya memproteksi / melindungi kepentingan Oligharkhie Bisniss saja, itu tak ubah nya seperti “ Cangkang Sawitâ€, dan segera “ Ambruk Sendirinya “ oleh Korupsi dan Pembusukan dari dalam Pemerintahan tersebut. Demikian mensetir kata-kata bijak dari Amoss Bronson Alcot , seorang Filsuf ,Guru dan Seorang Pendidik dari Amerika Serikat pada era : 1799 – 1888.
Jadi benar kata-kata bijak dari Mahatma Gandhi tsb diatas bila dikaitkan dng adagium Lama / klasik bahwa “ Manusia lebih Buas dari pada BINATANG (Homo Homoni Lupus). Jika Binatang sudah kenyang dia akan tidur , tetapi Manusia jika sudah kenyang dia akan mencari mangsanya lagi, tidak cukup baginya kebutuhan yg disediakan Tuhan di muka bumi ini.
Penulis : Managing Director : PECI – Indonesia
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News