Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus: DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
News
JAKARTA I SUMUT24.co Peraturan OJK Nomor 11/POJK.03/2020 Tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Counter Cylical dampak pandemi Covid – 19 yang di dalamnya antara lain perpanjangan jangka waktu kredit, pengurangan tunggakan pokok dan pengurangan tunggakan bunga dinilai inkonsisten.Â
Baca Juga:
Penerapan POJK Nomor 11/2020 tersebut seharusnya merupakan penjabaran dan teknis perintah Presiden Joko Widodo yang disampaikan saat rapat terbatas Kepresidenan, 24 Maret 2020 dampak pandemi Covid – 19.Â
Kebijakan memberikan kelonggaran cicilan kepada para debitur/ konsumen 6 bulan sampai 1 tahun seperti disampaikan Presiden Joko Widodo nyatanya hanya isapan jempol semata. OJK sebagai otoritas jasa keuangan perbankan dan non perbankan tidak menjalankan perintah Presiden tersebut.
” Kami melihat penundaan bayar hingga 6 bulan seperti yang dilakukan perusahaan finance antara lain PT Federal International Finance (FIF), PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk, Astra Credit Companies (ACC), BRI Finance dan lain – lain tidak diikuti perusahan leasing yang lain seperti Adira dengan jumlah debitur yang cukup besar. Apa istimewanya Adira Finance ini sehingga OJK tak berdaya mengatur Adira sebagai perusahaan leasing yang memberi penundaan atau libur bayar hingga 6 bulan kepada debiturnya.” kata Ketua Umum Relawan Jokowi Relawan Indonesia Kerja (RIK) Sahat Simatupang didampingi penasihat RIK Ustad H. Farhan Simajuntak, Sabtu 13 Juni 2020.Â
Sahat mengatakan, sudah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan dan OJK serta Menko Polhukam mempertanyakan Peraturan OJK 11/POJK.03/2020 tersebut.”Semestinya para debitur yang meminta relaksasi penundaan bayar mendapat keringanan seringan – ringannya karena negara dalam hal ini diwakili Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan bukan untuk memberatkan debitur ditengah wabah Covid – 19.” tutur Sahat.Â
Sahat mempertanyakan keseriusan OJK mengawasi perusahaan leasing dalam menjalankan perintah Presiden Joko Widodo memberi keringanan kredit kepada masyarakat terdampak.
” Jangan karena OJK takut menghadapi perusahaan leasing dengan aset besar malah tidak berani menerapkan peraturannya sendiri dan menyerahkan penyelesaian masalah kepada debitur dan leasing saling berhadapan yang bisa memicu frustasi massal berujung kemarahan.” ujar Sahat.
Sahat mengatakan, akan melayangkan gugatan kepada OJK dan Menteri Keuangan jika tidak segera menegakkan aturan yang mereka bikin sendiri.” OJK tak boleh takut menghukum leasing yang menolak memberikan relaksasi kredit akibat dampak Covid – 19 sebagai bencana nasional yang mempengaruhi sendi ekonomi.” ujar Sahat.(rel)
Rapimnas DMDI Indonesia, Said Aldi Al Idrus DMDI Harus Hadir Bantu Umat yang Tertimpa Musibah
News
Thailand sumut24.co Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayor Jenderal TNI dr. Hadi Juanda Sp.PD., MARS., CfrA, didampingi Kaunit Kermab
News
Nias Selatan sumut24.co Program Bakti TNI untuk Rakyat yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terus menghadirkan manfaat bagi masyaraka
News
Labuhanbatu sumut24.co Titik panas (hotspot) terdeteksi melalui aplikasi pemantauan berbasis satelit NASANOAA20 di Dusun Wonorejo 33, Des
News
Kasus Sopir Truk Kayu Berbuntut Panjang Gakkum Kehutanan Disemprot Anggota DPRD Sumu
kota
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
News
Wali Kota Menyambut hangat kehadiranRektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan Pemko Siantar
kota
sumut24.co ASAHANl, Semangat baru bergulir di kancah politik Kabupaten Asahan. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PS
News
Ketika Sampah Mengapung di Surga Pahawang
News
Titian Muhibah PTM ESU&ndashMalaysia, Pingpong Jadi Jembatan Persahabatan Bangsa Serumpun
Sport