Sabtu, 22 Agustus 2026

Wiwiek : Pertumbuhan Ekonomi Sumut Didukung Perbaikan Ivestasi

Administrator - Senin, 10 Februari 2020 13:04 WIB
Wiwiek : Pertumbuhan Ekonomi Sumut Didukung Perbaikan Ivestasi

MEDAN | SUMUT24

Baca Juga:

Tumbuhnya perekonomian Sumatera Utara (Sumut) di triwulan IV tahun 2019 dengan tumbuh 5,21 persen, didukung perbaikan investasi seiring dengan penyelesaian proyek-proyek infrastruktur multiyears di daerah. Demikian dikatakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat didampingi Direktur BI Andi Wiyana, Kepala Group Advisory dan Pengembangan Ekonomi Ibrahim saat Bincang Bareng Media (BBM) di Medan, Senin (10/2/2020).

Lebih lanjut dikatakan Wiwiek Sisto Widayat, pertumbuhan ekonomi Sumut tersebut, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang hanya mencapai 5,11 persen. Realisasi ini juga lebih tinggi dari nasional yang mencapai 4,97 persen dan Sumatera 4,57 persen.

Secara historis, ujar Wiwiek, pertumbuhan ekonomi Sumut mayoritas di atas pertumbuhan nasional. Secara spasial, pertumbuhan Sumut merupakan yang tertinggi ke 3 di antara 10 provinsi di Sumatera.

“Pertumbuhan ekonomi Sumut yang mencapai 5,21 persen tertinggi ke 3 di Pulau Sumatera setelah Sumatera Selatan (Sumsel) yang mencapai 5,69 persen, Bangka Belitung (Babel) dengan 3,99 persen dan Provinsi Jambi 3,59 persen,“ ujar Wiwiek Sisto Widayat.

Dari sisi eksternalnya, sebut Wiwiek, kinerja ekspor yang sedikit membaik sejalan dengan mulai membaiknya harga CPO global yang juga ditopang oleh peningkatan produktifitas tanaman kelapa sawit sejalan dengan peningkatan Lapangan Usaha (LU) Pertanian.

Selain dikarenakan faktor investasi, juga pariwisata pemerintah, yang tercermin juga pada peningkatan LU Konstruksi. “Di sisi lain, kontraksi impor yang lebih dalam dibandingkan ekspor, turut mendorong perbaikan ekonomi,“ terang Wiwiek.

Sementara itu, konsumsi rumahtangga tumbuh melambat seiring dengan stagnasi harga CPO hingga triwulan III. Di sisi penawaran, LU pertanian tumbuh meningkat didorong oleh peningkatan produksi padi dan kelapa sawit.

Sementara itu, LU industri pengolahan tumbuh melambat, dipengaruhi oleh penurunan permintaan global akan CPO serta masih tertahannya daya beli masyarakat.

Sayangnya, ujar Wiwiek Sisto Widayat, justru mengalami stagnasi pada permintaan Tiongkok serta penurunan permintaan global,. “Ekspor Sumut ke Tiongkok cenderung mengalami stagnasi sebagai dampak dari perang dagang, di sisi lain ekspor Sumut cenderung menurun ke AS, Jepang, serta India. Impor Sumut juga mengalami penurunan khususnya dari Singapura, Tiongkok dan Malaysia,“ ujar Wiwiek Sisto Widayat. (R03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kapuskes TNI Pimpin Delegasi Kesehatan TNI Hadiri Bilateral Thainesia ke 10 tahun 2026 di Thailand
Program Bakti TNI Rehab Gedung SMP Negeri 7 Susua di Hiliwaebu Terus Dikebut, Progres Capai 79 Persen
Karhutla di Desa Sei Sentang, Dua Titik Lahan Gambut Terpantau dari Aplikasi Hotspot
Bawa Dokumen Resmi Tapi Ditangkap, Penyidik Gakkum Kehutanan Diduga Intimidasi Sopir Truk*
Wali Kota menerima audiensi dan silaturahmi Fakultas Agama Islam UMA Pertemuan berlangsung di ruang kerja wali kota
Wali Kota Menyambut hangat kehadiran Rektor Universitas UHKBPN dalam rangka MOu Dengan  Pemko  Siantar
komentar
beritaTerbaru